Borneo FC vs Arema FC: Duel Final Piala Presiden 2024 di Solo
Skor akhir 1-1 (4-3 penalti) — Arema FC keluar sebagai juara Piala Presiden 2024 setelah drama adu penalti melawan Borneo FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/8/2024). Laga yang berlangsung selama...
Skor akhir 1-1 (4-3 penalti) — Arema FC keluar sebagai juara Piala Presiden 2024 setelah drama adu penalti melawan Borneo FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/8/2024). Laga yang berlangsung selama 90 menit plus tambahan waktu itu menyajikan tensi tinggi, taktik rapat, dan penyelamatan krusial yang membuat penonton bertahan hingga titik putih terakhir.
Jalannya Babak Pertama: Tekanan Borneo, Tembok Arema
Sejak peluit kick-off, Borneo FC tampil menekan dengan formasi 4-3-3. Penguasaan bola di paruh pertama mencapai 58% untuk Pesut Etam, dengan 5 shots on target dari total 9 percobaan. Menit ke-23, winger Borneo melepaskan tendangan kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti, namun kiper Arema FC, Lucas Frigeri, sigap menepis bola ke luar lapangan. Itulah momen yang menjadi pola sepanjang laga: serangan bertubi Borneo, benteng rapat Singo Edan.
Arema FC yang diasuh pelatih Joel Cornelli menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan disiplin garis pertahanan rendah. Mereka baru keluar menyerang lewat serangan balik cepat. Menit ke-37, sebuah umpan terobosan dari lini tengah nyaris membuahkan gol, tetapi offside membuat peluang itu buyar. Babak pertama berakhir tanpa gol, 0-0, meski Borneo mencatatkan 7 tendangan sudut berbanding 2 milik Arema.
Babak Kedua: Gol, VAR, dan Drama Penalti
Memasuki menit ke-58, kebuntuan pecah. Borneo FC membuka keunggulan lewat sundulan striker mereka setelah menerima assist dari sisi kiri. Skor berubah 1-0. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Menit ke-72, Arema FC menyamakan kedudukan melalui tendangan jarak dekat setelah kemelut di kotak penalti. Wasit sempat mengecek VAR untuk potensi offside, tetapi gol dinyatakan sah. Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit.
Statistik akhir waktu normal: penguasaan bola 55%-45% untuk Borneo, shots on target 8-5, pelanggaran 14-17, dan kartu kuning 3-4. Tidak ada kartu merah, meski tensi sempat memanas di menit ke-85 ketika dua pemain terlibat adu mulut usai pelanggaran keras di tengah lapangan.
Adu Penalti: Frigeri Jadi Pahlawan
Di babak tos-tosan, Lucas Frigeri menjelma pahlawan. Kiper asal Brasil itu menepis dua eksekusi Borneo FC, termasuk tendangan penalti kelima yang seharusnya bisa menyamakan kedudukan. Arema FC menang 4-3 dalam drama penalti. Clean sheet di babak penalti tidak tercipta, tetapi penyelamatan Frigeri menjadi faktor penentu.
"Kami tahu Borneo sangat kuat dalam penguasaan bola. Kami bertahan dengan sabar, dan Frigeri menunjukkan kelasnya. Ini kemenangan untuk seluruh pemain," ujar Joel Cornelli usai laga.
Bagi Borneo FC, kekalahan ini terasa pahit. Mereka mendominasi hampir semua statistik, tetapi gagal memaksimalkan peluang. Pelatih Borneo menyebut timnya kurang beruntung. "Kami menciptakan peluang, tapi sepak bola memutuskan lewat penalti. Kami harus bangkit," katanya.
Dengan hasil ini, Arema FC menambah koleksi trofi Piala Presiden, sementara Borneo FC harus puas menjadi runner-up. Stadion Manahan menjadi saksi bagaimana sebuah final ditentukan oleh ketenangan di titik putih dan refleks seorang kiper.
Comments (0)