Bezzecchi Tercepat di Practice MotoGP Inggris, Marquez Keenam
Silverstone langsung memanas! Marco Bezzecchi membuka akhir pekan MotoGP Inggris 2026 dengan cara paling meyakinkan: menjadi yang tercepat pada sesi Practice hari Jumat (7/8). Pembalap andalan Aprilia...
Silverstone langsung memanas! Marco Bezzecchi membuka akhir pekan MotoGP Inggris 2026 dengan cara paling meyakinkan: menjadi yang tercepat pada sesi Practice hari Jumat (7/8). Pembalap andalan Aprilia Racing itu membukukan waktu terbaik 1 menit 58,412 detik dalam time attack penutup sesi, mengungguli seluruh rivalnya di bawah langit Northamptonshire yang sempat mendung. Sementara itu, sorotan juga tertuju pada Marc Marquez yang hanya mampu menempati posisi keenam, tertinggal lebih dari empat persepuluh detik dari Bezzecchi.
Hasil ini menjadi sinyal kuat dari kubu Noale. Sejak sesi dibuka, Bezzecchi terlihat nyaman dengan karakter cepat dan mengalir khas Silverstone — kombinasi tikungan high-speed seperti Maggotts, Becketts, dan Chapel yang menuntut keberanian serta stabilitas aerodinamika. RS-GP tunggangannya tampak patuh di setiap pergantian arah, dan data sektor membuktikannya: Bezzecchi menjadi yang tercepat di sektor 2, bagian paling teknis dari sirkuit sepanjang 5,9 kilometer ini.
Jalannya Sesi: Drama Time Attack di Menit Akhir
Sesi Practice yang berlangsung 60 menit ini berjalan dalam dua babak berbeda. Empat puluh menit pertama didominasi program long run dengan ban medium, di mana para pembalap fokus mengumpulkan data race pace untuk balapan Minggu. Barulah pada 15 menit terakhir, seluruh garasi memasang ban belakang kompon lunak untuk simulasi kualifikasi — dan di sinilah Silverstone berubah menjadi arena adu cepat sesungguhnya.
Bezzecchi melesat ke puncak timesheet pada percobaan terakhirnya, menggusur pembalap lain yang sempat memimpin. Catatan 1 menit 58,412 detik miliknya hanya berselisih tipis dari rekor lap resmi sirkuit, padahal kondisi lintasan sore itu tidak sepenuhnya ideal dengan suhu aspal 28 derajat Celcius dan angin kencang khas Silverstone yang mengganggu stabilitas di tikungan cepat.
Di belakangnya, persaingan sangat rapat. Selisih posisi kedua hingga ketujuh hanya berkisar 0,3 detik, menandakan balapan akhir pekan ini berpotensi berjalan ketat. Beberapa pembalap bahkan gagal memaksimalkan lap terakhirnya karena terjebak lalu lintas di sektor pamungkas, termasuk satu insiden kecil yang sempat diperiksa race direction sebelum dinyatakan tidak memerlukan tindakan lanjut.
Analisis Performa Bezzecchi dan Aprilia
Ini bukan kebetulan. Aprilia datang ke Silverstone dengan paket aerodinamika baru yang diperkenalkan sejak seri sebelumnya, dan Bezzecchi tampak semakin menyatu dengan motor sejak paruh musim dimulai. Data telemetri menunjukkan kecepatan puncaknya di Hangar Straight menembus lebih dari 340 km/jam, berada di jajaran teratas bersama motor-motor Ducati — sesuatu yang jarang terlihat dari pabrikan Noale di musim-musim sebelumnya.
Yang lebih mengesankan adalah konsistensinya. Dalam simulasi long run, Bezzecchi mencatat rata-rata lap di kisaran 1 menit 59,8 detik dengan ban bekas, ritme yang sangat kompetitif untuk jarak balapan penuh. Jika kondisi cuaca tetap kering, pembalap Italia ini jelas masuk daftar teratas kandidat pemenang seri Inggris.
“Motor terasa fantastis sejak lap pertama. Kami tahu Silverstone cocok dengan karakter RS-GP, dan hari ini kami membuktikannya. Tapi ini baru hari Jumat — yang terpenting adalah Minggu,” ujar Bezzecchi usai sesi.
Marquez Keenam: Alarm atau Strategi?
Namun, cerita besar lainnya datang dari garasi seberang. Marc Marquez, yang tengah berada dalam perburuan gelar juara dunia, hanya menempati posisi keenam dengan catatan waktu 1 menit 58,831 detik — tertinggal 0,419 detik dari Bezzecchi. Bagi pembalap sekalibernya, ini bukan posisi yang biasa.
Kendati demikian, terlalu dini menyebut sang bintang dalam masalah. Analisis lap demi lap menunjukkan Marquez menghabiskan hampir seluruh sesi dengan ban kompon medium untuk mengumpulkan data balapan, dan hanya melakukan satu percobaan time attack — berbeda dengan rival-rivalnya yang mencoba dua hingga tiga kali. Race pace miliknya justru termasuk tiga terbaik, dengan rata-rata lap yang hanya berjarak 0,1 detik dari Bezzecchi pada simulasi jarak jauh.
Timnya juga terlihat menguji dua konfigurasi sasis berbeda sepanjang sesi, indikasi kuat bahwa prioritas mereka adalah set-up balapan, bukan catatan waktu hari Jumat. Meski begitu, dengan format MotoGP saat ini, posisi di sesi Practice menentukan tiket langsung ke Q2 — dan Marquez memastikan tempatnya di sepuluh besar, walau tanpa margin yang nyaman.
Menuju Kualifikasi: Siapa Favorit Pole Position?
Dengan sepuluh pembalap teratas langsung lolos ke Q2, pertarungan pole position pada Sabtu diprediksi sengit. Bezzecchi jelas menjadi favorit berdasarkan hasil hari ini, tetapi Silverstone dikenal sebagai sirkuit yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca — dan prakiraan menunjukkan peluang hujan pada Sabtu pagi.
Jika kualifikasi berjalan dalam kondisi basah, seluruh data hari Jumat bisa saja kehilangan makna. Namun satu hal yang pasti: Bezzecchi dan Aprilia telah mengirim pesan tegas kepada seluruh grid. Mereka datang ke Inggris bukan untuk sekadar berpartisipasi, melainkan untuk menang. Sesi kualifikasi dan sprint race akan menjawab apakah kecepatan hari Jumat ini bisa dikonversi menjadi hasil nyata — dan apakah Marquez masih menyimpan kartu as yang belum ia keluarkan.
Comments (0)