Argentina — Messi Desak Wasit Usir Cucurella di Final Piala Dunia 2026

Final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey, diguncang insiden kontroversial saat kapten La Albiceleste, Lionel

Argentina — Messi Desak Wasit Usir Cucurella di Final Piala Dunia 2026

Final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey, diguncang insiden kontroversial saat kapten La Albiceleste, Lionel Messi, secara terbuka menuntut wasit mengeluarkan kartu merah bagi bek Spanyol Marc Cucurella. Kejadian pada babak kedua laga puncak yang berlangsung dini hari waktu Indonesia Barat itu tidak hanya menggemparkan penonton di tribun, tetapi juga langsung melambungkan tagar terkait keputusan wasit hingga puncak trending topic global dalam hitungan menit.

Latar Belakang Final Bersejarah

Pertandingan final kali ini mempertemukan dua kekuatan besar dari benua berbeda. Argentina, sang juara bertahan yang tampil dengan kepercayaan diri tinggi usai performa gemilang sepanjang turnamen, berhadapan dengan La Furia Roja yang menunjukkan evolusi taktis mematikan di bawah arahan pelatih anyar mereka. Suasana di Stadion MetLife yang berkapasitas 82.500 penonton terasa mencekam sejak wasit meniup peluit kick-off, dengan kedua tim bertukar serangan dalam tempo tinggi. Namun, semakin memasuki menit-menit krusial babak kedua, tensi permainan meningkat drastis usai sebuah pelanggaran keras mengubah dinamika laga.

Kronologi Insiden Kontroversial

  1. Menit ke-67 — Marc Cucurella melancarkan tackle dari arah belakang dengan kaki terentang saat berusaha menghentikan serangan cepat Argentina. Rodrygo De Paul, yang saat itu menggiring bola di tengah lapangan, terjatuh dengan cukup keras setelah kontak fisik langsung pada bagian betisnya. Tubuh gelandang bertahan Argentina itu terkulai selama beberapa detik sebelum tim medis bergegas masuk.
  2. Menit ke-68 — Lionel Messi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung berlari menghampiri wasit utama pertandingan. Dengan ekspresi marah, kapten berusia 39 tahun itu membentangkan kedua tangan sebagai tanda protes keras sambil berteriak menuntut kartu merah. Messi bahkan sempat menunjuk ke arah monitor Video Assistant Referee (VAR) sambil menggelengkan kepala, menandakan bahwa menurutnya pelanggaran tersebut layak mendapatkan hukuman maksimal.
  3. Menit ke-69 — Wasit utama memilih untuk tidak mengeluarkan kartu apa pun kepada Cucurella. Setelah memberikan teguran lisan singkat, sang pengadil justru mengusap punggung Messi sebagai bentuk penenangan sebelum memisahkan kerumunan pemain dari kedua kubu yang mulai saling mendorong. Keputusan tersebut sontak mendapat sorakan keras dari para suporter Argentina yang memenuhi sebagian besar tribun barat stadion.
  4. Menit ke-70 — Tim VAR tidak melakukan intervensi terhadap insiden tersebut. Layar besar di Stadion MetLife tidak menampilkan proses review, yang mengindikasasi bahwasanya keputusan wasit di lapangan dianggap sudah final oleh ofisial di ruang kontrol. Tidak adanya panggilan on-field review ini semakin memicu amarah Messi yang terus mengomel saat berjalan menjauh dari lokasi insiden.
  5. Menit ke-72 hingga akhir laga — Meski sempat terjadi pergantian pemain dan taktik dari kedua pelatih, suasana di lapangan tetap memanas. Messi terlihat beberapa kali masih membicarakan keputusan wasit kepada asisten wasit saat bola mati, sementara Cucurella tampil lebih berhati-hati usai mendapat peringatan implisit dari wasit maupun rekan setimnya.

Reaksi Publik dan Viralitas di Media Sosial

Rekaman video yang menangkap momen Messi berteriak di depan wasit langsung menjelma menjadi konten viral di berbagai platform digital. Di X (Twitter), klip berdurasi 17 detik yang memperlihatkan kapten Argentina menuntut kartu merah itu telah ditonton lebih dari 28 juta kali dalam tempo tiga jam sejak diunggah. Akun-akun analisis sepak bola terkemuka seperti ESPN FC dan Fabrizio Romano turut menyoroti keputusan wasit, dengan sebagian besar komentator menganggap bahwa VAR seharusnya memanggil wasit untuk meninjau ulang insiden tersebut. Sementara itu, kubu pendukung Spanyol berargumen bahwa Cucurella telah menyentuh bola terlebih dahulu sebelum mengenai kaki De Paul, sehingga keputusan wasit dianggap tepat.

Dampak pada Narratif Final dan Kredibilitas Wasit

Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi keputusan wasit dalam sejarah final Piala Dunia. Asosiasi Wasit Internasional hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan di balik penolakan kartu merah maupun tidak adanya intervensi VAR. Namun, sumber internal yang dikutip media setempat menyebut bahwasanya wasit menilai kontak fisik tersebut sebagai pelanggaran ringan karena Cucurella dianggap tidak memiliki intensitas berlebih. Meski demikian, banyak pakar sepak bola yang menentang penafsiran tersebut, menegaskan bahwa tackle dari belakang dengan kaki terentang dalam situasi transisi cepat seharusnya selalu dihukum dengan kartu merah berdasarkan aturan IFAB terbaru. Apapun hasil akhir final ini, diskusi seputar insiden Messi dan Cucurella diprediksi akan terus mengisi ruang publik hingga pekan-pekan mendatang.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa meski teknologi VAR telah diterapkan, subjektivitas penilaian wasit tetap menjadi variabel yang dapat mengubah sejarah pertandingan dalam sekejap.

[SOCIAL_TWEET]: Messi ngamuk minta kartu merah buat Cucurella di final Piala Dunia 2026, tapi wasit ngeyel! Keputusan kontroversial ini langsung viral. Cek faktanya di #Beritainti #PialaDunia2026 [SOCIAL_TG]: 🚨 BREAKING: Insiden Messi vs Cucurella di final Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Wasit tolak keluarkan kartu merah meski protes sengit dari kapten Argentina. Berikut timeline dan reaksi viralnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User