Debut Xabi Alonso di Real Madrid Berakhir Imbang Lawan Al Hilal

Skor akhir 1-1. Itulah hasil yang harus diterima Real Madrid pada laga perdana mereka di Grup H Piala Dunia Antarklub 2025. Bermain di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB...

Aug 07, 2026 - 16:08
0 0
Debut Xabi Alonso di Real Madrid Berakhir Imbang Lawan Al Hilal

Skor akhir 1-1. Itulah hasil yang harus diterima Real Madrid pada laga perdana mereka di Grup H Piala Dunia Antarklub 2025. Bermain di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB, Los Blancos gagal meraih kemenangan dalam debut resmi Xabi Alonso sebagai pelatih. Sebuah hasil yang tentu tidak sesuai ekspektasi, mengingat lawan mereka adalah Al Hilal, tim yang secara materi pemain berada di bawah Madrid. Namun, sepak bola tidak pernah berbicara soal nama besar di atas kertas.

Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola Tanpa Gol

Sejak menit awal, Real Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diinstruksikan Xabi Alonso terlihat jelas, dengan trio lini depan yang terdiri dari Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Rodrygo. Penguasaan bola di babak pertama mencapai 68 persen untuk keunggulan Madrid. Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah peluang emas. Shots on target hanya dua kali sepanjang 45 menit pertama. Al Hilal, yang bermain dengan formasi 4-5-1, bertahan dengan sangat disiplin dan memaksa lini tengah Madrid, yang dikomandoi oleh Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga, untuk memutar bola di area tengah tanpa bisa menembus pertahanan berlapis lawan.

Menit ke-23, Vinicius Junior melepaskan tendangan keras dari sisi kiri kotak penalti, namun kiper Al Hilal, Mohammed Al-Owais, mampu menepis bola dengan gemilang. Tiga menit berselang, giliran Mbappe yang mencoba peruntungannya melalui tendangan voli dari jarak 12 meter, tetapi bola masih melambung tipis di atas mistar gawang. Al Hilal sendiri hampir saja mencetak gol pada menit ke-38 melalui serangan balik cepat. Salem Al-Dawsari, yang bebas dari penjagaan, melepaskan tembakan mendatar yang sayangnya masih bisa diblok oleh bek Madrid, Antonio Rudiger. Hingga turun minum, skor masih 0-0.

Babak Kedua: Gol Cepat dan Drama VAR

Memasuki babak kedua, Xabi Alonso melakukan satu perubahan taktis dengan menarik Rodrygo dan memasukkan Arda Guler untuk menambah kreativitas di lini tengah. Keputusan ini langsung membuahkan hasil. Menit ke-52, umpang terobosan cantik dari Guler berhasil diterima oleh Mbappe. Dengan tenang, penyerang asal Prancis itu menaklukkan Al-Owais melalui tendangan mendatar ke pojok kanan gawang. Skor menjadi 1-0 untuk Real Madrid. Stadion Hard Rock pun bergemuruh, para pendukung Madrid mulai bernyanyi riang.

Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Menit ke-67, Al Hilal berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan keras dari bek tengah mereka, Ali Al-Bulaihi, memanfaatkan sepak pojok. Gol ini sempat diperiksa oleh VAR karena diduga terjadi offside, namun setelah peninjauan selama dua menit, wasit memutuskan gol tersebut sah. Skor berubah menjadi 1-1. Setelah gol tersebut, Madrid mencoba meningkatkan tempo permainan. Menit ke-78, peluang emas didapatkan oleh Vinicius Junior, namun tembakannya dari jarak dekat masih melebar tipis. Sementara itu, Al Hilal semakin nyaman bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Pada menit ke-85, mereka hampir saja mencuri kemenangan andai tendangan jarak jauh dari Mohamed Kanno tidak melambung di atas gawang Thibaut Courtois.

Analisis Taktik dan Performa Pemain Kunci

Debut Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid jelas belum sempurna. Meski timnya mendominasi penguasaan bola hingga 65 persen sepanjang laga, efektivitas serangan menjadi masalah utama. Total shots yang dilepaskan Madrid adalah 18, namun hanya 4 yang mengarah ke gawang. Sebaliknya, Al Hilal dengan penguasaan bola hanya 35 persen mampu menciptakan 7 tembakan dengan 3 shots on target. Efisiensi menjadi kunci bagi tim asuhan Jorge Jesus tersebut. Xabi Alonso sendiri mengakui kekecewaannya dalam konferensi pers setelah pertandingan. “Kami kurang tajam di depan gawang. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir tidak maksimal. Ini adalah pelajaran berharga untuk tim yang masih dalam proses adaptasi dengan filosofi saya,” ujarnya.

Performa individu pemain juga patut disorot. Kylian Mbappe, yang mencetak gol debutnya di turnamen ini, menunjukkan pergerakan yang baik, tetapi seringkali kehilangan bola saat berhadapan dengan dua hingga tiga pemain bertahan lawan. Vinicius Junior juga tampil aktif, namun keputusannya untuk sering memotong ke dalam membuat serangan Madrid mudah ditebak. Di sisi lain, penampilan gemilang ditunjukkan oleh gelandang muda Arda Guler. Masuk sebagai pemain pengganti, ia berhasil memberikan assist untuk gol Mbappe dan beberapa kali mengancam pertahanan Al Hilal dengan umpan-umpan terobosannya. Sementara itu, lini belakang Madrid yang dikawal oleh Rudiger dan Eder Militao tampil solid, namun kecolongan pada situasi bola mati yang menjadi salah satu kelemahan tim ini sepanjang musim.

Jalan Panjang di Grup H dan Target Berikutnya

Hasil imbang ini membuat Real Madrid dan Al Hilal sama-sama mengoleksi satu poin di Grup H. Di pertandingan lain, wakil Afrika, Esperance de Tunis, berhasil mengalahkan wakil Asia lainnya, Urawa Red Diamonds, dengan skor 2-0. Klasemen sementara menempatkan Esperance di puncak dengan tiga poin, disusul Madrid dan Al Hilal dengan satu poin, serta Urawa di dasar klasemen tanpa poin. Bagi Real Madrid, laga berikutnya melawan Esperance de Tunis akan menjadi ujian krusial. Kekalahan atau hasil imbang lagi bisa membuat langkah mereka menuju babak gugur menjadi sangat berat. Xabi Alonso menegaskan bahwa timnya akan melakukan evaluasi total dan memperbaiki penyelesaian akhir. “Kami harus lebih klinis. Di turnamen seperti ini, setiap peluang sangat berharga. Saya yakin para pemain bisa bangkit dan menunjukkan kualitas sebenarnya,” tegasnya.

Dengan jadwal padat dan tekanan tinggi, pertandingan ini menjadi sinyal bahwa Piala Dunia Antarklub 2025 tidak akan mudah bagi tim sekelas Real Madrid. Debut Xabi Alonso yang kurang mulus ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan penggemar dan analis sepak bola. Apakah ia mampu membawa Los Blancos keluar dari tekanan ini? Jawabannya akan terlihat pada laga-laga berikutnya. Satu hal yang pasti, statistik tidak berbohong: Real Madrid harus segera menemukan ketajaman lini depan mereka jika ingin melaju jauh di turnamen ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User