BUSAN — Kebocoran Gas Kapal Rusia Picu Korban Jiwa dan Luka

Dua anak kapal berpaspor Rusia berada dalam kondisi kritis akibat henti jantung (cardiac arrest), sementara dua lainnya mengalami luka-luka setelah insiden

Sep 15, 2026 - 10:36
0 0
BUSAN — Kebocoran Gas Kapal Rusia Picu Korban Jiwa dan Luka

Dua anak kapal berpaspor Rusia berada dalam kondisi kritis akibat henti jantung (cardiac arrest), sementara dua lainnya mengalami luka-luka setelah insiden kebocoran gas beracun terjadi di atas kapal penangkap ikan berbendera Rusia yang sedang berlabuh di Pelabuhan Gamcheon, Busan, Korea Selatan. Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu (15/9) ini kembali menyoroti kerentanan keselamatan kerja pada industri perikanan tangkap skala besar yang beroperasi di wilayah perairan Asia Timur. Petugas pemadam kebakaran dan tim medis darurat Busan segera dikerahkan ke lokasi begitu laporan pertama diterima pada sore hari waktu setempat.

Berdasarkan data awal dari otoritas Kepolisian Perairan Busan dan Layanan Pemadam Kebakaran Kota Busan, gas yang bocor diduga kuat berasal dari sistem pendingin palka penyimpanan ikan (refrigeration system) kapal yang menggunakan bahan kimia berbahaya, seperti amonia cair. Korban yang mengalami henti jantung langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam upaya pemulihan intensif oleh tim medis Layanan Pemadam Kebakaran Busan, sementara dua korban luka lainnya mendapatkan perawatan akibat paparan gas beracun dan luka fisik ringan saat berupaya menyelamatkan diri dari kompartemen tertutup.

Risiko Sistem Pendingin Kapal Tua dan Standar K3 Laut

Insiden di Pelabuhan Gamcheon ini menyingkap tabir ketatnya tantangan keselamatan pada armada kapal penangkap ikan berbendera asing yang sering kali menggunakan kapal berusia tua. Sistem pendingin amonia, meski efektif untuk pembekuan ikan skala industri dalam jangka panjang, menyimpan bahaya fatal jika pipa penyalur mengalami korosi atau kegagalan pemeliharaan secara berkala. Kebocoran amonia di ruang tertutup (confined space) seperti palka kapal dapat dengan cepat mengikis oksigen, memicu kejang, henti jantung, hingga kematian hanya dalam hitungan menit.

Faktor Risiko Dampak K3 Maritim Tingkat Bahaya
Kebocoran Amonia (Refrigerant) Henti jantung, luka bakar kimia pada saluran napas Sangat Tinggi
Ruang Tertutup (Confined Space) Depresi oksigen seketika, hambatan evakuasi Tinggi
Kapal Berusia Lanjut Deteriorasi struktur pipa dan kegagalan katup gas Tinggi
"Insiden kebocoran zat pendingin di atas kapal tangkap bukan sekadar kecelakaan teknis biasa, melainkan cerminan dari lemahnya audit pemeliharaan berkala pada kapal-kapal bertonase besar yang bersandar di pelabuhan internasional," ujar Dr. Park Hyun-woo, analis keselamatan maritim dari Busan Maritime Research Institute.

Penyelidikan Otoritas dan Prosedur Pelabuhan

Penanganan medis darurat saat ini berjalan sejajar dengan penyelidikan komprehensif yang diluncurkan oleh Pengawal Pantai Korea Selatan (KCG). Petugas forensik dan spesialis bahan berbahaya (Hazmat) telah memasuki lokasi kejadian setelah memastikannya aman dari sisa-sisa konsentrasi gas berbahaya. Penyelidikan berfokus pada apakah terdapat kelalaian manusia (human error), kegagalan mekanis pada katup tekanan, atau pelanggaran regulasi keselamatan kerja (occupational health and safety rules) oleh kapten kapal maupun perusahaan pemilik armada.

Beberapa langkah evaluasi utama yang kini disorot oleh pihak berwenang meliputi:

  • Inspeksi Kelayakan Pipa: Meneliti riwayat servis sistem pendingin udara dan pembeku kapal Rusia tersebut.
  • Prosedur Evakuasi Darurat: Memeriksa apakah alur evakuasi kapal memenuhi standar internasional SOLAS (Safety of Life at Sea).
  • Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD): Memastikan keberadaan respirator pemadam dan detektor gas mandiri di dalam kompartemen berisiko tinggi.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi otoritas pelabuhan Busan yang merupakan salah satu hub perikanan terbesar di Asia Pasifik. Peningkatan frekuensi lalu lalang kapal asing di Gamcheon menuntut pengawasan yang jauh lebih ketat, tidak hanya pada lalu lintas navigasi, tetapi juga pada kepatuhan teknis di dalam geladak kapal. Tanpa penegakan aturan keselamatan maritim yang tegas dan berstandar global, risiko paparan zat berbahaya seperti ini akan terus membahayakan jiwa para pelaut yang bekerja di garis depan industri perikanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User