Argentina Singkirkan Inggris 2-1, Messi dan Fernandez Pimpin Selebrasi

Skor akhir 2-1 memastikan Argentina melenggang ke final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Inggris dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Kamis dini hari ...

Jul 28, 2026 - 08:10
0 0
Argentina Singkirkan Inggris 2-1, Messi dan Fernandez Pimpin Selebrasi

Skor akhir 2-1 memastikan Argentina melenggang ke final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Inggris dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Kamis dini hari WIB. Dua gol Albiceleste tercipta melalui skema serangan balik mematikan dan eksekusi bola mati brilian, sementara The Three Lions hanya mampu membalas satu gol meski mendominasi jalannya pertandingan. Kapten Lionel Messi dan gelandang Enzo Fernandez menjadi pusat perhatian usai peluit panjang berbunyi, keduanya berkeliling lapangan memberikan aplaus meriah kepada ribuan suporter yang memadati tribun.

Babak Pertama: Dominasi Inggris yang Tak Berbuah Manis

Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris tampil agresif dengan formasi 4-3-3 andalan Gareth Southgate. Penguasaan bola mereka mencapai 61% sepanjang 45 menit pertama, memaksa Argentina bermain dalam blok rendah. Jude Bellingham beberapa kali merepotkan lini belakang Argentina melalui tusukan dari lini kedua, namun shots on target Inggris hanya tercatat dua dari total delapan percobaan. Di sisi lain, Argentina yang mengandalkan formasi 4-4-2 justru unggul efektivitas. Menit ke-17, sebuah serangan balik cepat yang dibangun Enzo Fernandez dari tengah lapangan berakhir dengan umpan terobosan kepada Julian Alvarez. Striker Manchester City itu melepaskan tembakan mendatar yang sempat membentur tiang sebelum bergulir masuk ke gawang. Gol tersebut menjadi satu-satunya shots on target Argentina di babak pertama.

Inggris terus menekan. Menit ke-34, Bukayo Saka nyaris menyamakan kedudukan andai sepakannya tak digagalkan oleh penyelamatan gemilang Emiliano Martinez. Bola hasil tepisan kiper Aston Villa itu mengenai mistar gawang dan berhasil diamankan bek tengah Cristian Romero. Statistik mencatat Argentina hanya mencatatkan penguasaan bola 39% di babak pertama, namun keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum berkat disiplinnya lini pertahanan yang dikomandoi Romero dan Lisandro Martinez.

Babak Kedua: Drama Gol, VAR, dan Kejeniusan Messi

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat drastis. Inggris melakukan dua pergantian pemain sekaligus pada menit ke-58 dengan memasukkan Phil Foden dan Marcus Rashford. Hasilnya instan. Menit ke-64, umpan silang Trent Alexander-Arnold dari sisi kanan disambut sundulan Harry Kane yang menggetarkan jala gawang Argentina. Skor berubah 1-1, dan momen ini membangkitkan semangat pasukan Three Lions.

Namun Argentina bukanlah tim yang mudah patah arang. Lionel Messi, yang sepanjang laga mendapat pengawalan ketat Declan Rice, mulai menemukan celah. Menit ke-78, sebuah pelanggaran terhadap Enzo Fernandez di luar kotak penalti menghasilkan tendangan bebas. Eksekusi Messi melengkung indah melewati pagar betis dan bersarang di sudut kanan atas gawang tanpa mampu dijangkau kiper. Gol kedua Argentina itu sempat diperiksa melalui VAR terkait potensi offside, namun pengadil lapangan mengesahkannya. Skor 2-1 untuk Argentina.

Inggris berusaha membalas. Menit ke-85, Bellingham menjatuhkan diri di kotak terlarang dan wasit menunjuk titik putih. Namun peninjauan VAR membatalkan keputusan tersebut karena tidak ditemukan kontak signifikan. Momen ini menjadi titik balik psikologis yang mematahkan semangat Inggris. Hingga tambahan waktu tujuh menit berakhir, Argentina berhasil mempertahankan keunggulan.

Enzo Fernandez dan Messi: Simbol Perjuangan Dua Generasi

Usai pertandingan, kamera menyorot momen mengharukan antara Enzo Fernandez dan Lionel Messi. Keduanya berjalan berdampingan menuju tribun suporter Argentina, melambaikan tangan, dan memberikan tepuk tangan panjang. Enzo Fernandez, yang mencatatkan statistik impresif dengan 92% akurasi umpan, dua tekel sukses, dan satu assist, tampak berlinang air mata. Di usianya yang ke-25, gelandang Benfica itu telah menjadi denyut nadi permainan Argentina di sepanjang turnamen.

Messi, di sisi lain, menunjukkan ketenangan seorang veteran. Meski hanya melepaskan tiga tembakan sepanjang laga dengan dua di antaranya tepat sasaran, kontribusinya melampaui angka. Pergerakannya membuka ruang bagi rekan-rekan setim, dan gol tendangan bebasnya adalah bukti bahwa kualitasnya tak lekang oleh usia. Duet dua generasi ini menjadi cerita utama kemenangan Argentina malam itu.

Statistik akhir pertandingan menunjukkan dominasi Inggris dalam penguasaan bola sebesar 58% berbanding 42%, serta total 14 tembakan berbanding 7 milik Argentina. Namun Argentina unggul dalam shots on target dengan 4 berbanding 3, membuktikan efektivitas serangan mereka. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan, namun wasit mencatat tiga kartu kuning masing-masing untuk Lisandro Martinez, Declan Rice, dan Kyle Walker.

Dengan kemenangan ini, Argentina menunggu lawan di partai puncak yang akan mempertemukan pemenang antara Brasil dan Prancis. Misi mempertahankan gelar juara dunia semakin dekat, dan malam di Atlanta akan dikenang sebagai salah satu babak paling dramatis dalam perjalanan La Albiceleste di Piala Dunia 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User