Belasan Anak Panti Asuhan di Magelang Diare, Diduga Keracunan Nasi Goreng
Beritainti.com, Magelang - Sebanyak 13 anak penghuni Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Daarul Hikmah Putri Cabang Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, diduga mengalami keracunan makanan. Sel
Beritainti.com, Magelang - Sebanyak 13 anak penghuni Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Daarul Hikmah Putri Cabang Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, diduga mengalami keracunan makanan. Seluruh korban yang mayoritas masih berusia belasan tahun itu dilarikan ke RSU Aisyiyah Muntilan untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami di lapangan, insiden ini bermula pada Minggu (21/6) ketika pihak panti menerima donasi berupa nasi bungkus. Nasi tersebut kemudian diolah kembali oleh para penghuni panti dengan cara digoreng pada malam harinya. Tidak berselang lama setelah menyantap hidangan itu, para korban mulai merasakan gejala keracunan.
Kronologi Kejadian
Ketua Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Daarul Hikmah Putri Cabang Muhammadiyah Borobudur, Yus Listiawan, memberikan keterangan kepada awak media saat mendampingi para korban di RSA Muntilan. Ia menjelaskan bahwa nasi bungkus tersebut merupakan makanan donasi yang diterima oleh pihaknya sehari sebelumnya.
"Sama anak-anak digoreng malam hari. Itu digoreng, tidak ada aroma, tidak ada bau apa pun yang mengakibatkan itu basi atau seperti. Kemudian, mengalami diare, (ada) yang sebelum Subuh (Senin)," ujar Yus Listiawan kepada wartawan di RSA Muntilan, Kabupaten Magelang.
Menurut penuturannya, gejala awal mulai dirasakan oleh para anak asuh pada dini hari, bahkan beberapa di antaranya sudah mengalami diare hebat sebelum waktu Subuh tiba. Melihat kondisi yang semakin memburuk, pihak pengurus panti segera mengambil langkah cepat dengan membawa belasan korban tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.
Hingga berita ini diturunkan, tim medis RSU Aisyiyah Muntilan masih melakukan observasi dan penanganan terhadap seluruh korban. Pihak panti maupun rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penyebab pasti keracunan massal ini, namun dugaan sementara mengarah pada konsumsi nasi goreng yang diolah dari makanan donasi tersebut.
Media kami akan terus memantau perkembangan kondisi para korban dan investigasi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait insiden ini. Orang tua maupun wali dari para anak asuh diharapkan tetap tenang karena penanganan medis telah diberikan secara optimal oleh pihak rumah sakit.
Comments (0)