Atalanta Hajar Roma 3-1 di Olimpico, Scalvini Jadi Pahlawan

Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Atalanta atas AS Roma di Stadio Olimpico, Minggu malam WIB. Laga Serie A 2022/2023 ini berjalan sengit sejak menit pertama. Giorgino Scalvini menjadi bintang dengan gol...

Aug 07, 2026 - 16:13
0 0
Atalanta Hajar Roma 3-1 di Olimpico, Scalvini Jadi Pahlawan

Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Atalanta atas AS Roma di Stadio Olimpico, Minggu malam WIB. Laga Serie A 2022/2023 ini berjalan sengit sejak menit pertama. Giorgino Scalvini menjadi bintang dengan gol penentu di babak kedua, melengkapi comeback dramatis timnya setelah sempat tertinggal lebih dulu. Pertandingan ini menegaskan dominasi Atalanta dalam penguasaan bola dan efisiensi serangan balik.

Babak Pertama: Roma Unggul Lebih Dulu, Atalanta Merespons

Menit ke-18, AS Roma membuka keunggulan melalui sundulan keras Paulo Dybala memanfaatkan assist dari Lorenzo Pellegrini. Stadion Olimpico bergemuruh, tetapi Atalanta tidak panik. Pelatih Gian Piero Gasperini mempertahankan formasi 3-4-1-2 yang agresif, menekan lini belakang Roma yang memakai formasi 3-5-2. Data penguasaan bola di babak pertama menunjukkan Atalanta unggul 58% berbanding 42% milik Roma. Namun, shots on target baru tercatat 2 untuk tim tamu dan 3 untuk tuan rumah.

Menit ke-35, Atalanta menyamakan kedudukan. Ademola Lookman melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan terobosan dari Teun Koopmeiners. Bola melesat ke pojok kiri gawang Rui Patricio yang tidak sempat bereaksi. Skor menjadi 1-1 dan bertahan hingga turun minum. Statistik mencatat Atalanta melakukan 8 percobaan tembakan, sementara Roma hanya 5. Kartu kuning pertama diberikan kepada Chris Smalling pada menit ke-40 karena pelanggaran keras terhadap Duvan Zapata.

Babak Kedua: Scalvini Pahlawan, Roma Kehilangan Arah

Memasuki babak kedua, Roma mencoba meningkatkan intensitas dengan memasukkan Andrea Belotti menggantikan Tammy Abraham pada menit ke-55. Namun, justru Atalanta yang mencetak gol kedua pada menit ke-63. Mario Pasalic mencetak gol memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah sepak pojok. Assist tercatat untuk Berat Djimsiti yang memenangkan duel udara. Skor menjadi 2-1 untuk Atalanta, dan Roma mulai kehilangan ritme permainan.

Menit ke-78, momen krusial terjadi. Giorgino Scalvini, bek muda berusia 19 tahun, mencetak gol ketiga Atalanta. Ia menyambut umpan silang dari Davide Zappacosta dengan sundulan terarah ke tiang jauh. Gol ini memicu euforia di kubu tim tamu. Scalvini berlari ke arah sudut lapangan dan meluapkan kegembiraannya, seperti yang terlihat dalam foto yang beredar. VAR sempat memeriksa posisi offside, tetapi gol dinyatakan sah. Roma mencoba bangkit, namun pertahanan Atalanta yang dikomandoi Jose Palomino tampil solid. Hingga peluit panjang, skor akhir 3-1 tetap bertahan.

“Kami menunjukkan karakter luar biasa. Setelah tertinggal, kami tidak kehilangan kepercayaan diri. Scalvini adalah masa depan klub ini,” ujar Gasperini dalam konferensi pers usai laga.

Statistik Kunci dan Dampak Klasemen

Data akhir pertandingan mencatat Atalanta unggul dalam penguasaan bola dengan 61% berbanding 39%. Shots on target: Atalanta 6, Roma 3. Total tembakan: 15 untuk Atalanta dan 8 untuk Roma. Kartu kuning: Roma 3 (Smalling, Matic, Mancini), Atalanta 2 (Zappacosta, Koopmeiners). Tidak ada kartu merah dalam laga ini. Atalanta juga mencatatkan 12 pelanggaran, lebih sedikit dari Roma yang melakukan 14 pelanggaran. Dari sisi umpan sukses, Atalanta mencapai 87% akurasi, sementara Roma hanya 79%.

Kemenangan ini membawa Atalanta naik ke peringkat keempat klasemen sementara Serie A dengan 52 poin, menggeser Roma yang turun ke posisi kelima dengan 50 poin. Selisih gol Atalanta kini menjadi +18, sementara Roma +12. Bagi Roma, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam perburuan tiket Liga Champions. Pelatih Jose Mourinho mengakui timnya kalah dalam duel fisik dan taktik. “Kami tidak pantas menang hari ini. Atalanta lebih agresif dan kami membuat terlalu banyak kesalahan di lini tengah,” kata Mourinho singkat.

Giorgino Scalvini, yang juga mencetak gol debutnya di Serie A musim ini, kini mencatatkan 2 gol dari 18 penampilan. Ia menjadi bek termuda yang mencetak gol di Olimpico sejak Francesco Bardi pada 2013. Performa ini tentu menarik perhatian untuk dipanggil ke tim nasional Italia. Sementara itu, Ademola Lookman terus menunjukkan ketajamannya dengan 12 gol musim ini, menjadikannya top skor tim. Atalanta kini memiliki rekor 15 kemenangan, 7 imbang, dan 6 kekalahan dari 28 pertandingan. Roma, di sisi lain, mencatatkan 14 kemenangan, 8 imbang, dan 6 kekalahan.

Pertandingan berikutnya, Atalanta akan menjamu Sampdoria di Gewiss Stadium, sementara Roma akan bertandang ke markas Sassuolo. Kedua tim wajib mempertahankan momentum untuk mengamankan posisi di empat besar. Dengan performa seperti ini, Atalanta layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat finis di zona Liga Champions musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User