Bripda Dita Sabet Emas di Final Piala Kapolri

Bripda Dita Aulia Permata Putri sukses merebut medali emas di final Piala Kapolri 2024 cabang tinju kelas 60 kg, Sabtu malam di GOR Cilangkap. Kemenangan KO spektakuler di ronde ketiga melawan Bripda ...

Jul 12, 2026 - 02:29
0 0
Bripda Dita Sabet Emas di Final Piala Kapolri

Bripda Dita Aulia Permata Putri sukses merebut medali emas di final Piala Kapolri 2024 cabang tinju kelas 60 kg, Sabtu malam di GOR Cilangkap. Kemenangan KO spektakuler di ronde ketiga melawan Bripda Rina Mariana membuat penonton histeris. Skor akhir: Dita menang TKO pada menit ke-1 ronde ke-3, dengan catatan pukulan tepat 47 banding 22. Penguasaan ring Dita mencapai 68%, sementara Rina hanya 32%. Starting XI? Dalam tinju, tidak ada starting XI, tapi Dita tampil dengan gaya orthodox yang solid.

Ronde Pertama: Dita Kuasai Jarak Jauh

Sejak bel dibunyikan, Dita langsung menekan dengan jab kiri yang rapat. Statistik menunjukkan ia melepaskan 38 pukulan, 18 di antaranya tepat sasaran. Rina, yang bertubuh lebih pendek, kesulitan menemukan jarak. Pada menit ke-2, Dita mendaratkan hook kanan yang membuat Rina goyah. Wasit memberikan peringatan, namun Rina mampu bertahan hingga akhir ronde. Skor sementara 10-9 untuk Dita.

Ronde Kedua: Rina Bangkit, Dita Tetap Tenang

Memasuki ronde kedua, Rina mengubah strategi. Ia lebih agresif masuk ke dalam. Penguasaan ring sempat berbalik — Rina 55%, Dita 45%. Namun Dita justru memanfaatkan momentum dengan counterpunch. Pada menit ke-1, kombinasi uppercut kiri dan overhand kanan mendarat telak di dagu Rina. Kartu kuning dikeluarkan wasit karena Rina memukul di bawah sabuk secara tidak sengaja. Shots on target ronde ini: Dita 14, Rina 9. Skor setelah dua ronde: 20-18 untuk Dita.

“Saya hanya fokus pada instruksi pelatih. Jaga jarak, jangan terburu-buru. Saya percaya pukulan yang terukur lebih efektif,” ujar Bripda Dita usai pertandingan.

Ronde Ketiga: KO yang Mencengangkan

Di ronde ketiga, Dita langsung menekan. Kombinasi jab-cross-bodyhook membuat Rina terpojok di sudut ring. Menit ke-1 detik ke-45, pukulan kanan keras Dita mendarat di pelipis Rina. Rina terjatuh dengan posisi terlentang. Wasit mulai menghitung — satu, dua, tiga — hingga sepuluh Rina tak mampu bangkit. TKO! Skor akhir: kemenangan KO untuk Dita. Statistik akhir: total pukulan Dita 92 (47 tepat), Rina 76 (22 tepat). Penguasaan ring Dita 68% berbanding 32%.

Apresiasi Polda Papua dan Pelatih

Polda Papua langsung memberikan apresiasi tinggi. Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Ramadhan, menyatakan kebanggaannya. “Prestasi Bripda Dita membuktikan bahwa personel Polri tidak hanya mampu menjaga keamanan, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga. Ini hasil dari latihan keras dan dedikasi,” ujarnya. Pelatih tim tinju Polda Papua, AKP Budi Santoso, menambahkan bahwa Dita menunjukkan kematangan teknik yang luar biasa. “Ia melakukan adjustment strategi di setiap ronde. Kami sangat bangga,” katanya.

Analisis Taktik: Clean Sheet Fisik dan Mental

Dita berhasil mencatatkan clean sheet dalam artian tidak pernah dihitung wasit atau kena knockdown. Pertahanan solid dengan footwork yang rapi. Pelatih menerapkan formasi defensif-kontra, berbeda dengan Rina yang cenderung ofensif. Dari segi statistik, persentase pertahanan Dita mencapai 72%, sementara Rina hanya 51%. Ini menunjukkan bahwa Dita lebih efektif dalam menghindari pukulan. Selain itu, Dita juga unggul dalam serangan jarak jauh — pukulan lurus (jab dan cross) menyumbang 60% dari total pukulan tepat.

Ke depannya, Bripda Dita dijadwalkan mengikuti seleksi untuk mewakili Indonesia di ajang internasional. Dengan kemenangan ini, ia membuka peluang besar untuk menembus tim nasional tinju Polri. Polda Papua menjanjikan dukungan penuh, termasuk program latihan khusus dan pendampingan psikolog. “Kami tidak akan berhenti di sini. Target selanjutnya adalah emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan dunia antar kepolisian,” pungkas Kombes Ramadhan.

Keberhasilan Bripda Dita menjadi inspirasi bagi anggota Polri lainnya, bahwa karier di kepolisian tidak melulu soal tugas lapangan, tapi juga bisa bersinar di atas ring. Satu lagi medali emas untuk Papua, satu lagi bukti bahwa kerja keras dan disiplin membuahkan hasil gemilang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User