Diogo Costa Cetak Sejarah: Tiga Penyelamatan Penalti Bawa Portugal Lolos
Skor akhir 0-0 setelah 120 menit, tetapi drama sesungguhnya baru dimulai di titik putih. Menit ke-105, laga babak 16 besar Euro 2024 antara Portugal dan Slovenia di Frankfurt Arena berubah menjadi pan...
Skor akhir 0-0 setelah 120 menit, tetapi drama sesungguhnya baru dimulai di titik putih. Menit ke-105, laga babak 16 besar Euro 2024 antara Portugal dan Slovenia di Frankfurt Arena berubah menjadi panggung heroik bagi kiper berusia 24 tahun, Diogo Costa. Dengan tiga penyelamatan penalti beruntun, Costa tidak hanya mengantarkan Portugal ke perempat final, tetapi juga memecahkan rekor turnamen yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pertandingan yang berlangsung Senin (02/07/2024) WIB ini memperlihatkan betapa sengitnya duel taktik antara Roberto Martinez dan Matjaz Kek. Portugal mendominasi penguasaan bola hingga 72%, melepaskan 17 tembakan dengan 5 shots on target, sementara Slovenia bertahan dengan formasi 5-4-1 yang disiplin. Namun, sepak bola tidak selalu tentang statistik penguasaan bola—momen-momen krusial di kotak penalti menentukan segalanya.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol
Sejak menit awal, Portugal tampil dengan formasi 4-3-3 yang menyerang. Bruno Fernandes dan Vitinha mengontrol lini tengah, sementara Rafael Leao dan Bernardo Silva melebar untuk meregangkan pertahanan Slovenia. Menit ke-12, Cristiano Ronaldo sempat menguji kiper Jan Oblak dengan tendangan bebas dari jarak 25 meter, namun bola masih melambung tipis di atas mistar. Slovenia, yang hanya mengandalkan serangan balik cepat, hampir mencetak gol pada menit ke-34 melalui Andraz Sporar, tetapi sundulannya masih bisa diamankan Costa dengan refleks gemilang.
Statistik babak pertama menunjukkan Portugal unggul jauh: 68% penguasaan bola, 8 tembakan dengan 3 on target, berbanding Slovenia yang hanya 2 tembakan tanpa satupun on target. Namun, ketajaman lini depan Portugal menjadi masalah. Ronaldo yang mendapat tugas sebagai ujung tombak, beberapa kali terjebak offside—total 4 kali sepanjang pertandingan—menunjukkan koordinasi yang belum sempurna dengan lini kedua.
Babak Kedua dan Extra Time: Ketegangan Meningkat
Memasuki babak kedua, Slovenia mulai berani keluar. Pelatih Matjaz Kek menginstruksikan Benjamin Sesko untuk lebih aktif bergerak ke sisi sayap. Hasilnya, pada menit ke-57, Sesko lolos dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Costa. Penonton di Frankfurt Arena menahan napas—Costa keluar dari garis gawang, memperkecil sudut tembak, dan berhasil menepis bola dengan kakinya. Penyelamatan itu menjadi titik balik mental bagi Portugal.
Di menit ke-89, giliran Ronaldo yang gagal memanfaatkan peluang emas. Tendangan penalti yang diberikan wasit setelah Diogo Jota dilanggar di kotak terlarang, namun eksekusi Ronaldo berhasil ditebak Oblak. Kiper Slovenia itu melompat ke kiri dan menepis bola dengan sempurna. Ronaldo menunduk kecewa, namun rekan-rekannya segera memberikan dukungan. Babak extra time berjalan dengan tempo menurun; kedua tim kelelahan, namun tak ada gol tercipta. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang, memaksa adu penalti.
Adu Penalti: Malam Bersejarah Diogo Costa
Di sinilah panggung milik Diogo Costa. Sebagai kiper yang dikenal dengan refleks luar biasa, ia menunjukkan ketenangan luar biasa. Slovenia mengeksekusi penalti pertama melalui Josip Ilicic—Costa bergerak ke kiri, menepis bola. Penalti kedua oleh Jure Balkovec—sekali lagi, Costa membaca arah, menepis dengan tangan kanan. Penalti ketiga dari Benjamin Verbic—Costa terbang ke sisi kanan, menahan bola dengan sempurna. Tiga penyelamatan beruntun! Portugal, yang melalui Ronaldo, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva, sukses mencetak tiga gol penalti. Skor adu penalti 3-0, kemenangan telak yang mengejutkan dunia.
Rekor yang dicatat Costa: ia menjadi kiper pertama dalam sejarah Euro yang menggagalkan tiga tendangan penalti dalam satu adu penalti tanpa kebobolan satu pun. Catatan ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh kiper Denmark, Kasper Schmeichel, yang menggagalkan dua penalti pada Euro 2020. Selain itu, Costa juga mencatatkan clean sheet kelimanya di turnamen ini, menegaskan statusnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia saat ini.
“Ini malam yang luar biasa. Saya hanya fokus pada bola dan membaca gerak tubuh penendang. Tim ini layak menang, kami berjuang bersama,” ujar Diogo Costa usai pertandingan, dikutip dari UEFA.com.
Pelatih Roberto Martinez memberikan apresiasi tinggi: “Diogo adalah pahlawan kami. Latihan penalti yang kami lakukan setiap minggu membuahkan hasil. Ini kemenangan tim, tetapi penyelamatan Diogo adalah momen yang akan dikenang selamanya.”
Kemenangan ini membawa Portugal melaju ke perempat final Euro 2024, menunggu pemenang antara Prancis dan Belgia. Namun, satu hal yang pasti: nama Diogo Costa kini terukir dalam buku sejarah sepak bola Eropa. Dengan tiga penyelamatan penalti yang sempurna, ia membuktikan bahwa kiper bukan sekadar penjaga gawang—mereka adalah penentu nasib tim di momen paling krusial.
Comments (0)