China Protes Keras Nasionalisasi British Steel oleh Inggris
Beijing bereaksi tajam atas langkah London membawa British Steel ke dalam kepemilikan publik. Kementerian Perdagangan China menyatakan kekecewaan mendalam,
Beijing bereaksi tajam atas langkah London membawa British Steel ke dalam kepemilikan publik. Kementerian Perdagangan China menyatakan kekecewaan mendalam, menilai kebijakan itu merusak kepercayaan investor Negeri Tirai Bambu di Inggris Raya. Nasionalisasi yang diumumkan pada Kamis (16/7/2026) itu untuk menyelamatkan pabrik baja di Scunthorpe dari kebangkrutan dan melindungi 4.000 lapangan kerja.
Kronologi Nasionalisasi British Steel
Produsen baja ikonik asal Inggris itu sebelumnya dimiliki oleh Jingye Group, perusahaan asal China yang mengakuisisinya pada 2020 dari likuidasi. Selama 15 bulan terakhir, pemerintah Inggris telah beberapa kali melakukan intervensi darurat, termasuk paket dukungan energi senilai £600 juta, untuk mencegah penutupan fasilitas di Scunthorpe. Namun beban utang yang membengkak dan harga energi yang melambung membuat Jingye kesulitan mempertahankan operasi.
Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris kemudian mengumumkan langkah drastis: nasionalisasi penuh British Steel. “Ini adalah keputusan penting untuk melindungi masa depan produksi baja di Inggris dan memastikan rantai pasok nasional tetap aman,” ujar pernyataan resmi pemerintah. Sebagai gantinya, perusahaan akan dikelola oleh badan khusus hingga investor baru ditemukan atau restrukturisasi rampung.
Reaksi China: Kekecewaan dan Peringatan Keras
Tak butuh waktu lama bagi Beijing untuk merespons. Kementerian Perdagangan China menyatakan pihaknya “sangat tidak puas” dengan pengambilalihan itu. Dalam pernyataan resmi, kementerian menyebut langkah Inggris sebagai preseden buruk yang bisa mengguncang keyakinan korporasi China untuk menanam modal di negara tersebut.
“Keputusan ini memberikan pukulan telak bagi kepercayaan perusahaan-perusahaan China dalam berinvestasi di Inggris,” tegas juru bicara kementerian.
Pernyataan itu menekankan bahwa seharusnya perbedaan pandangan bisnis diselesaikan melalui dialog, bukan dengan intervensi sepihak yang merugikan salah satu pihak. China juga menyimpan daftar panjang investasi strategis di Inggris, mulai dari properti, energi nuklir, hingga infrastruktur telekomunikasi. Nasionalisasi British Steel dikhawatirkan menjadi katalis ketidakpastian baru bagi proyek-proyek tersebut.
Dampak pada Investasi China di Inggris
Data dari firma riset Rhodium Group menunjukkan total investasi China di Inggris mencapai £44 miliar pada 2023, menjadikan Inggris mitra utama setelah Eropa daratan. Sektor manufaktur dan energi mendapat porsi besar. British Steel, dengan 4.000 pekerja langsung dan ribuan lainnya di rantai pasok, merupakan simbol kehadiran industri China di jantung ekonomi Inggris.
“Ini bukan sekadar soal satu pabrik baja. Ini tentang persepsi risiko regulasi yang semakin nyata di Inggris pasca-Brexit,” komentar Dr. Sarah Liu, pengamat hubungan dagang Sino-Inggris dari London School of Economics. Sejumlah pengusaha China yang enggan disebut namanya mengaku akan meninjau ulang rencana ekspansi mereka, terutama di sektor serupa yang rentan terhadap kepentingan politik.
Analisis: Hubungan Ekonomi Dua Negara di Persimpangan
Hubungan bilateral China-Inggris sempat memanas sejak pemerintahan Partai Buruh mengambil sumpah pada Juli 2024, memperketat pengawasan terhadap investasi asing di sektor vital. Nasionalisasi British Steel adalah puncak dari kebijakan proteksionisme yang mulai diadopsi London, meski Inggris tetap membutuhkan dana asing untuk membiayai transisi hijau dan pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, China menghadapi dilema. Sebagai investor global, Beijing membutuhkan stabilitas di negara-negara mitra. “Mereka tengah membangun narasi ‘pembangun peradaban’ lewat Belt and Road Initiative, sehingga langkah seperti ini harus ditanggapi keras agar tidak menjadi preseden di negara lain,” tulis analis korporasi dari Caixin, Li Wei.
Meski begitu, potensi perang dagang atau saling balas belum terlihat. Kedua belah pihak diprediksi akan memilih komunikasi diplomatik sebelum eskalasi lebih lanjut. Namun bayang-bayang hubungan yang kian merenggang tidak bisa diabaikan, terutama dengan makin dekatnya pemilu sela di Inggris yang bisa mempertajam retorika anti-asing.
[SOCIAL_TWEET]: China protes keras nasionalisasi British Steel oleh Inggris, sebut pukulan telak bagi kepercayaan investor. Akankah hubungan ekonomi dua negara kian memburuk? #ChinaUK #BritishSteel #Investasi[SOCIAL_TG]: 🔥 China Murka! 🇨🇳 Nasionalisasi British Steel oleh Inggris dinilai merusak kepercayaan investor. Simak reaksi lengkap Beijing dan dampaknya di sini. 📉 #BritishSteel
Comments (0)