Alex Rins Melontarkan Pujian Setinggi Langit untuk Sirkuit Mandalika
Pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap Sirkuit Pertamina Mandalika International Circuit. Jelang gelaran MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of In...
Pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap Sirkuit Pertamina Mandalika International Circuit. Jelang gelaran MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober mendatang, pembalap asal Spanyol itu secara blak-blakan menyebut sirkuit sepanjang 4,3 kilometer tersebut sebagai salah satu venue balap terbaik di kalender MotoGP. Pujian itu bukan tanpa dasar. Rins menilai karakteristik trek dengan 17 tikungan tersebut mampu menghadirkan tantangan teknis sekaligus spektakel balapan yang menghibur bagi para penonton.
Karakter Trek yang Menantang dan Mengundang Decak Kagum
Sirkuit Mandalika pertama kali menggelar MotoGP pada 2022 dan sejak itu terus menjadi sorotan. Rins mengungkapkan bahwa kombinasi tikungan cepat dan lambat, plus lintasan lurus utama sepanjang 1,2 kilometer, menuntut pembalap untuk tampil presisi maksimal. "Setiap tikungan punya karakter berbeda. Anda harus benar-benar mengerti grip aspal, sudut kemiringan, dan titik pengereman. Ini jenis sirkuit yang menguji insting balap seorang rider," ujar Rins dalam sesi jumpa pers virtual, seperti dikutip dari kanal resmi MotoGP.
Dari sisi data, Sirkuit Mandalika punya catatan menarik. Pada gelaran MotoGP 2024 lalu, kecepatan tertinggi yang tercatat di lintasan mencapai 322,4 km/jam, sementara waktu putaran tercepat berada di kisaran 1 menit 29 detik. Statistik itu menunjukkan bahwa Mandalika bukan sekadar trek indah secara visual, tetapi juga menuntut performa mesin dan aerodinamika motor kelas premier. Tak heran jika Rins menyebut trek ini setara dengan sirkuit-sirkuit legendaris Eropa.
Pujian Rins dan Sorotan terhadap Fasilitas serta Atmosfer
Lebih lanjut, Rins memuji fasilitas paddock, pit lane, dan area run-off yang dinilai sudah memenuhi standar keselamatan MotoGP. Ia juga menyoroti atmosfer penonton Indonesia yang disebutnya luar biasa. "Saya masih ingat betul bagaimana tribun dipenuhi suporter dengan bendera dan nyanyian. Energi seperti itu membuat pembalap ingin memberikan yang terbaik," tambahnya.
Pujian ini sejalan dengan assessment FIM dan Dorna Sports yang secara rutin memberikan sertifikasi Grade A untuk Mandalika. Pada musim 2025, sirkuit ini bahkan mencatat peningkatan jumlah penonton hingga lebih dari 100 ribu orang selama tiga hari gelaran. Angka itu menempatkan MotoGP Mandalika sebagai salah satu event dengan tingkat kehadiran tertinggi di Asia Tenggara.
Persiapan Menuju MotoGP Mandalika 2026 dan Target Rins
Memasuki musim 2026, Rins menargetkan hasil maksimal di Mandalika. Pembalap berusia 30 tahun itu menyadari bahwa Yamaha masih harus bekerja keras mengejar dominasi Ducati dan KTM. Meski demikian, ia optimistis karakter trek yang mengandalkan kelincahan motor bisa menjadi keuntungan bagi YZR-M1. "Kami punya catatan baik di sirkuit dengan grip menengah. Kalau kami bisa menyelesaikan sesi kualifikasi di baris kedua, peluang podium terbuka lebar," tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya sesi latihan bebas pertama untuk mencari setup ideal. Menurut Rins, suhu aspal Mandalika yang bisa mencapai 50 derajat Celsius pada siang hari menjadi faktor krusial dalam menentukan pilihan ban. "Kami harus pintar membaca kondisi. Compound medium dan hard biasanya jadi pilihan utama, tapi cuaca di Lombok bisa berubah cepat," jelasnya.
"Mandalika adalah sirkuit yang membuat saya jatuh cinta pada balap Indonesia. Setiap kali datang ke sini, saya merasa seperti balapan di kandang sendiri," pungkas Alex Rins.
Dengan pujian setinggi langit dari seorang pembalap sekelas Rins, Sirkuit Mandalika semakin mengukuhkan posisinya di peta balap dunia. Jika persiapan berjalan lancar, MotoGP Mandalika 2026 berpotensi menyajikan pertarungan sengit dengan statistik balapan yang tak kalah menarik dari musim-musim sebelumnya. Para penggemar di Tanah Air pun punya alasan baru untuk menantikan aksi para rider elite dunia di atas aspal panas Lombok.
Comments (0)