Diogo Costa Cetak Sejarah: Tiga Penalti Diselamatkan, Portugal Lolos
Skor akhir 0-0 (3-0 adu penalti) menjadi saksi bisu malam heroik di Frankfurt Arena, Senin (02/07/2024) WIB. Portugal berhasil melaju ke perempat final Euro 2024 setelah menaklukkan Slovenia melalui d...
Skor akhir 0-0 (3-0 adu penalti) menjadi saksi bisu malam heroik di Frankfurt Arena, Senin (02/07/2024) WIB. Portugal berhasil melaju ke perempat final Euro 2024 setelah menaklukkan Slovenia melalui drama adu penalti yang mendebarkan. Namun, bukan Cristiano Ronaldo yang menjadi bintang malam itu, melainkan kiper Diogo Costa yang tampil luar biasa dengan menggagalkan tiga tendangan penalti sekaligus — sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Kejuaraan Eropa.
Babak Pertama: Kebuntuan Taktik dan Pertahanan Rapat
Sejak menit awal, pelatih Portugal, Roberto Martinez, menerapkan formasi 4-3-3 dengan fokus serangan melalui sayap. Namun, Slovenia yang tampil dengan formasi 5-4-1 bertahan sangat disiplin, menutup semua ruang operan. Penguasaan bola Portugal mencapai 74% di babak pertama, tetapi shots on target hanya 2 dari total 8 percobaan. Sementara itu, Slovenia justru lebih berbahaya lewat serangan balik cepat. Menit ke-23, gelandang Slovenia, Jure Balkovec, melepaskan tendangan jarak jauh yang masih bisa diamankan dengan mudah oleh Diogo Costa. Statistik menunjukkan Portugal mendominasi dengan 412 umpan sukses berbanding 178 milik Slovenia, namun tanpa assist atau peluang emas yang benar-benar membahayakan.
Babak Kedua dan Perpanjangan Waktu: Ketegangan Meningkat
Memasuki babak kedua, Portugal meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-55, Bruno Fernandes melepaskan tendangan bebas yang mengarah ke sudut atas gawang, namun kiper Slovenia, Jan Oblak, melakukan penyelamatan gemilang. Slovenia hampir mencetak gol pada menit ke-89 ketika Benjamin Sesko lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Diogo Costa. Costa bereaksi cepat dengan menutup sudut tembak, memaksa Sesko melepaskan tendangan yang melebar tipis dari tiang kanan. Pada babak perpanjangan waktu, drama semakin memuncak. Menit ke-105, Cristiano Ronaldo yang gagal mengeksekusi penalti setelah dijatuhkan di kotak terlarang, menangis tersedu-sedu. Eksekusinya yang terlalu pelan bisa ditebak Oblak. Namun, Diogo Costa kembali menjadi penyelamat di menit ke-115 dengan menepis tendangan keras dari pemain pengganti Slovenia, Zan Celar. Skor tetap 0-0 hingga peluit panjang berbunyi, memaksa adu penalti.
Adu Penalti: Rekor Bersejarah Diogo Costa
Babak adu penalti menjadi panggung keajaiban. Sebagai kiper, Diogo Costa tidak hanya menggagalkan tiga tendangan, tetapi juga berhasil menebak arah dengan sempurna. Pada penalti pertama Slovenia, Jure Balkovec yang menjadi algojo, melepaskan tendangan ke sisi kiri, namun Costa sudah terbang lebih dulu dan menepis bola. Penalti kedua, eksekusi dari Josip Ilicic juga gagal setelah tendangannya membentur tiang gawang. Namun, Costa tetap menunjukkan insting luar biasa dengan bergerak ke arah yang benar. Penalti ketiga, giliran Benjamin Verbic yang maju. Costa kembali menjadi tembok kokoh dengan menepis tendangan ke pojok kanan bawah. Tiga penyelamatan beruntun ini membuat Portugal unggul 3-0 setelah Ronaldo, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva sukses mengeksekusi penalti mereka. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Euro, seorang kiper berhasil menyelamatkan tiga penalti dalam satu adu penalti.
“Ini adalah malam yang akan dikenang selamanya. Saya hanya fokus pada bola dan membaca bahasa tubuh penendang. Rekor ini untuk seluruh tim dan rakyat Portugal,” ujar Diogo Costa usai pertandingan dengan mata berkaca-kaca.
Analisis Taktik dan Statistik Kunci
Dari sisi taktik, Portugal sebenarnya mendominasi dengan 68% penguasaan bola sepanjang 120 menit, 17 percobaan tembakan dengan 6 shots on target, dan 12 tendangan sudut. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadi catatan. Slovenia, meski hanya menguasai bola 32%, tampil efektif dengan 9 percobaan dan 4 shots on target. Kartu kuning dikeluarkan untuk Pepe (Portugal) dan Erik Janza (Slovenia) karena pelanggaran keras. VAR juga sempat digunakan pada menit ke-105 untuk memastikan pelanggaran terhadap Ronaldo di kotak penalti. Meski demikian, eksekusi yang gagal menjadi ironi tersendiri. Keberhasilan Costa tidak lepas dari analisis video yang dilakukan staf pelatih sebelum adu penalti. Data menunjukkan bahwa Balkovec cenderung menendang ke kiri, Ilicic ke tengah, dan Verbic ke kanan bawah. Costa mempelajari pola tersebut dan berhasil mengeksekusi rencana dengan sempurna.
Dampak dan Laga Berikutnya
Kemenangan ini membawa Portugal melaju ke perempat final dan akan berhadapan dengan Prancis. Dengan performa Diogo Costa yang luar biasa, Portugal kini diunggulkan untuk melaju lebih jauh. Namun, catatan buruk penyelesaian akhir Ronaldo dan lini depan harus segera diperbaiki. Dari sisi historis, rekor Costa akan tercatat dalam buku rekor UEFA. Sebelumnya, kiper seperti Manuel Neuer dan Gianluigi Buffon hanya mampu menyelamatkan dua penalti dalam satu adu penalti. Costa melampaui itu semua. Clean sheet yang ia raih juga menjadi clean sheet ke-3 Portugal di turnamen ini, menjadikan pertahanan mereka yang paling solid bersama Spanyol. Dengan semangat juang yang tinggi dan statistik yang mendukung, Portugal siap menghadapi tantangan berikutnya. Satu hal yang pasti, nama Diogo Costa kini diukir dengan tinta emas dalam sejarah sepak bola Eropa.
Comments (0)