Atalanta Bungkam Roma, Scalvini Jadi Pahlawan di Olimpico
Skor akhir 1-0 untuk Atalanta! Giorgino Scalvini menjadi pahlawan kemenangan timnya atas AS Roma dalam lanjutan Serie A 2022/2023 di Stadio Olimpico, Senin (8/5/2023) malam WIB. Gol semata wayang bek ...
Skor akhir 1-0 untuk Atalanta! Giorgino Scalvini menjadi pahlawan kemenangan timnya atas AS Roma dalam lanjutan Serie A 2022/2023 di Stadio Olimpico, Senin (8/5/2023) malam WIB. Gol semata wayang bek muda Atalanta itu tercipta pada menit ke-70 melalui sundulan keras memanfaatkan assist dari sepak pojok. Kemenangan ini membawa La Dea naik ke peringkat kelima klasemen dengan 58 poin, hanya terpaut dua angka dari Inter Milan di posisi keempat.
Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. AS Roma yang bermain di kandang sendiri langsung mengambil inisiatif serangan dengan formasi 3-4-2-1. Pelatih Jose Mourinho menurunkan starting XI dengan Lorenzo Pellegrini sebagai trequartista di belakang Tammy Abraham. Sementara itu, Atalanta di bawah arahan Gian Piero Gasperini tampil dengan formasi khas 3-4-1-2 yang mengandalkan pressing ketat dan transisi cepat.
Babak Pertama: Dominasi Roma Tanpa Gol
Menit ke-12, peluang emas pertama didapat Roma. Paulo Dybala melepaskan tendangan terarah dari luar kotak penalti, namun kiper Atalanta, Juan Musso, melakukan penyelamatan gemilang dengan tipuan jarinya. Penguasaan bola pada 20 menit pertama mencapai 62 persen untuk tuan rumah, tetapi Atalanta justru lebih berbahaya lewat serangan balik.
Pada menit ke-28, striker Atalanta, Rasmus Hojlund, nyaris membuka skor setelah menerima umpang terobosan dari Teun Koopmeiners. Sayang, sepakannya masih melebar tipis di sisi kiri gawang Rui Patricio. Statistik babak pertama mencatat Roma melepaskan 8 tembakan dengan 3 shots on target, sementara Atalanta hanya 4 tembakan dan 2 shots on target. Meski mendominasi, skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Menariknya, duel lini tengah menjadi kunci. Bryan Cristante dan Nemanja Matic berusaha mengontrol ritme permainan, tetapi mereka kerap kehilangan bola karena tekanan tinggi dari pemain sayap Atalanta, Davide Zappacosta dan Joakim Maehle. Kartu kuning pertama dikeluarkan wasit pada menit ke-35 untuk Roger Ibanez setelah pelanggaran keras terhadap Hojlund.
Babak Kedua: Scalvini Patahkan Kebuntuan
Memasuki babak kedua, Mourinho melakukan perubahan taktik dengan menarik Matic dan memasukkan Georginio Wijnaldum untuk menambah daya gedor. Namun, justru Atalanta yang lebih dulu mengancam. Pada menit ke-52, Koopmeiners melepaskan tembakan voli dari jarak 20 meter yang masih bisa ditepis Rui Patricio dengan baik.
Gol yang dinanti akhirnya datang pada menit ke-70. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Koopmeiners, Scalvini yang naik membantu serangan melompat tinggi di antara dua bek Roma, Chris Smalling dan Ibanez, dan menyundul bola ke pojok kanan gawang. Rui Patricio sempat bereaksi, tetapi bola terlalu cepat dan masuk. Skor menjadi 1-0 untuk Atalanta.
Setelah gol tersebut, Roma mencoba bangkit. Menit ke-78, Pellegrini melepaskan tembakan jarak jauh yang masih melambung di atas mistar. Tiga menit berselang, giliran Abraham yang menguji Musso dengan sundulan, namun kiper asal Argentina itu kembali tampil solid. Statistik akhir menunjukkan Roma unggul penguasaan bola dengan 64 persen berbanding 36 persen, tetapi Atalanta lebih efisien dengan 6 shots on target dari 12 percobaan, sementara Roma hanya 4 shots on target dari 15 percobaan.
Analisis Taktik dan Dampak Klasemen
Kemenangan ini membuktikan efektivitas strategi Gasperini yang memilih bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik cepat. Atalanta mencatatkan clean sheet ketiga mereka dalam lima pertandingan terakhir, sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat gaya bermain mereka yang cenderung terbuka. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Roma yang gagal memanfaatkan momentum untuk mendekati zona Liga Champions.
"Kami tahu Roma akan mendominasi penguasaan bola, tetapi kami punya rencana untuk menyerang di momen yang tepat. Scalvini menunjukkan kematangan luar biasa untuk usianya yang baru 19 tahun," ujar Gasperini dalam konferensi pers usai pertandingan.
Scalvini sendiri menjadi man of the match dengan torehan 1 gol, 2 intersepsi, dan 4 sapuan bersih. Ia juga memenangkan 7 dari 9 duel udara yang dilakukannya. Sementara itu, Mourinho tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Kami menciptakan banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir kami buruk. Inilah sepak bola, tim yang lebih efektif yang menang," katanya singkat.
Dengan hasil ini, persaingan menuju empat besar Serie A semakin ketat. Atalanta kini mengoleksi 58 poin, sedangkan Roma tertahan di posisi ketujuh dengan 56 poin. Kedua tim masih memiliki lima pertandingan tersisa, termasuk laga-laga berat melawan Juventus dan AC Milan. Jika Atalanta mampu mempertahankan performa ini, bukan tidak mungkin mereka kembali menembus zona Liga Champions musim depan.
Comments (0)