Banten Jadi Magnet Wisata, Jutaan Wisnus Padati Destinasi Favorit
Beritainti.com, Banten – Provinsi Banten kian memantapkan posisinya sebagai salah satu magnet wisata utama di Pulau Jawa. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sepanjang Januari hingga Me
Beritainti.com, Banten – Provinsi Banten kian memantapkan posisinya sebagai salah satu magnet wisata utama di Pulau Jawa. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Banten menembus angka 27,88 juta perjalanan. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 3,16% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini menandakan geliat sektor pariwisata Banten yang terus menggeliat pascapemulihan. Destinasi-destinasi seperti kawasan pantai Anyer, Carita, hingga Tanjung Lesung masih menjadi primadona. Tidak hanya itu, wisata religi seperti Masjid Agung Banten dan wisata alam di kawasan Badui juga turut menyumbang pergerakan wisatawan yang signifikan, terutama pada momen libur panjang dan akhir pekan.
Data yang dirilis oleh dinas terkait menunjukkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta perbaikan akses infrastruktur jalan tol yang menghubungkan Jakarta dan Banten. Kemudahan akses membuat Banten semakin sering dijadikan pilihan untuk liburan singkat atau short getaway bagi warga Jabodetabek.
"Banten menawarkan variasi destinasi yang lengkap. Dari pantai, pegunungan, hingga wisata budaya dan religi. Ini menjadi daya tarik tersendiri yang sulit ditolak wisatawan domestik," ujar pengamat pariwisata dalam laporan yang dikutip media kami.
Ditopang Infrastruktur dan Event Daerah
Pemerintah daerah dinilai cukup aktif menggencarkan promosi melalui berbagai festival budaya yang digelar di kuartal pertama tahun ini. Beberapa event seperti Festival Debus dan acara bahari di Pelabuhan Karangantu turut mendongkrak tingkat kunjungan. Media kami mencatat, okupansi hotel di kawasan wisata Banten selama periode tersebut rata-rata meningkat hingga 70% pada musim liburan.
Meskipun terjadi peningkatan, para pelaku usaha pariwisata berharap agar pemerintah terus meningkatkan kebersihan dan kenyamanan di titik-titik wisata yang mulai padat. Lonjakan wisatawan yang tidak dibarengi dengan pengelolaan sampah yang baik dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas lingkungan wisata di masa mendatang.
Comments (0)