Diet Ekstrem Berujung Gagal Ginjal Akut pada Wanita 110 Kg

Mengikuti pola diet ekstrem yang viral di media sosial tanpa pendampingan tenaga kesehatan bisa membawa malapetaka. Inilah kenyataan pahit yang harus ditelan seorang ibu rumah tangga berusia 56 tahun

Jul 08, 2026 - 08:52
0 0
Diet Ekstrem Berujung Gagal Ginjal Akut pada Wanita 110 Kg

Mengikuti pola diet ekstrem yang viral di media sosial tanpa pendampingan tenaga kesehatan bisa membawa malapetaka. Inilah kenyataan pahit yang harus ditelan seorang ibu rumah tangga berusia 56 tahun asal India. Alih-alih mencapai berat badan ideal, ia justru harus berjuang melawan kerusakan ginjal serius akibat metode diet yang dilakoninya.

Wanita yang memiliki berat badan awal 110 kilogram itu memutuskan untuk berhenti mengonsumsi makanan padat. Selama tiga bulan penuh, ia hanya mengandalkan jus sayuran pekat sebagai satu-satunya asupan nutrisi. Langkah tersebut diambilnya setelah terpapar konten diet di internet yang menjanjikan penurunan berat badan secara instan dan drastis tanpa mempertimbangkan efek samping yang mungkin timbul.

Sumber dari media kami menjelaskan bahwa wanita itu didiagnosis mengalami Acute Kidney Injury (AKI) atau cedera ginjal akut tepat setelah tiga bulan menjalani diet cair tanpa pengawasan. Kondisi ini merupakan penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara tiba-tiba dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Penyebab dan Proses Kerusakan Ginjal

Berdasarkan laporan yang dihimpun, jus sayur dalam jumlah berlebihan justru menjadi racun bagi tubuhnya. Beberapa jenis sayuran hijau mengandung oksalat dalam konsentrasi tinggi. Normalnya, zat ini bisa diproses oleh tubuh dalam jumlah wajar. Namun ketika dikonsumsi terus-menerus tanpa variasi makanan lain, oksalat menumpuk di ginjal dan membentuk kristal yang merusak jaringan organ vital tersebut.

Dokter yang menangani kasus ini mengungkapkan bahwa pasien tidak menyadari bahaya mengeliminasi seluruh kelompok makanan utama dari pola makannya. Tubuh kehilangan protein esensial dan lemak sehat yang dibutuhkan untuk fungsi organ. Akibatnya, bukan hanya ginjal yang terdampak, melainkan keseimbangan elektrolit dan metabolisme tubuh secara keseluruhan juga mengalami guncangan hebat.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi siapa pun yang tergoda mencoba tren diet tanpa dasar ilmiah. Penurunan berat badan yang aman membutuhkan proses bertahap, bukan dengan memaksa tubuh beradaptasi pada perubahan asupan yang terlalu drastis dalam waktu singkat. Laporan ini kembali menegaskan bahwa konsultasi dengan ahli gizi atau dokter adalah langkah wajib sebelum memulai program diet apa pun. Demikian informasi yang berhasil dihimpun Beritainti.com dari berbagai sumber terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User