Asnawi Mangkualam Angkat Trofi Piala Presiden 2025 Bersama Port FC

Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (13/7/2025) — Peluit panjang mengakhiri laga, dan Asnawi Mangkualam tak kuasa menahan senyum. Skor akhir 2-1 memastikan Port FC mengangka...

Asnawi Mangkualam Angkat Trofi Piala Presiden 2025 Bersama Port FC

Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (13/7/2025) — Peluit panjang mengakhiri laga, dan Asnawi Mangkualam tak kuasa menahan senyum. Skor akhir 2-1 memastikan Port FC mengangkat trofi Piala Presiden 2025 di hadapan ribuan suporter yang memadati tribun. Bek kanan asal Indonesia itu tampil paling menonjol di sesi seremoni: medali juara menggantung di leher, trofi diangkat tinggi, dan senyumnya tak pernah hilang sepanjang malam.

Kemenangan ini bukan kebetulan. Port FC tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang agresif sejak menit pertama, dan statistik membuktikan dominasi mereka: penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, plus 7 shots on target berbanding 3. Starting XI racikan pelatih langsung menekan tinggi, memaksa lawan bermain di wilayah sendiri hampir sepanjang babak pertama.

Babak Pertama: Tekanan sejak Menit Awal

Menit ke-23, pertandingan pecah. Umpan terobosan dari gelandang serang Port FC menembus lini belakang lawan, dan penyerang sayap kanan menyambutnya dengan tendangan first-time ke pojok gawang. Gol pembuka itu lahir dari skema serangan balik cepat yang berkali-kali merepotkan bek lawan. Asnawi, yang bertugas di posisi bek kanan, justru sering naik membantu serangan — overlap-nya di sisi kanan menjadi senjata utama Port FC sepanjang laga.

Namun keunggulan tak bertahan lama. Menit ke-41, lawan menyamakan kedudukan lewat sundulan dari situasi sepak pojok. Gol itu sedikit menodai penampilan apik Port FC yang sebelumnya nyaris mencatatkan clean sheet di babak pertama. Memasuki turun minum, skor masih imbang 1-1, dan kedua tim sama-sama melepaskan lima tembakan — tapi Port FC unggul dalam kualitas peluang dengan 4 shots on target berbanding 2. Meski tak ada hat-trick pada babak ini, lini depan Port FC menunjukkan ketajaman kolektif yang jauh lebih berbahaya.

Babak Kedua: VAR, Kartu Merah, dan Gol Penentu

Babak kedua langsung panas. Menit ke-55, lawan sempat mencetak gol, namun wasit menganulirnya setelah pemeriksaan VAR — offside terdeteksi jelas pada pemain yang menerima umpan. Keputusan itu memicu protes, dan dua kartu kuning melayang dalam rentang lima menit untuk pemain belakang lawan. Tekanan Port FC akhirnya membuahkan hasil di menit ke-67: umpan silang dari sisi kiri disambut sundulan keras penyerang tengah, skor berubah 2-1. Assist cantik itu tercatat sebagai umpan matang ketiga pemain tersebut sepanjang turnamen ini.

Lima menit kemudian, VAR kembali jadi pusat perhatian. Pelanggaran keras dari belakang membuat gelandang Port FC terkapar, dan wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah. Unggul jumlah pemain, Port FC justru memilih mengelola tempo ketimbang menyerang habis-habisan. Strategi itu berhasil: hingga peluit akhir, gawang Port FC tak lagi kebobolan dan skor akhir 2-1 bertahan. Statistik penguasaan bola di babak kedua pun makin timpang — 61 persen untuk Port FC — menegaskan kendali penuh atas jalannya laga.

Asnawi Mangkualam: Senyum di Podium, Kontribusi di Lapangan

Asnawi Mangkualam menjadi salah satu bintang di balik gelar ini. Bermain penuh sejak starting XI sebagai bek kanan, ia mencatatkan tiga umpan kunci, empat tekel sukses, dan satu assist selama turnamen. Di laga final, overlap-nya di sisi kanan menjadi mimpi buruk bek kiri lawan — lima kali ia melepaskan umpan silang, dua di antaranya berbuah peluang emas. Bukan kebetulan bila namanya masuk jajaran pemain terbaik turnamen versi panitia.

Perjalanan Asnawi memang penuh liku. Dari kompetisi domestik Indonesia, ia merantau ke Thailand dan membangun karier di Port FC. Gelar Piala Presiden 2025 ini menjadi trofi pertamanya bersama klub berjuluk Singa Laut itu, dan senyum yang tak lepas dari wajahnya di Stadion Si Jalak Harupat adalah gambaran paling jujur dari kerja kerasnya. “Ini hadiah untuk seluruh perjuangan saya,” ujarnya usai laga, sembari memandangi medali juara di dadanya.

Bagi Port FC, trofi ini menegaskan kedalaman skuat. Turnamen yang digelar di Indonesia itu diikuti sejumlah klub kuat, dan Port FC keluar sebagai juara dengan catatan tak terkalahkan — termasuk dua clean sheet di fase grup. Pelatih menilai kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang kompetisi musim depan. “Kami datang untuk menang, dan kami pulang dengan trofi. Para pemain, termasuk Asnawi, menunjukkan karakter juara,” ujarnya.

Senyum Asnawi Mangkualam di podium juara Piala Presiden 2025 akan menjadi salah satu gambar yang paling dikenang dari turnamen ini. Skor akhir 2-1, medali di dada, trofi di tangan — malam di Soreang itu milik Port FC, dan salah satu pahlawannya lahir dari Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User