Bezzecchi Tampil Ganas di Sprint MotoGP Inggris, Aprilia Rayakan Podium Silverstone

Hari kedua rangkaian MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone ditutup dengan kabar gembira bagi tim Aprilia Racing. Marco Bezzecchi berhasil menyabet posisi kedua pada balapan Sprint Sabtu (8/...

Aug 26, 2026 - 08:15
0 0
Bezzecchi Tampil Ganas di Sprint MotoGP Inggris, Aprilia Rayakan Podium Silverstone

Hari kedua rangkaian MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone ditutup dengan kabar gembira bagi tim Aprilia Racing. Marco Bezzecchi berhasil menyabet posisi kedua pada balapan Sprint Sabtu (8/8/2026) setelah menjalani 11 putaran penuh tekanan di lintasan sepanjang 5,900 kilometer itu. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa RS-GP miliknya kian serius menjadi ancaman bagi armada Ducati yang selama ini mendominasi klasemen.

Memulai lomba dari formasi start keempat, pembalap kelahiran Rimini tersebut langsung menunjukkan intensitas tinggi begitu lampu start padam. Di tikungan pembuka Farm Curve, Bezzecchi memaksa rival-rivalnya membela garis dan sukses menyelinap ke posisi ketiga sebelum putaran pertama usai. Kecepatan tertinggi yang dicatat unit RS-GP-nya mencapai 359,8 km/jam di lurusan Hangar Straight — angka tercepat kedua di antara seluruh grid pada sesi tersebut.

Duel Sengit di Sektor Berkecepatan Tinggi

Putaran ketiga menjadi momen krusial. Memanfaatkan slipstream sempurna di lintasan lurus Wellington, Bezzecchi melewati salah satu pembalap Yamaha di titik rem tikungan Village, lalu langsung membuka jarak aman lewat kompleks The Loop dan Aintree. Sejak itu, fokusnya bergeser ke depan: mengejar pemimpin balapan yang telah menciptakan celah 1,4 detik.

Sirkuit Silverstone memang identik dengan kombinasi tikungan cepat Maggotts–Becketts–Chapel yang menuntut kestabilan chassis dan keberanian ekstra. Di sektor inilah Bezzecchi paling unggul. Data telemetri mencatat waktu putaran terbaiknya 1 menit 58,412 detik, tercatat pada putaran keenam — menjadikannya salah satu dari sedikit pembalap yang mampu menembus batas 1:58 pada balapan Sprint tersebut.

Namun jarak yang terlanjur terbuka sulit dipangkas sepenuhnya. Meski selisih berhasil ditekan hingga 0,9 detik pada putaran kesembilan, ban belakang kompon lun yang mulai drop memaksa Bezzecchi mengatur ritme. Ia memilih mengamankan podium alih-alih memaksakan manuver berisiko di tikungan Copse, titik salip paling berbahaya di Silverstone.

"Kami tahu karakter sirkuit ini cocok dengan paket motor kami. Sayangnya start saya belum sempurna, jadi harus bekerja keras di beberapa putaran awal. Untuk balapan utama besok, kami punya data bagus dan saya yakin bisa lebih agresif lagi," ujar Bezzecchi usai turun dari podum.

Strategi Ban dan Manajemen Ritme Jadi Penentu

Dari sisi taktik, keputusan memilih ban belakang kompon lun terbukti pedang bermata dua. Kompon tersebut memberi traksi luar biasa pada fase akselerasi keluar tikungan lambat seperti Village dan Brooklands, namun degradasinya di separuh akhir balapan menuntut manajemen ritme matang. Papan pit dari crew chief terus memberi instruksi agar tekanan ban tetap berada di rentang optimal.

Perbandingan data sektor memperlihatkan dominasi Bezzecchi di sektor dua, bagian tersibuk sirkuit dengan deretan tikungan cepat. Ia unggul 0,21 detik dari rata-rata rival terdekatnya di segmen tersebut, meski harus mengakui keunggulan lawan di sektor tiga yang menuntut traksi mekanis murni. Kombinasi aerodinika efisien dan posisi berkendara yang nyaman membuatnya stabil menjaga racing line tanpa banyak kesalahan sepanjang 11 putaran.

Dampak pada Klasemen Sementara

Hasil finis kedua di Sprint menghadiahkan 12 poin tambahan bagi Bezzecchi dan memperbesar koleksinya menjadi 156 angka di klasemen sementara. Posisinya kian kokoh di tiga besar peringkat, hanya tertinggal tipis dari puncak klasemen menjelang balapan utama dengan 100 poin penuh yang masih tersedia dari sisa musim.

Bagi Aprilia Racing, podium di Silverstone adalah sinyal positif sekaligus modal moral menjelang paruh kedua musim. Tim berbasis di Noale itu membuktikan bahwa pengembangan aero dan elektronik mereka berjalan di jalur benar, terutama untuk sirkuit-sirkuit bertipe high-speed yang akan dihadapi pada beberapa seri ke depan.

Mata kini tertuju pada balapan utama hari Minggu dengan jarak 20 putaran. Jika ritme yang ditampilkan pada Sprint ini bisa dipertahankan, Bezzecchi memiliki peluang nyata mencatatkan hasil terbaiknya di musim 2026 — bahkan mungkin mengulang kenangan manis di tanah Inggris dengan capaian yang lebih tinggi lagi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User