Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss setelah pertandingan berlangsung hingga extra time dalam laga perempat final Piala Dunia di Kansas City, Sabtu (11/7/2026). Kemenangan ini membawa Albiceleste melaju ke babak semifinal, tetapi jalan yang mereka tempuh tidak semulus prediksi banyak orang. Swiss, yang tampil disiplin sepanjang 90 menit, memaksa Argentina bekerja ekstra sebelum akhirnya menyerah di babak tambahan.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Tanpa Ketajaman
Sejak menit awal, Argentina menerapkan formasi 4-3-3 dengan penguasaan bola yang dominan mencapai 63% sepanjang pertandingan. Starting XI Argentina mengandalkan kombinasi lini tengah yang rapat, sementara Swiss bermain lebih defensif dengan formasi 4-2-3-1 yang berubah menjadi 5-4-1 saat bertahan. Meski menguasai jalannya pertandingan, Argentina hanya mampu mencatatkan 5 shots on target dari total 18 percobaan sepanjang 120 menit.
Menit ke-23, gelombang serangan Argentina mulai terlihat. Sebuah umpan terobosan dari lini tengah dilepaskan ke sisi kanan, disambut dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Namun, kiper Swiss masih mampu mengamankan bola dengan penyelamatan refleks yang impresif. Swiss tidak tinggal diam. Menit ke-37, mereka melancarkan serangan balik cepat yang nyaris membuahkan gol, tetapi penyelesaian akhir masih melenceng tipis di sisi kiri gawang.
Babak pertama berakhir tanpa gol. Statistik menunjukkan Argentina melepaskan 8 tembakan dengan 2 shots on target, sementara Swiss hanya 3 tembakan tanpa satupun mengarah ke gawang. Penguasaan bola Argentina di babak pertama menyentuh angka 65%, menandakan kontrol permainan yang nyaris mutlak.
Kartu Merah Embolo Mengubah Peta Permainan
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat. Swiss mulai berani keluar menekan dan beberapa kali merepotkan lini belakang Argentina. Namun, momentum berubah drastis pada menit ke-67. Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, mengeluarkan kartu merah langsung kepada penyerang Swiss, Breel Embolo, setelah pelanggaran keras yang dinilai membahayakan pemain lawan. Keputusan itu sempat ditinjau melalui VAR, dan wasit tetap pada keputusan awalnya.
Bermain dengan 10 orang, Swiss terpaksa menarik garis pertahanan lebih dalam. Pelatih mereka mengubah formasi menjadi 4-4-1 untuk menahan gempuran Argentina. Menit ke-74, Argentina akhirnya memecah kebuntuan. Sebuah umpan silang dari sisi kiri disambut sundulan tajam dari dalam kotak penalti, mengubah skor menjadi 1-0. Stadion bergemuruh, dan seakan kemenangan sudah di depan mata.
Namun, sepak bola tidak pernah kehabisan kejutan. Menit ke-88, Swiss yang bermain dengan 10 orang justru mampu menyamakan kedudukan melalui skema bola mati. Tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Argentina berhasil disundul oleh pemain Swiss yang tak terkawal di tiang jauh. Bola masuk ke sudut gawang tanpa bisa dijangkau kiper. Skor berubah 1-1, dan pertandingan berlanjut ke extra time.
Extra Time: Ketajaman Argentina Akhirnya Berbicara
Memasuki babak tambahan, keunggulan jumlah pemain mulai terasa. Argentina kembali menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 71% selama 30 menit extra time. Swiss, yang kelelahan, lebih banyak bertahan dan sesekali melancarkan serangan balik sporadis.
Menit ke-103, peluang emas Argentina tercipta. Sebuah kombinasi satu-dua di tepi kotak penalti melepaskan pemain Argentina ke ruang kosong, tetapi penyelesaiannya masih membentur tiang gawang. Gol yang dinanti akhirnya datang pada menit ke-112. Melalui serangan terorganisir dari sisi kanan, umpan tarik dikirim ke tengah kotak penalti dan diselesaikan dengan tendangan terukur ke sudut bawah gawang. Skor menjadi 2-1, dan Argentina kembali memimpin.
Swiss mencoba bangkit di sisa waktu, tetapi pertahanan Argentina tampil solid. Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan tercipta. Argentina mencatatkan total 11 shots on target dari 24 percobaan, sementara Swiss hanya 3 shots on target dari 7 tembakan. Kiper Argentina mencatatkan clean sheet di sisa pertandingan setelah gol penyama kedudukan.
"Kami bermain dengan sabar dan disiplin. Kartu merah mengubah dinamika, tetapi kami tetap fokus pada permainan kami sendiri," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dengan hasil ini, Argentina melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang laga antara dua tim favorit lainnya. Sementara Swiss harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini dengan kepala tegak, setelah memberikan perlawanan sengit meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-67.
Statistik akhir mencatat Argentina unggul dalam hampir semua aspek: penguasaan bola 66% berbanding 34%, shots on target 11 berbanding 3, dan tendangan sudut 9 berbanding 2. Namun, kegigihan Swiss hingga menit-menit akhir menjadi bukti bahwa di sepak bola, angka di atas kertas tidak selalu menceritakan seluruh kisah pertandingan.
Comments (0)