BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bali Mulai November

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat Bali dan wisatawan

Sep 28, 2026 - 14:24
0 0
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bali Mulai November

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat Bali dan wisatawan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai melanda pulau tersebut pada November 2026. Peringatan ini disampaikan seiring dimulainya peralihan musim dari kemarau ke penghujan yang membawa konsekuensi meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar menegaskan bahwa pola atmosfer di sekitar wilayah Bali menunjukkan tanda-tanda penguatan aktivitas konvektif. Kombinasi antara pemanasan permukaan yang tinggi dan pasokan uap air dari Samudra Hindia menjadi pemicu utama terbentuknya awan cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

"Kami mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di pesisir dan dataran tinggi, untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir perlu diantisipasi, khususnya pada sore hingga malam hari." — Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar

Pola Cuaca Ekstrem dan Wilayah Rawan Dampak

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, beberapa wilayah di Bali teridentifikasi memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap dampak cuaca ekstrem. Kawasan Bali Selatan seperti Denpasar, Badung, dan Gianyar berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang dapat memicu genangan dan banjir lokal. Sementara itu, wilayah Bali Tengah dan Timur seperti Kintamani, Bangli, dan Karangasem berisiko mengalami tanah longsor akibat jenuhnya struktur tanah.

BMKG juga mencatat bahwa kecepatan angin di lapisan permukaan dapat mencapai kisaran 20 hingga 30 knot pada periode puncak musim hujan. Kondisi ini berbahaya bagi aktivitas pelayaran tradisional maupun jalur penyeberangan antar pulau, termasuk lintasan Gilimanuk–Ketapang dan Padangbai–Lembar.

Wilayah Potensi Dampak Periode Rawan
Bali Selatan (Denpasar, Badung) Banjir lokal, genangan November–Desember 2026
Bali Tengah (Kintamani, Bangli) Tanah longsor Desember 2026–Januari 2027
Perairan Bali Gelombang tinggi, angin kencang November 2026–Februari 2027

Dampak terhadap Sektor Pariwisata dan Penerbangan

Bali sebagai destinasi wisata utama nasional menghadapi tantangan ganda ketika cuaca ekstrem melanda. Aktivitas wisata bahaya seperti snorkeling, diving, dan water sports berpotensi dibatasi demi keselamatan. Selain itu, gangguan pada jadwal penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat terjadi jika visibilitas menurun akibat hujan lebat atau kabut tebal.

Pengelola destinasi wisata dan operator penerbangan diharapkan memiliki protokol mitigasi yang jelas dalam menghadapi cuaca ekstrem, agar keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas tanpa mengganggu kelangsungan industri pariwisata.

BMKG merekomendasikan langkah-langkah antisipatif seperti pembersihan saluran drainase, pengecekan pohon berisiko tumbang, serta penyiapan jalur evakuasi di kawasan rawan longsor. Masyarakat juga diminta tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.

Informasi prakiraan cuaca terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial BBMKG Wilayah III Denpasar. Kewaspadaan dini diharapkan dapat meminimalkan korban jiwa dan kerugian material selama periode musim hujan 2026–2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User