Argentina Lolos ke 16 Besar Usai Extra Time Dramatis Lawan Tanjung Verde
Menit ke-117 menjadi penentu segalanya di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026) waktu setempat. Argentina memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Tanjung Ver...
Menit ke-117 menjadi penentu segalanya di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026) waktu setempat. Argentina memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Tanjung Verde dengan skor akhir 2-1 lewat babak extra time yang menegangkan. Gol kemenangan lahir dari skema sepak pojok yang dieksekusi Lionel Messi, disambut sundulan keras yang tak mampu dihalau kiper Tanjung Verde. Begitu peluit panjang berbunyi, stadion meledak dalam euforia, namun momen paling ikonik justru terjadi setelahnya: Messi menghampiri bek Tanjung Verde, Sidney Lopes Cabral, lalu mengangkatnya dalam pelukan hangat. Dua rival yang berduel sengit selama 120 menit justru saling menghormati di tengah tensi tinggi.
Babak Pertama: Tanjung Verde Bukan Lawan Mudah
Banyak pengamat memprediksi pertandingan sepihak, tetapi starting XI Tanjung Verde dengan formasi 5-4-1 membuktikan sebaliknya. Blok rendah yang disusun pelatih mereka membuat lini serang Argentina kesulitan menembus kotak penalti. Penguasaan bola pada 45 menit pertama tercatat 67 persen untuk Argentina, namun angka itu tidak diterjemahkan menjadi peluang emas. Shots on target Argentina hanya dua, dan dua-duanya masih bisa diantisipasi kiper Tanjung Verde yang tampil gemilang sepanjang laga.
Menit ke-23, Messi melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter yang membuat stadion bergemuruh. Bola meluncur melengkung ke arah tiang dekat, tetapi kiper Tanjung Verde menepisnya dengan refleks luar biasa. Enam menit berselang, Julian Alvarez mencoba peruntungan lewat tembakan first time dari sisi kanan kotak penalti; bola masih melambung tipis di atas mistar. Di sisi lain, Tanjung Verde sesekali keluar dengan serangan balik cepat. Menit ke-38, Sidney Lopes Cabral hampir mengejutkan dunia ketika sundulannya dari sepak pojok hanya melebar beberapa sentimeter dari tiang gawang Emiliano Martinez.
Babak Kedua: Gol Balasan yang Mengubah Arah
Memasuki babak kedua, pelatih Argentina menambah daya gedor dengan memasukkan pemain sayap murni dan mengubah formasi menjadi 4-3-3 dengan instruksi pressing tinggi. Menit ke-61, tekanan itu akhirnya membuahkan hasil. Umpan terobosan Messi membelah lini pertahanan Tanjung Verde, lalu diselesaikan dengan penyelesaian dingin oleh penyerang Argentina. Gol itu tercatat sebagai assist keempat Messi di turnamen ini, memperkuat posisinya sebagai pencetak assist terbanyak sementara.
Namun, euforia Argentina hanya bertahan sebelas menit. Menit ke-72, Tanjung Verde menyamakan kedudukan lewat serangan balik dua sentuhan yang mengekspos ruang kosong di belakang bek sayap Argentina. Umpan silang mendatar disambut penyelesaian satu sentuhan yang tak mampu dijangkau kiper. Skor berubah menjadi 1-1, dan untuk pertama kalinya muka pemain Argentina terlihat cemas. Kedudukan imbang bertahan hingga peluit panjang, memaksa laga berlanjut ke extra time selama 2x15 menit.
Extra Time: Momen Klasik Messi
Kelelahan fisik mulai terlihat pada kedua tim. Tanjung Verde bahkan harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-98 setelah beknya menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Keputusan bertahan total justru menjadi blunder taktis, karena Argentina dengan keunggulan jumlah pemain terus menggempur. Menit ke-113, Messi mengirim umpan silang yang menuntun sundulan terarah, namun kiper Tanjung Verde masih mampu menepis dengan gemilang. Empat menit kemudian, sang kapten kembali mengeksekusi sepak pojok dengan akurasi sempurna ke titik penalti, dan sundulan penentu itu tak lagi bisa dihalau. VAR sempat meninjau potensi offside dalam proses gol, tetapi keputusan tetap sah. Argentina mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
“Saya katakan sejak awal, tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia. Tanjung Verde bermain dengan hati dan organisasi yang luar biasa. Kami harus bekerja keras sampai menit terakhir untuk menang,” ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai laga.
Catatan Statistik dan Evaluasi
Secara keseluruhan, penguasaan bola Argentina mencapai 64 persen berbanding 36 persen milik Tanjung Verde. Total shots tercatat 19 berbanding 6, dengan shots on target 7 berbanding 3. Argentina juga unggul dalam akurasi umpan 89 persen dan jumlah sepak pojok 11 berbanding 2. Namun, statistik penguasaan tidak otomatis berbanding lurus dengan kualitas peluang; Tanjung Verde membuktikan bahwa efisiensi serangan balik mampu menandingi dominasi penguasaan bola lawan.
Sidney Lopes Cabral menjadi salah satu pemain yang paling banyak disorot. Bek berusia 27 tahun itu mencatatkan empat tekel sukses, tujuh sapuan, dan dua intersep, selain nyaris mencetak gol di babak pertama. Penampilannya membuat banyak pengamat menjulukinya sebagai bek terbaik di babak 32 besar. Di kubu Argentina, Messi menutup laga dengan satu gol penentu, satu assist, dan empat peluang diciptakan, sekaligus memecahkan rekor penampilan terbanyak untuk pemain Argentina di Piala Dunia. Empat kartu kuning tercatat dalam laga ini, tiga untuk Tanjung Verde dan satu untuk Argentina.
Kemenangan ini membawa Argentina melangkah ke babak 16 besar dengan status juara grup, tetapi performa yang masih jauh dari sempurna menjadi pekerjaan rumah besar. Ketergantungan pada Messi terlihat jelas, dan lini pertahanan yang kebobolan dari serangan balik sederhana harus segera dibenahi. Sementara itu, Tanjung Verde pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan terbaik sepanjang sejarah mereka di ajang Piala Dunia. Bagi Argentina, satu hal yang pasti: jalan menuju trofi masih panjang, dan lawan berikutnya tidak akan semurah ini.
Comments (0)