Arsenal Tekuk Sevilla 2-1 di Kandang, Martinelli Buka Keran Gol
Skor akhir 2-1 menjadi milik Arsenal dalam lawatan berat mereka ke markas Sevilla di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Selasa (24/10/2023). Laga Grup B Liga Champions yang berjalan panas sejak menit awal...
Skor akhir 2-1 menjadi milik Arsenal dalam lawatan berat mereka ke markas Sevilla di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Selasa (24/10/2023). Laga Grup B Liga Champions yang berjalan panas sejak menit awal itu ditentukan oleh tiga gol yang hadir beruntun dalam jeda sebelas menit di babak kedua. Gabriel Martinelli menjadi bintang pembuka dengan golnya di menit ke-53, sebelum Sevilla sempat menyamakan kedudukan melalui Nemanja Gudelj lima menit berselang. Namun, Gabriel Jesus memastikan tiga poin berpindah tangan lewat gol kemenangan di menit ke-64, membuat The Gunners kokoh di puncak klasemen Grup B dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola Tanpa Gol
Arsenal datang dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan sayap, sementara tuan rumah Sevilla menjawab lewat skema 4-2-3-1 yang menumpuk pemain di lini tengah. Statistik penguasaan bola babak pertama menunjukkan keunggulan tim tamu dengan angka 58 persen berbanding 42 persen, namun dominasi itu belum menghasilkan tembakan yang mengancam. Total tembakan Arsenal di 45 menit pertama hanya empat kali dengan dua shots on target, keduanya masih bisa dijinakkan kiper Sevilla. Sevilla sendiri lebih banyak menunggu serangan balik, dan hampir membuka keunggulan di menit ke-31 ketika Lucas Ocampos melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti, tetapi David Raya tampil sigap dengan penyelamatan satu tangan. Wasit juga beberapa kali harus mengeluarkan kartu kuning menyusul intensitas duel yang tinggi, termasuk untuk Declan Rice yang dianggap terlalu agresif saat merebut bola di tengah. Hingga turun minum, skor kaca mata 0-0 terasa adil karena kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan tak ingin kebobolan lebih dulu.
Babak Kedua: Tiga Gol dalam Sebelas Menit
Pertandingan baru berjalan delapan menit di babak kedua ketika momen kunci hadir. Menit ke-53, Bukayo Saka menusuk dari sisi kanan dan melepaskan umpan tarik ke kotak penalti. Martinelli yang bergerak bebas dari sisi kiri menyambut bola dengan first-time finish ke tiang jauh, memaksa kiper Sevilla hanya mampu memandang bola masuk. Gol ini langsung disambut selebrasi khas Martinelli di depan tribun penonton, sebuah momen yang mengubah ritme laga. Namun keunggulan Arsenal tidak bertahan lama. Menit ke-58, Sevilla memanfaatkan sepak pojok dengan sempurna; Nemanja Gudelj meloncat paling tinggi di tiang dekat dan menyundul bola masuk ke sudut gawang, memanfaatkan assist dari eksekusi corner. Enam menit berselang, menit ke-64, giliran Gabriel Jesus menunjukkan naluri striker kelas dunia. Mendapat umpan terobosan dari Martin Odegaard, Jesus menahan bola, memutar badan, lalu melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang Sevilla. Gol itu menjadi penentu dan sekaligus hadiah manis atas kerja keras lini depan Arsenal sepanjang malam.
Analisis Taktik dan Performa Pemain Kunci
Kemenangan ini tidak lepas dari kecerdasan Mikel Arteta membaca kelemahan transisi bertahan Sevilla. Dengan starting XI yang menurunkan Martinelli dan Saka di kedua sayap, Arsenal sengaja melebarkan permainan untuk meregangkan formasi 4-2-3-1 tuan rumah. Hasilnya, total penguasaan bola Arsenal mencapai 56 persen hingga laga usai, dengan sembilan percobaan tembakan dan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sevilla mencatat tujuh tembakan dengan tiga shots on target, angka yang menunjukkan betapa solidnya lini belakang The Gunners yang dikawal William Saliba dan Gabriel Magalhaes. David Raya layak mendapat sorotan dengan empat penyelamatan penting, termasuk satu blok spektakuler di menit ke-78 saat Sevilla meningkatkan tekanan. Sayangnya bagi tuan rumah, upaya mereka memburu gol penyeimbang kerap kandas oleh jebakan offside yang disusun rapi barisan pertahanan Arsenal; tercatat tiga kali penyerang Sevilla terjebak posisi offside di 20 menit terakhir. Sementara itu, VAR hanya satu kali terlibat untuk memeriksa potensi handball di kotak penalti Arsenal pada menit ke-70, dan hasil pemeriksaan memutuskan tidak ada pelanggaran.
Kami tahu laga ini akan sulit, dan kami menjawabnya dengan keberanian. Para pemain menjalankan rencana permainan dengan disiplin luar biasa, terutama di momen-momen kritis. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, dan kami harus terus melangkah seperti ini, kata Mikel Arteta dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dengan hasil ini, Arsenal semakin nyaman di puncak klasemen Grup B dan hanya butuh hasil imbang di pertemuan kedua nanti untuk mengamankan tiket babak gugur. Sebaliknya, Sevilla yang baru mengoleksi satu poin harus bekerja keras di dua laga tersisa jika ingin menjaga asa lolos. Kemenangan 2-1 ini juga memperpanjang rekor positif Arsenal di kompetisi Eropa musim ini, membuktikan bahwa tim asal London Utara itu bukan sekadar pengejar gelar domestik, melainkan kandidat serius di panggung tertinggi sepak bola antarklub Eropa.
Comments (0)