Danantara Kucurkan Rp17,3 Miliar untuk Proyek Pembangkit Sampah Jadi Listrik

Lembaga pengelola investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menunjukkan taringnya dalam pendanaan sektor transisi energi

Sep 15, 2026 - 04:06
0 0
Danantara Kucurkan Rp17,3 Miliar untuk Proyek Pembangkit Sampah Jadi Listrik

Lembaga pengelola investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menunjukkan taringnya dalam pendanaan sektor transisi energi dan infrastruktur hijau. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan komitmen pendanaan awal dalam proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi mencapai USD 1 juta atau sekitar Rp 17,3 miliar.

Langkah ini menjadi sinyal strategis bahwa Danantara tidak hanya berfokus pada aset-aset berkapitalisasi raksasa konvensional, melainkan juga mulai merambah instrumen pembiayaan berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap mitigasi krisis lingkungan perkotaan di Indonesia.

Transformasi Pengelolaan Sampah Menjadi Sumber Daya Energi

Proyek PSEL dirancang untuk mengatasi dua persoalan mendasar perkotaan secara simultan: kelebihan beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan kebutuhan diversifikasi bauran energi baru terbarukan (EBT). Melalui teknologi termal modern seperti insinerasi terkendali, gasifikasi, atau pirolisis, limbah padat kota diubah menjadi energi termal yang kemudian menggerakkan turbin pembangkit listrik.

"Investasi pada proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik ini menjadi salah satu prioritas dalam portofolio pembiayaan hijau, dengan nilai awal mencapai sekitar USD 1 juta," ujar CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.

Keterlibatan Danantara dalam proyek PSEL ini memberikan angin segar bagi percepatan program Waste-to-Energy nasional. Selama ini, sejumlah inisiatif serupa kerap terhambat kendala skema pembiayaan, kepastian tarif pembelian listrik oleh PLN, hingga kejelasan biaya layanan pengolahan sampah (tipping fee) dari pemerintah daerah.

Analisis: Peran Danantara sebagai Katalis Investasi Hijau

Dari kacamata analitis, kucuran dana Rp 17,3 miliar ini dapat diposisikan sebagai modal awal (catalytic capital) atau studi kelayakan pilot project sebelum dilakukan ekspansi berskala masif. Danantara memiliki peran krusial dalam menciptakan struktur pembiayaan campuran (blended finance) yang memitigasi risiko bagi investor swasta internasional.

Ada beberapa dimensi strategis yang membuat investasi PSEL ini penting:

  • Mitigasi Emisi Metana: Mengurangi penumpukan sampah organik di TPA yang selama ini menjadi salah satu sumber utama gas rumah kaca berupa metana.
  • Sirkularitas Ekonomi: Mengubah beban biaya pengelolaan sampah daerah menjadi komoditas bernilai ekonomi melalui pasokan listrik ke jaringan transmisi.
  • Efisiensi Lahan Perkotaan: Memperpanjang masa pakai TPA yang kian kritis di berbagai kota metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Tantangan Implementasi dan Keberlanjutan

Kendati prospeknya menjanjikan, keberhasilan proyek PSEL sangat bergantung pada rantai pasok sampah yang konsisten dan terpilah. Efisiensi pembangkit listrik bertenaga sampah membutuhkan nilai kalor limbah yang stabil, yang kerap menjadi kendala di Indonesia akibat tingginya kadar air pada sampah basah.

Ke depan, keberhasilan model investasi Danantara pada proyek perdana ini akan menjadi tolok ukur replikasi proyek serupa di berbagai wilayah lain. Jika integrasi hulu ke hilir berjalan mulus, PSEL berpotensi menjadi pilar penting dalam roadmap pencapaian target emisi nol bersih (Net Zero Emission) Indonesia pada 2060.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User