Bermain Sepuluh Orang Sejak Menit ke-12, Al Nassr Bangkit Menang 3-2

Stadion Prince Mohamed bin Fahd menjadi saksi salah satu kemenangan paling liar musim ini. Skor akhir 3-2 untuk Al Nassr — diraih ketika mereka bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu j...

Aug 26, 2026 - 07:13
0 0
Bermain Sepuluh Orang Sejak Menit ke-12, Al Nassr Bangkit Menang 3-2

Stadion Prince Mohamed bin Fahd menjadi saksi salah satu kemenangan paling liar musim ini. Skor akhir 3-2 untuk Al Nassr — diraih ketika mereka bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam penuh dan sempat tertinggal dua gol. Malam Rabu (26/8/2026), tim tamu itu membuktikan bahwa pertandingan sepak bola tidak pernah selesai sebelum wasit meniup peluit panjang, dan malam ini statistik pun ikut berpihak kepada mereka.

Kartu Merah Menit ke-12 Mengubah Seluruh Rencana

Rencana permainan Al Nassr runtuh dengan sangat cepat. Menit ke-12, ayunan tangan Aymeric Laporte mengenai wajah Moussa Dembélé saat duel bola mati di kotak penalti. Wasit sempat melanjutkan permainan, namun VAR memanggilnya untuk meninjau ulang insiden di layar pinggir lapangan. Keputusan akhir pun jatuh: kartu merah langsung untuk bek tengah tersebut tanpa kompromi.

Starting XI berformasi 4-3-3 dipaksa direstrukturisasi total. Salah satu gelandang ditarik mundur menambal lini pertahanan, formasi berubah menjadi 4-4-1, dan Cristiano Ronaldo tersisa sendirian di ujung serangan. Konsekuensinya langsung terasa: penguasaan bola yang biasa didominasi Al Nassr justru berpindah ke tangan tuan rumah, dengan Georginio Wijnaldum mengontrol tempo di lini tengah Al Ettifaq.

Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-34. Umpan silang dari sisi kanan dilepas Jack Hendry, dan Dembélé — pemain yang sempat menjadi korban insiden kartu merah — menyambar voli first-time dari jarak enam yard. Bento hanya bisa menatap bola bersarang di sudut gawangnya. 1-0 untuk Al Ettifaq.

Tepat sebelum jeda, luka Al Nassr bertambah dalam. Menit ke-45+2, sepakan keras Wijnaldum dari luar kotak penalti membentur mistar, bola memantul ke area sekunder dan diselesaikan dengan satu sentuhan oleh penyerang sayap tuan rumah. Offside sempat dipertanyakan para pemain tamu, namun garis bantu video memastikan posisi sah. 2-0. Suasana stadion bergemuruh.

Ronaldo Ditarik Keluar, Rotasi Berani yang Berbuah Manis

Jeda pertandingan menjadi titik balik seluruh laga. Keputusan kontroversial lahir dari ruang ganti: Cristiano Ronaldo ditarik keluar dan digantikan João Félix. Langkah berani — menarik sang kapten saat tim tertinggal dua gol — namun logika taktisnya masuk akal. Dengan sepuluh pemain, Al Nassr membutuhkan intensitas lari tinggi dan pressing berkelompok, bukan penyerang tunggal yang menunggu bola di kotak penalti lawan.

Formasi kembali diubah menjadi 4-4-2 berbentuk belah ketupat. Sadio Mané maju berduet dengan Félix, didukung Kingsley Coman dan Otávio di sayap. Hasilnya instan. Menit ke-58, kombinasi dua sentuhan antara Félix dan Otávio membuka ruang di sisi kiri; Coman memotong ke dalam lalu melepaskan tendangan melengkung yang menghujam pojok jauh tak terjangkau kiper. 2-1. Momentum berpindah sepenuhnya.

Menit ke-71, penalti! Mané jatuh setelah bajunya ditarik di dalam kotak penalti. VAR melakukan pemeriksaan singkat untuk memastikan titik pelanggaran, dan wasit tetap menunjuk titik putih. Mané mengambil alih eksekusi — tenang menunggu kiper bergerak, lalu menyodorkan bola ke sisi kanan. Skor imbang 2-2, dan tekanan kini berbalik menekan tuan rumah.

Drama belum selesai. Menit ke-88, sepak pojok dieksekusi Marcelo Brozović dengan bola melengkung ke tiang depan. Sundulan bek muda Ali Lajami menepis kiper secara tidak sempurna, dan João Félix menjadi pemain tercepat menyambut bola liar itu — menyentaknya ke jaring dari jarak dekat. 3-2. Comeback selesai, dan bangku cadangan Al Nassr meledak dalam perayaan.

Angka-Angka di Balik Kemenangan Anomali

Yang membuat hasil ini semakin istimewa adalah bagaimana statistik akhir justru berpihak pada tim yang bermain kurang satu orang. Penguasaan bola Al Nassr mencapai 61 persen, angka langka bagi tim dengan sepuluh pemain. Mereka mencatatkan 18 percobaan tendangan dengan 9 shots on target, jauh di atas Al Ettifaq yang hanya mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan.

Disiplin menjadi catatan tersendiri: Al Nassr menerima tiga kartu kuning tambahan pasca kartu merah Laporte, termasuk untuk Brozović karena protes berlebihan, sementara Al Ettifaq terkena dua kartu kuning. Duel udara dimenangkan tim tamu dengan angka 54 persen, bukti fisikalitas tetap terjaga meski kelelahan mulai terlihat pada 15 menit terakhir. Otávio mencatatkan satu assist, demikian pula Brozović lewat sepak pojok penentu.

"Kami tidak pernah berbicara soal kalah setelah kartu merah. Di ruang ganti kami hanya menyampaikan satu hal: cetak satu gol lebih dulu, lalu lihat apa yang terjadi. Pemain menjalankannya dengan karakter luar biasa."

Demikian pelatih Al Nassr dalam konferensi pers pasca laga, sambil memuji mentalitas anak-anak asuhnya yang berhasil mengubah laga yang nyaris pasti berakhir kekalahan menjadi tiga poin penuh.

Kemenangan dramatis ini menempatkan Al Nassr dalam posisi kuat di klasemen sementara, sekaligus mengirim pesan keras kepada para rival: bahkan ketika starting XI rusak di menit ke-12, kedalaman skuad dan mental juara tetap menjadi senjata utama. Al Ettifaq, di sisi lain, wajib merenungi bagaimana mereka melepaskan keunggulan dua gol di hadapan pendukung sendiri — pelajaran mahal tentang betapa kejamnya kompetisi level tertinggi ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User