Argentina Kalahkan Spanyol 2-1 di Final Piala Dunia 2026, Messi Legenda Abadi
Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Spanyol di Estadio Azteca, Mexico City, Minggu malam waktu setempat. Final Piala Dunia 2026 ini akan dikenang sebagai panggung terakhir Lionel Messi yang, di usia 3...
Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Spanyol di Estadio Azteca, Mexico City, Minggu malam waktu setempat. Final Piala Dunia 2026 ini akan dikenang sebagai panggung terakhir Lionel Messi yang, di usia 39 tahun, memimpin Albiceleste meraih trofi kedua beruntun setelah 120 menit pertarungan taktis yang melelahkan. Gol penentu dicetak Julian Alvarez pada menit ke-109, memanfaatkan assist brilian dari sang kapten.
Babak Pertama: Rodri Memecah Kebuntuan, Spanyol Dominan
Spanyol membuka laga dengan formasi 4-3-3 klasik, menempatkan Rodri sebagai jangkar di depan lini belakang. Penguasaan bola La Roja mencapai 62% di 45 menit pertama, memaksa Argentina bermain dalam blok rendah 4-4-2. Menit ke-23, Rodri melepaskan tembakan spekulatif dari luar kotak penalti—bola sempat mengenai kaki Cristian Romero dan berbelok arah, mengecoh Emiliano Martinez yang sudah bergerak ke sisi berlawanan. Gol itu tercatat sebagai shots on target ketiga Spanyol dari total tujuh percobaan di babak pertama. Argentina hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang paruh pertama, yakni sundulan lemah Enzo Fernandez dari situasi sepak pojok menit ke-38.
Rodri tampil sebagai metronom. Statistik mencatat ia menyelesaikan 94% umpan sukses dari 67 sentuhan, sekaligus memenangi empat duel udara. Lini tengah Spanyol yang dikomandoi Pedri dan Gavi di depannya terus memutar bola dengan ritme tinggi, membuat Messi dan Alvarez terisolasi di sepertiga akhir. Kartu kuning pertama diberikan wasit Francois Letexier kepada Nahuel Molina pada menit ke-31 setelah tekel terlambat terhadap Nico Williams yang menusuk dari sisi kiri.
Babak Kedua: Messi Bangkit, VAR Jadi Sorotan
Argentina kembali dari ruang ganti dengan intensitas berbeda. Lionel Scaloni menginstruksikan full-back lebih agresif naik, mengubah formasi menjadi 3-5-2 saat menyerang. Hasilnya instan. Menit ke-58, Messi menusuk dari sayap kanan, melakukan kombinasi satu-dua dengan Alexis Mac Allister, lalu melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh. Skor imbang 1-1. Statistik shots on target Argentina melonjak menjadi lima dalam 30 menit kedua.
Menit ke-74 terjadi kontroversi. Alejandro Garnacho, yang masuk menggantikan Angel Di Maria, dijatuhkan Aymeric Laporte di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, tetapi VAR mengintervensi. Tayangan ulang menunjukkan kontak terjadi di luar kotak—keputusan dianulir, Laporte hanya menerima kartu kuning. Spanyol merespons dengan memasukkan Lamine Yamal dan Ferran Torres, meningkatkan penguasaan bola mereka kembali ke angka 57%.
Hingga 90 menit berakhir, kedua tim saling menggempur. Rodri nyaris menggandakan skor lewat sundulan dari skema sepak pojok menit ke-83, namun Martinez melakukan penyelamatan gemilang dengan ujung jari. Skor tetap 1-1, laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Extra Time: Alvarez dan Assist Terakhir Messi
Keletihan mulai terlihat di kubu Spanyol yang rata-rata sudah menempuh jarak tempuh 11,8 km per pemain. Argentina justru tampil lebih segar. Menit ke-109, momen bersejarah terjadi. Messi menerima bola di sepertiga akhir, memutar tubuh menjauhi kawalan Rodri yang sudah berada di depan kotak penalti. Dengan visi khasnya, ia mengirim umpan terobosan terukur ke ruang kosong yang ditempati Julian Alvarez. Tanpa ragu, striker Manchester City itu melepaskan tembakan first-time ke sudut bawah gawang Unai Simon. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.
Data pertandingan menunjukkan Argentina hanya unggul penguasaan bola 44% berbanding 56%, namun mencatatkan shots on target lebih efektif: 7 dari 13 percobaan, berbanding 5 dari 16 milik Spanyol. Rodri menyelesaikan laga dengan rating 8.2 versi statistik lanjutan, tertinggi di timnya, sementara Messi meraih 8.7 dan dinobatkan sebagai Player of the Match.
"Saya tidak bisa meminta akhir yang lebih indah. Rodri adalah gelandang terbaik di dunia, tapi malam ini kami menemukan celah kecil dan mengeksekusinya dengan sempurna," ujar Messi seusai pertandingan.
Dengan hasil ini, Argentina menjadi negara pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil pada 1958-1962. Messi menutup karier internasionalnya dengan 112 gol dalam 195 penampilan, dua trofi Piala Dunia, dan status abadi sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola.
Comments (0)