Argentina Taklukkan Tanjung Verde di Extra Time demi Tiket 16 Besar
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina setelah drama perpanjangan waktu 2x15 menit. La Albiceleste harus bekerja ekstra keras untuk menaklukkan kekuatan defensif Tanjung Verde yang memaksakan laga ...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina setelah drama perpanjangan waktu 2x15 menit. La Albiceleste harus bekerja ekstra keras untuk menaklukkan kekuatan defensif Tanjung Verde yang memaksakan laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 berlangsung selama 120 menit penuh di Stadion Miami, Jumat (03/07/2026) waktu setempat. Dua gol dari Lautaro Martínez dan Julián Álvarez menyelamatkan Argentina dari kejutan besar, setelah tim dari Afrika tersebut lebih dulu unggul lewat gol pada menit ke-58.
Pertandingan yang diwarnai dominasi penguasaan bola Argentina sebesar 68 persen ini ternyata tidak berjalan mulus bagi sang juara dunia. Starting XI yang diturunkan Lionel Scaloni dengan formasi 4-3-3 langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak wasit meniup peluit panjang. Namun, Tanjung Verde yang memilih formasi 5-4-1 dengan low block yang sangat kompak berhasil meminimalisir ruang gerak Lionel Messi dan kawan-kawan di sepertiga final lapangan.
Babak Pertama: Argentina Tekan, Tanjung Verde Bertahan Rapi
Menit ke-12, Enzo Fernández mengirimkan umpan vertikal yang membelah lini pertahanan lawan, namun tendangan first-time dari Lautaro Martínez masih melambung di atas mistar gawang. Argentina terus menggempur dari sayap, dengan Nahuel Molina dan Nicolás Tagliafico kerap melakukan overlapping run untuk melebarkan lapangan. Meski begitu, shots on target yang berhasil dihasilkan La Albiceleste di 45 menit pertama hanya dua kali, menunjukkan ketajaman lini belakang Tanjung Verde yang dipimpin oleh Sidney Lopes Cabral.
Tanjung Verde sendiri nyaris membuat kejutan pada menit ke-34 ketika serangan balik cepat melibatkan tiga pemain hampir membobol gawang Emiliano Martínez. Situasi 3-vs-2 itu berakhir dengan tendangan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Argentina tersebut. Hingga jeda babak, skor tetap kacamata 0-0 dengan penguasaan bola 65 persen milik Argentina yang belum bisa dikonversi menjadi gol.
Babak Kedua: Gol Kejutan dan Balasan Menit Akhir
Memasuki babak kedua, Tanjung Verde justru berhasil mencuri gol pembuka pada menit ke-58. Sebuah serangan transisi cepat dari lini tengah mereka berhasil mengeksploitasi celah di antara bek tengah Argentina. Umpan silang dari sayap kanan disambut dengan sempurna oleh striker Tanjung Verde yang melepaskan tendangan voli keras ke sudut gawang, tak bisa dijangkau Martínez. Keunggulan 1-0 itu memaksa Scaloni melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Alexis Mac Allister untuk memperkuat kreasi di lini serang.
Argentina meningkatkan tekanan secara masif. Menit ke-71, Messi melepaskan tendangan bebas yang menghantam tiang gawang, dan rebound dari Rodrigo De Paul masih bisa diblok oleh kaki seorang bek. VAR kemudian sempat diperiksa pada menit ke-84 terkait dugaan handball di kotak penalti Tanjung Verde, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran setelah melihat replay. Ketika waktu normal tinggal menyisa satu menit, pada menit ke-89, Lionel Messi berhasil mengirimkan assist ciamik dari sisi kiri kotak penalti yang disambut dengan tembakan kaki kiri Lautaro Martínez untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol itu memaksa pertandingan berlanjut ke extra time.
Extra Time: La Albiceleste Akhiri Perlawanan
Memasuki perpanjangan waktu, Argentina langsung tancap gas. Formasi 4-3-3 mereka diubah menjadi lebih ofensif dengan menurunkan Ángel Di María di sayap kanan. Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-112. Sebuah kombinasi satu-dua sentuhan antara Enzo Fernández dan Messi di area final third membuka ruang bagi Julián Álvarez yang melepaskan tendangan rendah dari dalam kotak penalti. Bola bersarang di sudut bawah gawang, membawa Argentina unggul 2-1. Álvarez melakukan selebrasi dengan menunjuk ke arah tribun penonton yang dipenuhi suporter Albiceleste.
Tanjung Verde mencoba bangkit pada menit ke-118 melalui serangan bola mati, namun sundulan kepala dari hasil tendangan sudut masih melambung tipis di atas mistar. Mereka bahkan harus bermain dengan 10 orang di menit ke-119 setelah gelandang bertahan mendapatkan kartu kuning kedua yang otomatis jadi kartu merah setelah melakukan tackle keras dari belakang terhadap De Paul. Hingga wasit meniup peluit panjang akhir laga, skor akhir 2-1 untuk Argentina tidak berubah.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi total Argentina dengan penguasaan bola 68 persen, 18 total tembakan dengan 8 shots on target, dibandingkan Tanjung Verde yang hanya mengemas 5 tembakan dan 2 shots on target. Clean sheet pun gagal dipersembahkan Emiliano Martínez meski ia mencatatkan 3 penyelamatan krusial sepanjang laga.
"Kami tahu ini akan sulit. Tanjung Verde memiliki organisasi defensif yang luar biasa dan mereka menghukum setiap kesalahan kecil kami. Tapi karakter tim ini terlihat jelas, kami tidak menyerah hingga menit terakhir," ujar Lionel Scaloni usai pertandingan.
Dengan kemenangan ini, Argentina resmi melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan akan menunggu pemenang dari laga lain di bagan yang sama. Messi dan kawan-kawan membuktikan bahwa meski usia skuad utama semakin matang, daya juang mereka dalam situasi genting tetap menjadi senjata pamungkas di ajang paling bergengsi dunia ini.
Comments (0)