Argentina Tantang Spanyol di Final Usai Tekuk Inggris

Skor akhir 2-1! La Albiceleste menutup laga dengan dramatis di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu dinihari waktu setempat. Argentina memastikan tiket final Piala Dunia 2026 setelah menggulung Inggri...

Argentina Tantang Spanyol di Final Usai Tekuk Inggris

Skor akhir 2-1! La Albiceleste menutup laga dengan dramatis di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu dinihari waktu setempat. Argentina memastikan tiket final Piala Dunia 2026 setelah menggulung Inggris dalam duel semifinal yang dipenuhi tekanan tinggi, taktik berlapis, dan momen-momen krusial di kedua sisi lapangan. Dua gol dari Julián Álvarez dan Lautaro Martínez membalas tendangan Harry Kane, sekaligus mengantar pasukan Lionel Scaloni bertemu Spanyol di laga puncak.

Menit ke-34 menjadi pembuka cerita. Starting XI Argentina yang diturunkan dalam formasi 4-3-3 berhasil memecah kebuntuan melalui kombinasi cepat di lini tengah. Enzo Fernández yang beroperasi sebagai deep-lying playmaker melepaskan umpan terobosan presisi ke kotak penalti. Julián Álvarez, dengan first touch yang bersih, melepaskan tendangan rendah ke sudut bawah gawang. Shots on target pertama Argentina langsung berbuah gol. Emiliano Martínez di ujung pertahanan baru saja menyelesaikan tugasnya dengan mengamankan clean sheet selama 33 menit.

Dominasi Tiga Singa di Babak Pertama

Inggris yang memilih formasi 4-2-3-1 tak tinggal diam. Jude Bellingham dan Declan Rice mengontrol tempo melalui duet pivot ganda, memaksa penguasaan bola mengungguli La Albiceleste dengan rasio 52% berbanding 48%. Namun, transisi bertahan Argentina yang dipimpin Nicolás Otamendi dan Cristian Romero berhasil memutus serangan sayap Bukayo Saka dan Phil Foden. Nico O'Reilly yang ditempatkan sebagai inverted winger sempat mengancam pada menit ke-19, namun tendangan curl-nya dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang Martínez.

Beberapa insiden fisik juga mewarnai 45 menit awal. Dan Burn harus menerima kartu kuning pada menit ke-28 setelah melakukan tackle terlambat terhadap Álvarez yang melakukan counter-attack. Wasit kemudian memanggil VAR untuk mengecek insiden handsball Romero di dalam kotak penalti pada menit ke-41, namun keputusan tetap no penalty. Skor 1-0 untuk Argentina bertahan hingga jeda, dengan catatan shots on target Inggris baru dua kali dibanding empat milik Argentina.

Kane Bangkit, Lautaro Menjawab

Babak kedua dimulai dengan tekanan brutal dari Three Lions. Gareth Southgate melakukan tactical adjustment dengan memajukan Bellingham ke posisi nomor 10 sejati, mempersempit ruang antara lini bagi para pemain Argentina. Hasilnya datang pada menit ke-61. Bukayo Saka berhasil melewati Marcos Acuña di sisi kanan, melepaskan low cross yang dipotong Harry Kane. Striker andalan Inggris itu tak menyia-nyiakan peluang, menyamakan kedudukan 1-1. Martínez sempat membaca arah tendangan, namun power dan penempatan bola terlalu sempurna.

Keadaan semakin memanas. Otamendi kembali menunjukkan pengalamannya dengan interception krusial terhadap umpan Kane pada menit ke-67, meski ia harus dihukum kartu kuning karena melakukan tactical foul menghadapi counter-attack O'Reilly dua menit berselang. Scaloni kemudian memasukkan fresh legs lewat Giovani Lo Celso dan Lautaro Martínez, beralih ke skema 4-4-2 diamond untuk memperkuat duet lini depan.

Momen keemasan tiba pada menit ke-78. Alexis Mac Allister merebut second ball di tengah lapangan, menggiring bola melewati tekanan Rice, dan mengirimkan through ball melintasi lini pertahanan Inggris. Lautaro Martínez yang baru masuk sebagai pemain pengganti berlari dari belakang bek, menahan offside trap dengan timing sempurna, dan melepaskan tendangan half-volley yang mengecoh kiper Jordan Pickford. Gawang Inggris bobol untuk kedua kalinya. 2-1!

Statistik dan Jalan Menuju Final

Sisa waktu 12 menit plus injury time Inggris habis-habisan menyerang. Southgate memasukkan striker tambahan dan beralih ke formasi 3-4-3 all-out attack. Tendangan bebas Kane pada menit ke-84 masih bisa ditepis Martínez, yang tercatat melakukan lima penyelamatan krusial sepanjang laga. Header dari corner kick pada menit ke-89 juga masih melenceng tipis dari mistar. Argentina bertahan dengan disiplin, memastikan tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang.

Statistik akhir mencerminkan pertarungan yang ketat. Penguasaan bola Inggris sedikit unggul 52% berbanding 48%, namun Argentina lebih berbahaya dengan delapan shots on target dari total 14 tembakan. Inggris mencatatkan 11 tembakan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Kedua tim mengumpulkan dua kartu kuning masing-masing, sementara tidak ada kartu merah yang dikeluarkan.

"Ini adalah pertandingan level final. Kami tahu Inggris punya kualitas individu yang luar biasa, tetapi kolektivitas dan mentalitas tim kami menjadi pembeda. Lautaro memberikan energi baru, dan Martínez sekali lagi membuktikan mengapa dia kiper terbaik dunia," ujar Lionel Scaloni usai laga.

Dengan kemenangan ini, Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol. Laga puncak yang akan tersaji di Dallas itu mempertemukan dua tim dengan filosofi sepak bola kontras namun sama-sama penuh gelar. La Roja menunggu dengan formasi possession-based mereka, sementara La Albiceleste membawa momentum mental juara bertahan. Satu langkah lagi menuju trofi yang paling didambakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User