Belanda Susah Payah Atasi Senegal, Gol Akhir Antar ke Puncak Grup A
Doha – Tim nasional Belanda memulai petualangan Piala Dunia 2022 dengan susah payah. Menghadapi juara Afrika, Senegal, di Stadion Al Thumama, Senin (21/11) malam waktu setempat, De Oranje harus beke...
Doha – Tim nasional Belanda memulai petualangan Piala Dunia 2022 dengan susah payah. Menghadapi juara Afrika, Senegal, di Stadion Al Thumama, Senin (21/11) malam waktu setempat, De Oranje harus bekerja keras hingga menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan 2-0. Kemenangan ini langsung menempatkan Belanda di puncak klasemen Grup A, unggul selisih gol dari Ekuador yang sehari sebelumnya menumbangkan Qatar dengan skor identik.
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit awal. Senegal, meski tampil tanpa bintang utamanya Sadio Mané yang absen karena cedera, justru lebih banyak merepotkan pertahanan Belanda. Pelatih Aliou Cissé menurunkan formasi 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan Ismaila Sarr dan Krépin Diatta di sisi sayap. Di babak pertama, penguasaan bola Senegal mencapai 47 persen, menunjukkan kesetaraan dalam pengelolaan ritme permainan. Namun, penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Tercatat hanya dua dari tujuh percobaan tembakan Senegal yang tepat sasaran. Virgil van Dijk dan Nathan Aké berdiri kokoh sebagai palang pintu.
Belanda sendiri, di bawah racikan Louis van Gaal, bermain dengan sistem 3-5-2 yang fleksibel. Frenkie de Jong dan Steven Berghuis menjadi motor serangan, sementara Cody Gakpo, yang dipasang sebagai second striker, terus membuka ruang. Memasuki menit ke-30, Belanda mulai meningkatkan intensitas. Peluang emas datang dari sundulan Virgil van Dijk yang masih membentur mistar gawang Édouard Mendy. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Babak Pertama: Kebuntuan dan Gagalnya Finishing Senegal
Babak pertama menyajikan ironi taktis. Senegal yang tampil agresif dengan 8 kali percobaan tembakan gagal mencatatkan gol. Sarr dan Boulaye Dia sering kali terlambat memanfaatkan umpan tarik dari Idrissa Gueye. Di sisi lain, Belanda hanya melepaskan 3 tembakan, namun satu di antaranya nyaris berbuah gol. Statistik shots on target hanya 1 berbanding 2 untuk Senegal, mencerminkan minimnya kreativitas di sepertiga akhir kedua tim. Meskipun demikian, Belanda unggul dalam penguasaan bola sebesar 53 persen di babak ini, meski tanpa konversi nyata.
Dominasi Belanda Setelah Jeda dan Gol Penyelamat
Memasuki babak kedua, Van Gaal melakukan penyesuaian. Masuknya Teun Koopmeiners menggantikan Steven Berghuis menambah daya dobrak di lini tengah. Perubahan ini langsung berdampak pada peningkatan penguasaan bola yang mencapai 60 persen dalam 20 menit awal babak kedua. Namun, Senegal bukan tanpa perlawanan. Menit ke-63, Youssouf Sabaly melakukan overlap dan melepaskan umpan silang yang nyaris disambut Pape Gueye, tapi kiper Andries Noppert melakukan penyelamatan gemilang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-84. Berawal dari umpan silang Frenkie de Jong yang gagal diantisipasi lini belakang Senegal, bola liar disambut Cody Gakpo dengan sundulan yang tak mampu dijangkau Mendy. Gol ini menjadi perdana Gakpo di Piala Dunia dan mengubah total tensi permainan. Senegal yang terpaksa membuka pertahanan justru rentan diserang balik. Pada menit 90+9, di masa injury time, sebuah serangan balik cepat yang diinisiasi oleh Memphis Depay berhasil dituntaskan Davy Klaassen lewat tendangan mendatar, mengunci kemenangan Belanda 2-0. Statistik akhir menunjukkan Senegal 15 tembakan (4 tepat sasaran) berbanding Belanda dengan 10 tembakan (3 tepat sasaran), menegaskan apa yang disebut banyak pihak sebagai “kemenangan tidak populer” bagi Belanda.
Catatan Taktis: Pertahanan Disiplin dan Ketenangan di Menit Kritis
Kemenangan ini tak lepas dari disiplin pertahanan Belanda. Trio bek Matthijs de Ligt, Van Dijk, dan Aké mencatatkan total 21 sapuan dan 9 intersep. Noppert yang menjalani debut internasional di laga ini berhasil menorehkan clean sheet berkat tiga penyelamatan krusial. Sementara itu, Senegal harus membayar mahal kelemahan di lini depan. Tanpa Mané, produktivitas gol mereka tumpul. Ketiadaan penyelesai akhir paripurna menjadi masalah yang diwarisi dari generasi sebelumnya.
Hasil ini membawa Belanda ke posisi puncak Grup A dengan tiga poin, selisih gol +2. Ekuador menempel di posisi kedua dengan nilai sama. Senegal dan Qatar menjadi juru kunci. Bagi Belanda, perjuangan melawan Senegal adalah alarm untuk segera memperbaiki ketajaman jika ingin melaju jauh. Kemenangan ini memang susah payah, tapi tiga poin perdana tetap menjadi modal emosional yang berharga.
Comments (0)