Alexander Zverev Raih Gelar US Open Perdana Usai Taklukkan Ben Shelton
Petenis nomor satu dunia asal Jerman, Alexander Zverev, sukses mengukir sejarah baru dalam kariernya setelah menjuarai turnamen grand slam penutup musim, U
Petenis nomor satu dunia asal Jerman, Alexander Zverev, sukses mengukir sejarah baru dalam kariernya setelah menjuarai turnamen grand slam penutup musim, US Open 2026. Bermain di Arthur Ashe Stadium, Flushing Meadows, Zverev menundukkan wakil tuan rumah, Ben Shelton, lewat pertarungan empat set dengan skor akhir 6-3, 7-6 (7-2), 5-7, dan 6-2 pada Minggu malam waktu setempat.
Kemenangan ini memastikan nama Zverev tercatat untuk pertama kalinya dalam daftar bergengsi pemenang US Open. Secara keseluruhan, trofi ini merupakan gelar grand slam kedua dalam karier petenis berusia 29 tahun tersebut, melengkapi gelar Roland Garros yang berhasil ia raih pada awal musim ini.
Dominasi Benua Biru dan Kegagalan Tuan Rumah
Keberhasilan Zverev tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mempertegas hegemoni tenis Eropa di turnamen lapangan keras Amerika Serikat. Zverev mencatatkan kemenangan beruntun ke-14 bagi petenis asal Eropa di Flushing Meadows. Petenis non-Eropa terakhir yang berhasil mengangkat trofi di turnamen ini adalah bintang Argentina, Juan Martín Del Potro, pada edisi 2009.
Di sisi lain, kekalahan Ben Shelton memperpanjang puasa gelar grand slam tunggal putra bagi publik Amerika Serikat. AS tercatat telah mengalami masa paceklik lebih dari dua dekade, di mana petenis putra tuan rumah terakhir yang memenangkan gelar major adalah Andy Roddick pada turnamen US Open 2003 silam.
"Gelar ini adalah pembuktian atas kerja keras dan konsistensi sepanjang musim. Bermain di level tertinggi dalam tiga final grand slam beruntun membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa," ujar Zverev dalam sesi konferensi pers pascalaga.
Konsistensi Menuju Puncak Karier
Musim 2026 menjadi fase paling produktif dalam karier profesional Alexander Zverev. Final di New York merupakan partai puncak grand slam ketiga yang ia lakoni secara beruntun tahun ini—setelah menjuarai Prancis Terbuka dan finis sebagai runner-up di Wimbledon. Secara keseluruhan, ini adalah final turnamen major keenam dalam catatan kariernya.
Performa stabil Zverev di lapangan keras terlihat dari efektivitas servis pertama serta keunggulan permainan dari baseline yang sulit dibendung oleh Shelton, meski petenis muda AS tersebut sempat mencuri set ketiga berkat dukungan penuh penonton tuan rumah.
Kronologi Perjalanan Juara Alexander Zverev
Keberhasilan Zverev merengkuh trofi US Open diraih lewat jalur yang tidak mudah, termasuk melewati dua laga maraton lima set di babak-babak awal:
- Babak Pertama: Menumbangkan wakil Italia Lorenzo Sonego lewat drama lima set ketat 6-4, 3-6, 6-7 (7), 7-5, 6-4.
- Babak Kedua: Kembali melewati duel sengit melawan petenis Prancis Quentin Halys dengan skor 6-4, 4-6, 7-6 (3), 6-7 (3), 6-3.
- Babak Ketiga: Menang meyakinkan atas unggulan ke-25 asal Chili, Alejandro Tabilo, dengan skor 6-2, 7-6 (2), 6-2.
- Babak 16 Besar: Menghentikan langkah unggulan ke-21 Luciano Darderi (Italia) melalui straight set 6-2, 6-2, 7-6 (3).
- Perempat Final: Menaklukkan petenis Belanda Botic van de Zandschulp tanpa kehilangan set: 6-2, 7-5, 6-1.
- Semifinal: Menundukkan petenis tangguh Karen Khachanov dalam tiga set langsung 6-3, 7-6 (7), 7-6 (6).
- Final: Memastikan gelar juara usai mengalahkan Ben Shelton dengan skor 6-3, 7-6 (2), 5-7, 6-2.
Comments (0)