Comeback Epik Argentina: Tertinggal 0-2, Hancurkan Mesir 4-2 di Atlanta
Skor akhir 4-2 untuk kemenangan dramatis Argentina atas Mesir, Rabu dini hari WIB di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Sempat tertinggal dua gol dalam 30 menit pertama, La Albiceleste bangkit lewat empa...
Skor akhir 4-2 untuk kemenangan dramatis Argentina atas Mesir, Rabu dini hari WIB di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Sempat tertinggal dua gol dalam 30 menit pertama, La Albiceleste bangkit lewat empat gol tanpa balas yang mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026. Mohamed Salah mencetak brace cepat, namun badai gol Argentina yang dipimpin Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez membalikkan keadaan secara epik.
Blitzkrieg Mesir dan Dominasi Awal
Menit ke-8, umpan terobosan Trezeguet menemukan Mohamed Salah yang menusuk dari sayap kanan. Dengan satu sentuhan, Salah melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau Emiliano Martinez. Skor 1-0 menguntungkan Mesir. Publik Atlanta yang didominasi diaspora Mesir bergemuruh. Statistik penguasaan bola pada 15 menit pertama menunjukkan Mesir 62%, Argentina 38% — Lionel Scaloni terlihat gelisah di pinggir lapangan.
Menit ke-24, bencana kembali melanda Argentina. Kemelut di kotak penalti hasil tendangan sudut Abdelmonem berhasil disambar Salah dengan sundulan keras. Martinez sempat menepis, namun bola sudah melewati garis gawang sebelum dihalau bek. Teknologi garis gawang FIFA mengonfirmasi gol kedua Mesir. Dua shots on target Mesir langsung berbuah gol, sementara Argentina yang mengandalkan formasi 4-3-3 belum mencatatkan ancaman berarti. Enzo Fernandez dan Rodrigo De Paul kewalahan menghadapi pressing tinggi Omar Marmoush dan Hamdy Fathy.
Kebangkitan Mac Allister dan Revolusi Taktik Scaloni
Menit ke-35, titik balik dimulai. Scaloni menginstruksikan Mac Allister naik lebih tinggi sebagai false nine, sementara Lionel Messi turun lebih dalam sebagai pengatur tempo. Hasilnya instan. Menit ke-38, umpan vertikal Messi dari lini tengah menemukan Julian Alvarez yang melakukan overlap. Dengan cerdik, Alvarez mengirimkan cutback ke kotak penalti yang disambar Mac Allister dengan tendangan first-time. El-Shenawy tak berdaya, skor berubah 2-1. Assist keenam Messi di turnamen ini menyamai rekor Diego Maradona pada 1986.
Statistik signifikan: setelah gol pertama Argentina, penguasaan bola naik menjadi 55% di sisa babak pertama. Shots on target Argentina melonjak dari nol menjadi tiga dalam delapan menit terakhir babak pertama. Menit ke-45+2, Nico Gonzalez nyaris menyamakan kedudukan andai tendangan volinya tak membentur mistar gawang. Babak pertama ditutup dengan kedudukan 2-1 untuk keunggulan Mesir, namun momentum sepenuhnya milik Argentina.
Dominasi Total Babak Kedua dan Kartu Merah Fathy
Memasuki babak kedua, Scaloni memasukkan Alejandro Garnacho menggantikan Angel Di Maria. Kecepatan Garnacho di sayap kiri langsung merepotkan bek kanan Omar Kamal. Menit ke-52, penetrasi Garnacho menghasilkan sepak pojok. Messi mengirimkannya masuk ke kotak, Cristian Romero menanduk ke tiang dekat, El-Shenawy menepis tapi bola rebound langsung ditanduk Alvarez. Kedudukan 2-2. Gol ketujuh Alvarez sepanjang turnamen, menyamai catatan top scorer sementara Kylian Mbappe.
Menit ke-61, titik nadir Mesir. Hamdy Fathy menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Mac Allister yang melakukan dribel di tepi kotak penalti. Wasit Clement Turpin tanpa ragu mengeluarkan kartu merah. Mesir harus melanjutkan laga dengan 10 pemain. Argentina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mengubah formasi menjadi 3-5-2 ultra-menyerang. Lisandro Martinez masuk sebagai bek ketiga, memberi kebebasan penuh bagi Nahuel Molina dan Gonzalez merangsek.
Menit ke-73, serangan dari sayap kanan Molina mengirim umpan silang terukur ke mulut gawang. Mac Allister yang berdiri bebas tanpa kawalan menanduk bola dengan sempurna. Hat-trick! Skor 3-2. Brace pertamanya di tim senior Argentina datang di momen paling krusial. Data penguasaan bola: Argentina 68%, Mesir 32%. Total shots on target Argentina mencapai 11 berbanding 3 milik Mesir, menunjukkan dominasi absolut.
Gol Keempat dan Kutipan Pelatih
Menit ke-88, serangan balik cepat Argentina mengunci kemenangan. Messi mengalirkan bola ke Garnacho yang berlari dari area sendiri, menusuk ke kotak penalti Mesir, lalu mengirim assist horizontal kepada Alvarez yang tinggal menceploskan ke gawang kosong. Brace Alvarez, skor akhir 4-2. Assist ke-7 Messi dalam turnamen, memperpanjang rekornya sebagai raja assist Piala Dunia Argentina sepanjang masa.
"Kami tahu Mesir akan agresif di awal. Dua gol mereka membuat kami tersadar, tapi respons tim luar biasa. Mac Allister menunjukkan mental baja, Alvarez terus membuktikan diri sebagai striker elite dunia," ujar Lionel Scaloni dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Sementara itu, pelatih Mesir Hossam Hassan menyayangkan kartu merah Fathy.
"Melawan Argentina dengan 10 pemain adalah bunuh diri. Tapi bangga dengan anak-anak. Kami ingin membangun kembali untuk 2030."
Argentina akan menghadapi pemenang laga Spanyol vs Swiss di perempat final. Dengan performa comeback ini, La Albiceleste mengirim pesan tegas bahwa mental juara bertahan tak bisa diremehkan.
Comments (0)