Antonela Roccuzzo Angkat Suara Bela Argentina yang Dihujat

Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AT&T Stadium, Texas, Minggu malam waktu setempat. Gol penentu kemenangan La Roja dicetak oleh L...

Jul 28, 2026 - 09:28
0 0
Antonela Roccuzzo Angkat Suara Bela Argentina yang Dihujat

Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AT&T Stadium, Texas, Minggu malam waktu setempat. Gol penentu kemenangan La Roja dicetak oleh Lamine Yamal pada menit ke-118 babak perpanjangan waktu, memastikan trofi Jules Rimet mendarat di Madrid. Tuan rumah yang bertindak sebagai juara bertahan harus menerima kenyataan pahit setelah laga berlangsung dramatis selama 120 menit.

Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Berujung Nestapa

Tim asuhan Lionel Scaloni sejatinya memulai laga dengan intensitas tinggi. Formasi 4-3-3 andalan dengan Julian Alvarez sebagai ujung tombak, didukung Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister di lini tengah, tampil mendominasi 30 menit pertama. Statistik mencatat penguasaan bola mencapai 58 persen sepanjang babak pertama. Gol pembuka lahir pada menit ke-24 melalui skema apik. Alvarez menerima umpan terobosan dari Mac Allister, mengecoh bek Pau Cubarsi, lalu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau Unai Simon. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Namun, babak kedua menjadi cerita berbeda. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, melakukan penyesuaian taktis dengan memasukkan Pedri menggantikan Gavi pada menit ke-55. Perubahan ini langsung berdampak. Menit ke-63, Pedri mengirim umpan silang yang dituntaskan Nico Williams dengan tendangan voli spektakuler. Skor imbang 1-1. Argentina semakin tertekan. Shots on target Spanyol melonjak menjadi tujuh berbanding dua milik Argentina di babak kedua. Petaka berikutnya datang pada menit ke-78. Emiliano Martinez yang biasanya tangguh melakukan blunder fatal. Ia gagal menangkap bola sepak pojok, dan bola rebound dimanfaatkan Alvaro Morata. Gol tersebut sempat dicek VAR selama tiga menit untuk potensi offside, namun wasit Danny Makkelie mengesahkannya.

Argentina yang tertinggal 2-1 baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-89. Cristian Romero, bek tengah yang naik membantu serangan, menyundul bola hasil tendangan bebas Angel Di Maria yang baru masuk menggantikan Nico Paz. Skor 2-2 memaksa perpanjangan waktu. Drama berpuncak pada menit ke-118. Lamine Yamal, pemain berusia 19 tahun yang tampil sebagai pemain terbaik turnamen, menusuk dari sisi kanan, melewati dua bek Argentina, dan melepaskan tendangan melengkung ke pojok kanan gawang. Martinez hanya terpaku. Total shots on target sepanjang laga: Spanyol 11, Argentina 5.

Badai Kritik yang Menghantam Albiceleste

Kekalahan ini langsung memicu gelombang kritik deras dari media dan suporter Argentina. Sorotan tajam tertuju pada keputusan Scaloni yang mempertahankan pemain senior seperti Rodrigo De Paul dan Nicolas Otamendi sepanjang 90 menit. Banyak pengamat menilai keduanya sudah kelelahan dan kehilangan mobilitas di babak kedua. Tayangan ulang menunjukkan Otamendi terlambat menutup pergerakan Morata pada gol kedua Spanyol. Sementara De Paul tercatat kehilangan bola sebanyak 14 kali sepanjang laga.

Kritik juga mengarah kepada Emiliano Martinez. Kiper Aston Villa yang selama ini dikenal sebagai pahlawan adu penalti itu dinilai tidak dalam performa terbaiknya. Statistik penyelamatan Martinez hanya mencatat tiga saves dari enam tembakan tepat sasaran Spanyol hingga waktu normal. Akun-akun media sosial Argentina dipenuhi komentar pedas, bahkan beberapa menyerukan agar Franco Armani atau Juan Musso diberi kesempatan di masa depan.

'Rasa sakit ini luar biasa. Kami memberikan segalanya, tetapi detail-detail kecil menghukum kami. Spanyol pantas menang malam ini,' ujar Scaloni dalam konferensi pers usai pertandingan.

Antonela Roccuzzo Pasang Badan

Di tengah badai kritik yang menerpa suami dan rekan-rekannya, Antonela Roccuzzo tampil sebagai pembela paling vokal. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang memiliki lebih dari 40 juta pengikut, istri Lionel Messi mengunggah foto para pemain Argentina yang tampak tertunduk di lapangan. Dalam keterangan foto, ia menulis pesan emosional yang langsung menjadi viral dan menuai lebih dari 15 juta likes dalam waktu kurang dari 12 jam.

'Mereka adalah pejuang yang telah memberikan segalanya untuk negara ini. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat pemain yang sama yang membawa kita ke puncak kini dihakimi seolah mereka bukan manusia. Kalian adalah kebanggaan kami, selamanya,' demikian isi pesan Antonela.

Unggahan itu memecah belah opini publik. Sebagian besar penggemar memberikan dukungan dan berterima kasih karena Antonela berani angkat suara. Namun, tidak sedikit pula yang menganggapnya terlalu reaktif dan menuduhnya memanfaatkan posisi sebagai istri kapten tim. Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang pasti: langkah Antonela menunjukkan loyalitas tanpa syarat kepada tim yang telah menjadi bagian besar dari kehidupan keluarganya selama lebih dari dua dekade.

Konteks Lebih Luas dan Masa Depan Tim

Turnamen ini sendiri mencatatkan rekor bagi Messi secara personal. Di usianya yang ke-39 tahun, ia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang tampil di enam edisi Piala Dunia. Messi juga mencatatkan dua assist sepanjang turnamen dan satu gol di babak semifinal melawan Brasil. Total kontribusi gol Messi sepanjang sejarah Piala Dunia kini mencapai 15 gol dan 10 assist dalam 32 pertandingan, sebuah pencapaian yang sulit ditandingi generasi mana pun.

Yang kini menjadi pertanyaan besar adalah regenerasi skuad Argentina. Dari starting XI final, tujuh pemain berusia di atas 30 tahun. Scaloni menghadapi tugas berat mempersiapkan tim untuk Copa America 2028 dan kualifikasi Piala Dunia berikutnya tanpa beberapa pilar utama yang kemungkinan akan pensiun dari tim nasional. Nama-nama muda seperti Alejandro Garnacho, Thiago Almada, dan Nico Paz tampaknya akan menjadi tulang punggung baru Albiceleste.

Sikap Antonela Roccuzzo mengingatkan publik bahwa di balik setiap pemain dan setiap hasil pertandingan, terdapat keluarga yang turut merasakan setiap kemenangan dan setiap kekalahan. Argentina mungkin gagal mempertahankan gelar juara dunia, tetapi ikatan emosional yang mereka bangun dengan suporter sejati—dan yang dijaga oleh sosok seperti Antonela—tidak akan luntur oleh satu malam pahit di Texas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User