Deret Bukti Kasus Judi, Narkoba hingga Uang Rp 14 M Diungkap Polda Metro
Jakarta - Jajaran Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers besar-besaran dengan memamerkan ribuan barang bukti hasil pengungkapan sindikat kejahatan terorganisir. Dalam operasi terpadu ini, aparat
Jakarta - Jajaran Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers besar-besaran dengan memamerkan ribuan barang bukti hasil pengungkapan sindikat kejahatan terorganisir. Dalam operasi terpadu ini, aparat kepolisian berhasil membongkar jaringan tindak pidana yang mencakup peredaran gelap narkoba, konten pornografi, praktik perjudian, hingga jeratan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan nilai fantastis mencapai Rp 14 miliar.
Berdasarkan laporan Beritainti.com di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026), pemandangan di lobi utama markas tampak tidak biasa. Ratusan mesin judi elektronik berwarna kuning dan biru berjajar rapi di depan Balai Polda, menyerupai arena permainan di pusat hiburan. Mesin-mesin tersebut bertuliskan 'Mesin Tombak Ikan' dan telah dipasangi garis polisi sebagai tanda status sitaan negara. Seluruh perangkat itu merupakan barang bukti yang diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dari sejumlah lokasi penggerebekan di wilayah hukum Polda Metro.
Sindikat Terintegrasi dan Perputaran Uang Haram
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan panjang. "Ini bukan sekadar kasus judi biasa. Kami menemukan benang merah antara peredaran narkotika yang keuntungannya diputar untuk mengoperasikan lokasi judi, lalu uang hasil kejahatan itu dicuci melalui bisnis konvensional dan properti," ujar Dirkrimum dalam keterangan persnya.
Kami mendapati para pelaku memiliki jaringan rapi. Hasil penelusuran aliran dana menunjukkan adanya pembelian aset serta pengiriman uang ke luar negeri. Total uang tunai dan aset yang kami sita dalam pengungkapan TPPU ini kurang lebih mencapai Rp 14 miliar.
Selain mesin judi 'Tombak Ikan', media kami mencatat Polisi juga memperlihatkan barang bukti lain berupa puluhan paket sabu-sabu, ekstasi, serta perangkat komputer yang digunakan untuk produksi dan distribusi konten pornografi ilegal. Pengungkapan multi-kasus ini membuktikan bahwa kejahatan jalanan kini telah bertransformasi menjadi sindikat kejahatan ekonomi yang sangat terstruktur.
Polda Metro Jaya memastikan akan terus mendalami aliran dana tersebut untuk membongkar keterlibatan pihak-pihak lain yang mencoba berlindung di balik bisnis legal. Publik diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan modus permainan ketangkasan berkedok mesin 'tembak ikan' yang kian marak di sejumlah pusat perbelanjaan dan kafe.
Comments (0)