Alvarez Gagal Bawa Atletico Juara, Sociedad Taklukkan La Cartuja via Penalti

La Cartuja, Sevilla, Minggu (19/04/2026) dini hari WIB, mencatat salah satu final Copa del Rey paling dramatis dalam satu dekade terakhir. Atletico Madrid harus menyerahkan mahkota juara kepada Real S...

Alvarez Gagal Bawa Atletico Juara, Sociedad Taklukkan La Cartuja via Penalti

La Cartuja, Sevilla, Minggu (19/04/2026) dini hari WIB, mencatat salah satu final Copa del Rey paling dramatis dalam satu dekade terakhir. Atletico Madrid harus menyerahkan mahkota juara kepada Real Sociedad dengan skor akhir 3-4 lewat adu penalti, setelah kedua tim saling berimbang 2-2 hingga 120 menit. Julian Alvarez, bintang lini depan Los Rojiblancos yang menjadi pusat perhatian sepanjang laga, gagal mengubah takdir timnya yang kalah dalam babak tos-tosan yang menegangkan itu.

Duel ini berjalan sengit sejak wasit meniup peluit pertama. Atletico turun dengan formasi 4-4-2 yang mengandalkan duet Julian Alvarez dan Antoine Griezmann di lini depan, sementara Real Sociedad menjawab dengan formasi 4-3-3 yang memaksimalkan kecepatan Takefusa Kubo dan kecerdasan Mikel Oyarzabal. Catatan penguasaan bola menunjukkan 57 persen untuk Atletico berbanding 43 persen untuk Sociedad, namun efektivitas serangan tim asuhan Imanol Alguacil justru menjadi pembeda di malam final.

Babak Pertama: Gol Kilat Alvarez dan Respons Kubo

Menit ke-23, Julian Alvarez melepaskan tendangan first-time dari umpan terobosan Griezmann, dan bola melesak deras ke pojok kiri gawang Sociedad. La Cartuja bergemuruh, Atletico unggul 1-0. Gol tersebut lahir dari pressing tinggi yang memaksa lini belakang Sociedad kehilangan bola di area sendiri. Namun tim asal San Sebastian itu tidak panik. Menit ke-41, Takefusa Kubo memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Atletico, menusuk ke kotak penalti, lalu menuntaskan dengan tendangan terarah ke tiang jauh. Skor berubah 1-1, dan kedua tim menutup babak pertama dengan keseimbangan yang nyaris sempurna: shots on target sama kuat 2-2.

Babak Kedua: Momentum Berganti Dua Kali

Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat drastis. Menit ke-61, Mikel Oyarzabal memenangi duel udara dan melepaskan sundulan keras memanfaatkan sepak pojok, membawa Sociedad berbalik unggul 2-1. Atletico yang sempat kehilangan ritme langsung merespons dengan pergantian pemain ofensif. Usaha itu membuahkan hasil pada menit ke-78: eksekusi sepak pojok memantul di kotak penalti, dan Alvarez menjadi pemain paling cepat bereaksi untuk menyambar bola dan mencetak gol keduanya malam itu, sekaligus menyamakan kedudukan 2-2. Drama bertambah panas pada menit ke-83 ketika VAR menganulir gol ketiga Sociedad karena offside yang terdeteksi sangat tipis di fase awal serangan. Hingga 90 menit usai, skor tak berubah dan laga dipaksa ke babak tambahan.

Drama Penalti: Pahlawan dan Air Mata

Dua babak tambahan berjalan alot. Atletico mendominasi penguasaan bola namun gagal menciptakan peluang bersih, sementara Sociedad bertahan disiplin dengan garis pertahanan yang kompak. Skor tetap 2-2 setelah 120 menit, dan penentuan pun jatuh ke adu penalti. Di momen paling menegangkan itu, Alvarez maju sebagai algojo pertama dan menjalankan tugasnya dengan sempurna, menaklukkan kiper Sociedad lewat tendangan ke tengah gawang. Namun harapan Atletico runtuh pada tendangan keempat: eksekutor Los Rojiblancos gagal setelah bola melambung di atas mistar, sementara seluruh algojo Sociedad sukses mencetak gol. Skor akhir adu penalti 3-4, dan La Cartuja meledak dalam euforia biru-putih khas San Sebastian.

Julian Alvarez: Bintang yang Kehilangan Mahkota

Julian Alvarez layak disebut sebagai pemain terbaik Atletico malam itu. Dua gol, tiga tembakan tepat sasaran, plus kontribusi luar biasa dalam pressing dan pergerakan tanpa bola membuatnya menjadi mimpi buruk bagi bek tengah Sociedad sepanjang 120 menit. Catatan assist Griezmann pada gol pertama menegaskan duet mereka tetap menjadi senjata paling mematikan Los Rojiblancos musim ini. Namun dalam sepak bola, statistik individu tidak selalu berbanding lurus dengan trofi. Meski mencetak dua gol di final dan menuntaskan eksekusi penaltinya, Alvarez harus pulang dengan kepala tertunduk. Trofi Copa del Rey kembali lolos dari genggaman Atletico, dan kekecewaan itu terasa jauh lebih berat karena kegagalan terjadi di depan mata para pendukungnya sendiri.

Reaksi Pelatih dan Catatan Akhir

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya dalam konferensi pers usai laga.

"Kami sudah memberikan segalanya selama 120 menit. Adu penalti adalah lotere yang kejam, dan malam ini lotere tidak berpihak kepada kami. Julian bermain luar biasa, tetapi sepak bola tidak mengenal belas kasihan," ujar Simeone dengan nada getir.
Di sisi lain, Imanol Alguacil memuji mentalitas anak asuhnya:
"Kami tahu Atletico akan menekan, tetapi kami bermain dengan keberanian. Trofi ini untuk seluruh pendukung Real Sociedad yang menunggu begitu lama."

Laga final ini juga diwarnai tiga kartu kuning bagi Atletico dan dua bagi Sociedad, mencerminkan intensitas duel di lini tengah. Clean sheet gagal tercipta bagi kedua tim, dan tak ada ruang bagi kiper untuk menjadi pahlawan hingga babak tos-tosan tiba. Bagi Sociedad, gelar ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan keberanian taktis mampu menumbangkan tim sekelas Atletico. Sementara bagi Alvarez, malam di La Cartuja menjadi pelajaran pahit: kadang pemain terbaik di lapangan pun harus pulang tanpa trofi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User