Bareskrim Polri Ungkap 15 Perusahaan Sponsor Ratusan WNA Pengelola Judi Online di Hayam Wuruk

Jakarta – Bareskrim Polri terus mengembangkan penyelidikan terhadap jaringan judi online (judol) yang beroperasi secara tersembunyi di Gedung Hayam Wuruk Tower, Jakarta Barat. Dalam perkembangan te

Jul 06, 2026 - 13:40
0 1
Bareskrim Polri Ungkap 15 Perusahaan Sponsor Ratusan WNA Pengelola Judi Online di Hayam Wuruk

Jakarta – Bareskrim Polri terus mengembangkan penyelidikan terhadap jaringan judi online (judol) yang beroperasi secara tersembunyi di Gedung Hayam Wuruk Tower, Jakarta Barat. Dalam perkembangan terbaru, penyidik berhasil mengidentifikasi sedikitnya 15 perusahaan yang diduga kuat berperan sebagai sponsor bagi masuknya ratusan warga negara asing (WNA) pengelola situs judi ilegal tersebut ke Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa belasan perusahaan itu kini dalam penelusuran intensif. Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut menjadi penjamin para tersangka WNA untuk mendapatkan izin tinggal di Indonesia, dengan kedok kegiatan bisnis legal. “Dari hasil pendalaman terhadap para WNA yang diamankan, kami mendapatkan informasi terkait orang yang menjadi sponsor dan menjamin WNA ini masuk ke Indonesia. Terdapat 15 perusahaan yang sudah terinventarisir,” ujar Wira Satya dalam keterangan pers di gedung Bareskrim Polri, yang dikutip oleh media kami, Beritainti.com.

"Terdapat 15 perusahaan yang sudah terinventarisir."

Informasi ini merupakan buntut dari penggerebekan besar-besaran yang dilakukan Bareskrim di Hayam Wuruk Tower pada beberapa waktu lalu. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan ratusan WNA beserta sejumlah warga negara Indonesia yang diduga menjadi operator, admin, hingga teknisi situs judi daring. Para WNA itu berasal dari berbagai negara dan diduga dikendalikan oleh jaringan internasional yang sengaja memindahkan basis operasinya ke Indonesia untuk menghindari penegakan hukum di negara asal.

Profil Perusahaan Mulai Dipetakan

Brigjen Wira menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan profiling mendalam terhadap ke-15 perusahaan sponsor itu. Langkah profiling mencakup penelusuran legalitas badan usaha, alamat domisili, sektor industri yang dilaporkan, serta rekam jejak ketaatan terhadap peraturan keimigrasian dan ketenagakerjaan. Polri juga menggandeng instansi terkait, termasuk Kementerian Hukum dan Imigrasi, untuk menelusuri data perizinan WNA yang masuk melalui jalur perusahaan-perusahaan tersebut.

“Kami akan melihat apakah perusahaan-perusahaan ini benar-benar beroperasi sesuai bidangnya, atau hanya menjadi ‘cangkang’ untuk mengeluarkan visa dan izin tinggal bagi para operator judi online. Jika terbukti ada pelanggaran pidana, kami tidak akan ragu menetapkan korporasi maupun pengurusnya sebagai tersangka,” tegas Wira.

Hasil sementara profiling menunjukkan indikasi kuat bahwa sebagian besar perusahaan bergerak di bidang yang tidak terkait dengan aktivitas sebenarnya para WNA, seperti perdagangan umum, konsultan teknologi informasi, hingga hiburan. Modus seperti ini, menurut penyidik, kerap digunakan sindikat internasional untuk menyamarkan kegiatan ilegal mereka di balik badan hukum yang tampak sah.

Bareskrim juga terus mendalami kemungkinan adanya peran warga negara Indonesia yang menjadi penghubung antara perusahaan sponsor dan sindikat judol. Hingga kini, sejumlah tersangka WNI sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif, sementara penyidik mengejar aktor intelektual yang diduga berada di luar negeri.

Media kami melaporkan bahwa pengungkapan ini menjadi babak baru dalam pemberantasan judi online di Tanah Air. Selain menindak operator di lapangan, Polri berupaya memotong jalur masuk para pelaku sejak dari hulu, yakni dengan membongkar perusahaan-perusahaan penjamin yang menyediakan akses legal bagi mereka. Bareskrim menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini secara transnasional, termasuk menjajaki kerja sama dengan otoritas di negara asal para WNA untuk pertukaran informasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User