Arsenal Gagal Menang Lagi, Kans Juara Liga Inggris Kian Menipis

Skor akhir 1-1 mewarnai laga pekan ke-30 Liga Inggris yang mempertemukan Arsenal dan lawannya di Stadion Emirates. Hasil imbang ini membuat Arsenal tertahan di posisi kedua klasemen dengan koleksi 58 ...

Oct 08, 2026 - 08:17
0 0
Arsenal Gagal Menang Lagi, Kans Juara Liga Inggris Kian Menipis

Skor akhir 1-1 mewarnai laga pekan ke-30 Liga Inggris yang mempertemukan Arsenal dan lawannya di Stadion Emirates. Hasil imbang ini membuat Arsenal tertahan di posisi kedua klasemen dengan koleksi 58 poin, tertinggal 12 angka dari pemuncak klasemen yang mengoleksi 70 poin. Dengan delapan laga tersisa, peluang Arsenal merebut gelar juara musim ini kian menipis.

Menit ke-23, Arsenal sempat membuka keunggulan lewat aksi Bukayo Saka yang memanfaatkan umpan terobosan Martin Odegaard. Saka melepaskan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti setelah melewati dua pemain bertahan. Itu adalah assist kelima Odegaard musim ini, sekaligus gol ke-14 Saka di Liga Inggris. Namun keunggulan itu tak bertahan lama.

Menit ke-41, tim tamu menyamakan kedudukan melalui sundulan keras Dominic Calvert-Lewin yang menyambut umpan silang dari sisi kanan. Bek Arsenal terlambat melakukan antisipasi, dan kiper David Raya tak mampu menjangkau bola yang mengarah ke sudut kiri gawang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Dominasi Penguasaan Bola Tak Berbuah Maksimal

Statistik babak pertama menunjukkan Arsenal mendominasi dengan penguasaan bola 68 persen berbanding 32 persen milik lawan. Arsenal melepaskan 9 shots dengan 4 shots on target, sementara lawan hanya mencatat 3 shots dan 1 shots on target. Namun efisiensi menjadi masalah utama. Manajer Mikel Arteta menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI: Raya; White, Saliba, Gabriel, Zinchenko; Rice, Odegaard, Havertz; Saka, Jesus, Martinelli.

Di babak kedua, Arsenal meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-58, Gabriel Jesus nyaris mencetak gol setelah menerima umpan matang dari Declan Rice, tetapi tendangannya masih membentur tiang gawang. Menit ke-67, Arteta menarik keluar Martinelli dan memasukkan Leandro Trossard untuk menambah daya gedor di sektor sayap kiri.

Menit ke-74, VAR sempat meninjau potensi penalti setelah Saka terjatuh di kotak penalti. Namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran setelah mengecek tayangan ulang. Keputusan ini menuai protes dari para pemain Arsenal, dan kartu kuning diberikan kepada Rice karena protes berlebihan.

Clean Sheet Kembali Hilang, Catatan Pertahanan Jadi Sorotan

Gol Calvert-Lewin membuat Arsenal gagal mencatatkan clean sheet untuk kelima kalinya dalam enam laga terakhir. Sepanjang musim ini, Arsenal sudah kebobolan 34 gol dalam 30 pertandingan, angka yang lebih buruk dibandingkan musim lalu. Duet bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhaes yang biasanya solid tampak kesulitan mengantisipasi bola-bola silang di laga ini.

Secara keseluruhan, Arsenal mencatatkan penguasaan bola 71 persen, melepaskan 18 shots dengan 7 shots on target, serta menciptakan 9 peluang emas. Lawan hanya memiliki 29 persen penguasaan bola, 6 shots, dan 3 shots on target. Namun sepak bola tidak selalu soal statistik. Kegagalan menyelesaikan peluang menjadi momok yang menghantui Arsenal sepanjang musim.

Menit ke-88, Trossard mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan pendek dari Havertz. Sayangnya, tendangannya masih melebar tipis di sisi kanan gawang. Hingga menit ke-90+5, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Arsenal harus puas berbagi poin.

Tekanan di Ruang Ganti dan Sorotan Publik

Arteta dalam konferensi pers usai laga menyatakan kekecewaannya terhadap hasil ini.

"Kami menciptakan cukup peluang untuk memenangkan pertandingan, tetapi kami tidak cukup klinis di depan gawang. Ini bukan soal kualitas, ini soal mentalitas untuk menyelesaikan peluang," ujar Arteta.

Ia juga menyinggung soal keputusan VAR yang dianggapnya merugikan timnya.

"Saya sudah melihat tayangan ulangnya. Saya tidak akan berkomentar lebih jauh karena itu bisa berujung sanksi, tetapi semua orang bisa menilai sendiri," tambahnya.

Kapten tim Martin Odegaard mengakui timnya kehilangan fokus di momen-momen krusial.

"Kami harus lebih dewasa dalam mengelola pertandingan. Gol mereka datang dari satu-satunya peluang mereka di babak pertama. Itu tidak bisa diterima," kata Odegaard kepada media.

Sementara itu, pelatih lawan memuji kerja keras anak asuhnya.

"Kami datang ke sini dengan rencana bertahan rapat dan memanfaatkan peluang. Para pemain menjalankan instruksi dengan sempurna. Satu poin di Emirates adalah hasil yang luar biasa," ujarnya.

Dengan hasil ini, Arsenal wajib menyapu bersih delapan laga tersisa jika ingin menjaga asa juara. Namun dengan performa yang inkonsisten dan ketajaman lini depan yang menurun, tugas itu terasa semakin berat. Pekan depan, Arsenal akan menghadapi laga tandang melawan tim papan tengah yang sedang dalam tren positif. Jika kembali kehilangan poin, mimpi juara Arsenal bisa dipastikan sirna.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User