Bahlil Sebut Kasus Mafia Tanah Fahd Arafiq Musibah Partai Golkar

Dugaan keterlibatan politisi Partai Golkar, Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, dalam sengkarut praktik mafia tanah di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata

Sep 17, 2026 - 20:14
0 0
Bahlil Sebut Kasus Mafia Tanah Fahd Arafiq Musibah Partai Golkar

Dugaan keterlibatan politisi Partai Golkar, Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, dalam sengkarut praktik mafia tanah di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memicu guncangan internal di tubuh partai beringin. Kasus hukum yang kembali menyeret nama elite organisasi sayap partai ini dinilai menjadi ujian integritas bagi kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

Menanggapi persoalan hukum yang menimpa kadernya tersebut, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia secara terbuka menyatakan keprihatinannya. Bahlil memandang jeratan hukum yang dihadapi Fahd sebagai sebuah pukulan moral sekaligus musibah bagi partai yang tengah berupaya memperkuat citra kelembagaan dan konsolidasi politik nasional.

"Kami melihat ini sebagai sebuah musibah bagi partai. Tentu kami menghormati seluruh proses hukum yang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum secara transparan dan berkeadilan," ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media.

Kronologi dan Eskalasi Kasus Mafia Tanah ATR/BPN

Penetapan status hukum dan pemanggilan terhadap Fahd Arafiq berakar dari serangkaian penyelidikan mendalam aparat penegak hukum terkait mafia perizinan dan sertifikasi lahan. Berikut rekonstruksi dinamika perkara yang membelit internal Golkar:

  1. Pengungkapan Jaringan Mafia Tanah: Aparat penegak hukum bersama Kementerian ATR/BPN membongkar dugaan manipulasi warkah dan peralihan hak atas tanah ilegal yang melibatkan oknum birokrasi dan perantara berlatar belakang politik.
  2. Pemeriksaan Nama Fahd Arafiq: Penyidik menemukan indikasi intervensi dan aliran transaksi yang menghubungkan Fahd El Fouz dalam pengurusan sengketa lahan strategis, berujung pada penetapan status hukumnya.
  3. Sikap Resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP): DPP Partai Golkar menggelar koordinasi internal guna memitigasi dampak elektoral serta merumuskan pendampingan hukum yang proporsional tanpa mengintervensi penegakan hukum.

Urgensi Evaluasi Sistem Kaderisasi Partai

Sorotan terhadap rekam jejak kader turut disuarakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Menurut Doli, persoalan berulang yang melibatkan figur kader muda harus menjadi momentum krusial untuk membenahi mekanisme pembinaan, pengawasan etika, dan kaderisasi di semua tingkatan organisasi sayap maupun induk partai.

Doli menggarisbawahi bahwa Partai Golkar berkomitmen menegakkan pakta integritas. Menurutnya, partai tidak boleh menjadi benteng perlindungan bagi individu yang terbukti melakukan pelanggaran hukum pidana maupun tindak pidana korupsi.

"Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi total bagi sistem kaderisasi kami. Kami harus memastikan proses seleksi kepemimpinan di tingkat ormas sayap mengedepankan rekam jejak yang bersih dan kepatuhan mutlak terhadap hukum," tegas Ahmad Doli Kurnia.

Analis politik menilai kasus mafia tanah ini membawa implikasi strategis bagi Golkar. Sebagai partai pendukung utama pemerintah, konsistensi Golkar dalam mendukung pemberantasan mafia tanah akan diuji melalui ketegasan sanksi organisasi terhadap kader yang terbukti bersalah, sekaligus memastikan agenda reformasi agraria nasional tidak terdistorsi oleh kepentingan kelompok tertentu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User