Argentina Hentikan Laga di Menit 10 demi Penghormatan Messi

Skor akhir tidak pernah tercatat di papan skor Stadion Monumental. Pertandingan antara timnas Argentina dan Benin yang digelar Rabu (7/10) dihentikan secara resmi pada menit ke-10, sebuah keputusan ya...

Oct 08, 2026 - 07:52
0 0
Argentina Hentikan Laga di Menit 10 demi Penghormatan Messi

Skor akhir tidak pernah tercatat di papan skor Stadion Monumental. Pertandingan antara timnas Argentina dan Benin yang digelar Rabu (7/10) dihentikan secara resmi pada menit ke-10, sebuah keputusan yang jarang terjadi dalam sepak bola internasional. Wasit meniup peluit panjang bukan karena insiden lapangan, melainkan untuk memberi ruang bagi penghormatan khusus kepada Lionel Messi dalam laga perpisahannya bersama Albiceleste.

Sejak kick-off, atmosfer stadion sudah berbeda dari pertandingan biasa. Starting XI Argentina tampil dengan formasi 4-3-3, dengan Messi ditempatkan sebagai false nine di lini depan. Namun, perhatian publik tidak tertuju pada taktik atau penguasaan bola, melainkan pada momen emosional yang telah direncanakan sejak lama. Ketika menit ke-10 bergulir, wasit menghentikan pertandingan atas permintaan kedua kubu.

Mengapa Menit Ke-10?

Angka 10 bukan pilihan acak. Nomor punggung 10 telah menjadi identitas Messi sepanjang kariernya bersama timnas Argentina, dari Piala Dunia U-20 hingga trofi Copa America dan Piala Dunia. Penghentian di menit ke-10 menjadi simbol penghormatan atas kontribusi pemain berusia 38 tahun tersebut. Seluruh pemain, baik dari Argentina maupun Benin, berhenti bergerak dan membentuk lingkaran di tengah lapangan. Penonton berdiri, memberikan standing ovation yang berlangsung lebih dari lima menit.

Statistik laga memang minimal: penguasaan bola Argentina 62 persen, shots on target dua, dan Benin belum mencatat peluang berarti. Namun, angka-angka itu tidak lagi relevan. Yang tercatat dalam sejarah adalah momen ketika sepak bola berhenti sejenak untuk mengapresiasi salah satu pemain terbaik yang pernah lahir.

Jalannya Sepuluh Menit Pertama

Menit ke-3, Messi menerima bola di sisi kanan, melewati dua pemain Benin dengan dribel khasnya, lalu melepaskan umpan silang yang disundul kepala bek Argentina namun masih melebar. Menit ke-6, Benin mencoba serangan balik melalui sayap kiri, tetapi barisan pertahanan Argentina yang dikawal Romero dan Otamendi mampu membaca situasi. Menit ke-8, Messi kembali menjadi pusat perhatian ketika tendangan bebasnya dari jarak 25 meter masih membentur mistar gawang. Dua menit berselang, wasit menghentikan laga.

Keputusan menghentikan pertandingan di menit ke-10 bukan tanpa preseden. FIFA pernah mengizinkan laga persahabatan dihentikan untuk penghormatan tertentu, tetapi biasanya terjadi setelah peluit akhir. Dalam kasus Messi, federasi Argentina mengajukan permohonan resmi agar momen perpisahan terjadi saat bola masih bergulir, sebagai bentuk penghormatan langsung dari lapangan.

Reaksi Pelatih dan Pemain

"Sepuluh menit pertama menunjukkan siapa Messi sebenarnya. Dia masih bisa mengubah permainan dalam waktu singkat. Kami menghentikan laga bukan karena kehilangan, tetapi karena menghormati," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers usai acara.

Kapten Benin juga memberikan komentar senada. Ia menyebut momen tersebut sebagai pengalaman langka yang tidak akan dilupakan para pemainnya. "Kami datang untuk bertanding, tetapi kami pulang membawa cerita sejarah," katanya.

Beberapa legenda Argentina turut hadir di tribune, termasuk mantan rekan setim Messi di era 2010-an. Mereka menyaksikan langsung bagaimana seorang pemain yang telah mencetak lebih dari 100 gol untuk timnas mendapat penghormatan tertinggi dari stadion yang menjadi saksi perjalanan kariernya.

Warisan Messi dan Masa Depan Argentina

Dengan dihentikannya laga ini, tidak akan ada skor akhir resmi yang tercatat dalam statistik FIFA. Namun, warisan Messi tetap terukur: 180 caps, lebih dari 100 gol, satu Piala Dunia, dua Copa America, dan puluhan assist yang mengubah sejarah sepak bola Argentina. Penghentian di menit ke-10 menjadi penanda bahwa sepak bola modern tidak hanya soal taktik dan formasi, tetapi juga soal menghargai sosok yang telah memberi begitu banyak.

Bagi Argentina, pertanyaan berikutnya adalah siapa yang akan mengisi posisi nomor 10. Beberapa nama muda telah disebut-sebut, tetapi tidak ada yang bisa disamakan dengan Messi. Laga melawan Benin mungkin tidak akan tercatat sebagai pertandingan kompetitif, tetapi momen di menit ke-10 akan dikenang sebagai salah satu penghormatan paling emosional dalam sejarah olahraga.

Wasit meniup peluit, para pemain berhenti, dan seluruh stadion bersorak. Sepak bola memang pernah berhenti selama sepuluh menit. Bukan karena cedera, bukan karena VAR, tetapi karena satu nama: Lionel Messi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User