Ahli Toksinologi Ungkap Curhat dr Icha: Saya Panik, Dibentak-bentak

Beritainti.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran Indonesia. Seorang dokter muda di Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni yang akrab disapa dr. Icha (27), dite

Jul 08, 2026 - 05:18
0 1
Ahli Toksinologi Ungkap Curhat dr Icha: Saya Panik, Dibentak-bentak

Beritainti.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran Indonesia. Seorang dokter muda di Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni yang akrab disapa dr. Icha (27), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kediamannya. Kepergian dr. Icha menyisakan duka mendalam sekaligus membuka kembali rangkaian peristiwa yang dialaminya sebelum mengakhiri hidup.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sebelum insiden tragis itu terjadi, dr. Icha sempat mencurahkan isi hatinya kepada Dr. dr. Trimaharani, seorang ahli toksinologi ular berbisa yang dikenal luas di Indonesia. Tri Maharani merupakan tokoh sentral yang menjadi rujukan nasional dalam penanganan kasus gigitan ular berbisa. Rupanya, dr. Icha beberapa waktu lalu berkonsultasi dengannya terkait kasus pasien yang digigit ular di daerah tempatnya bertugas.

Kepada media kami, dr. Maharani membenarkan bahwa ia adalah salah satu pihak yang berkomunikasi langsung dengan almarhumah saat kejadian yang mengguncang itu berlangsung pada 13 Juni silam. Pengakuan ini memberikan gambaran tentang tekanan psikologis luar biasa yang tengah dihadapi oleh dokter muda tersebut.

Konsultasi Penuh Kepanikan

Sang ahli toksinologi mengungkapkan momen-momen sulit yang tergambar jelas dari nada bicara dr. Icha ketika menghubunginya. Rasa takut dan panik menjadi benang merah dalam komunikasi yang berlangsung intens itu.

"Saya yang konsultasi dengan dokter Icha saat kejadian 13 Juni. Dokter telepon saya dalam kondisi takut dan kepanikan. Telepon saya 3 dan 4 kali," ujar Maharani saat dihubungi awak media kami, Senin (29/6/2026).

Lebih lanjut, dr. Maharani menceritakan bahwa dalam konsultasi tersebut, dr. Icha menyampaikan betapa ia merasa diperlakukan dengan tidak semestinya. Curhatan itu memberikan petunjuk tentang situasi yang tidak kondusif di lingkungan kerjanya.

"Saya panik, dibentak-bentak," ucap dr. Maharani menirukan perkataan dr. Icha yang disampaikan dalam konsultasi tersebut.

Konsultasi itu menjadi salah satu bukti terakhir kondisi kejiwaan sang dokter sebelum akhirnya ia memilih jalan tragis. Pengakuan dr. Maharani ini semakin membuka tabir tentang tekanan multidimensi yang mungkin dihadapi oleh tenaga medis yang bertugas di pelosok negeri. Tidak hanya harus berjibaku dengan keterbatasan fasilitas dan risiko medis, beban psikis akibat tekanan dari lingkungan sekitar juga menjadi ancaman serius yang kerap luput dari perhatian. Media kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User