Afgan Kehilangan Suara Dua Pekan Jelang Konser Retrospektif

Jakarta — Penyanyi kenamaan Indonesia, Afgansyah Reza, mengungkapkan pengalaman menegangkan yang nyaris menggagalkan konser tunggal terbesarnya tahun ini,

Afgan Kehilangan Suara Dua Pekan Jelang Konser Retrospektif

Jakarta — Penyanyi kenamaan Indonesia, Afgansyah Reza, mengungkapkan pengalaman menegangkan yang nyaris menggagalkan konser tunggal terbesarnya tahun ini, "Retrospektif: The Journey". Dalam sesi jumpa pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (19/7/2026), Afgan menceritakan bahwa dirinya sempat mengalami kehilangan suara total tepat dua pekan sebelum hari pertunjukan yang telah dinantikan puluhan ribu penggemarnya.

Sang pelantun "Sadis" dan "Terima Kasih Cinta" itu mengaku panik bukan kepalang ketika terbangun di suatu pagi dan mendapati pita suaranya sama sekali tidak menghasilkan bunyi. Insiden ini terjadi di tengah jadwal latihan intensif yang sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Kronologi Krisis Vokal Sang Maestro Balada

Berdasarkan penuturan Afgan, rangkaian peristiwa itu dimulai secara tiba-tiba dan berlangsung dalam hitungan jam yang mencekam:

  1. Hari Pertama (02.30 WIB) — Afgan terbangun dari tidur dengan sensasi tenggorokan kering luar biasa. Ketika mencoba berbicara, hanya suara serak parah dan bisikan yang keluar dari mulutnya. Ia menduga ini hanya dehidrasi biasa, namun kondisi tidak membaik setelah minum air hangat.
  2. Pukul 08.00 WIB — Manajer pribadinya langsung menghubungi dokter spesialis THT langganan Afgan. Pemeriksaan darurat dilakukan dalam waktu kurang dari dua jam. Hasil diagnosis awal menunjukkan adanya acute laryngitis atau radang pita suara akut yang disertai pembengkakan signifikan.
  3. Hari Kedua hingga Kelima — Afgan menjalani total vocal rest atau istirahat vokal total. Ia dilarang berbicara sama sekali, bahkan berbisik sekalipun, karena berbisik justru memberi tekanan lebih besar pada pita suara. Seluruh komunikasi dilakukan melalui tulisan di ponsel dan gestur tangan.
  4. Hari Keenam hingga Kedelapan — Terapi kombinasi dimulai: obat antiinflamasi, nebulizer rutin, dan sesi terapi uap dengan larutan khusus. Tim dokter juga menerapkan teknik vocal cord strengthening bertahap yang diawasi ketat oleh ahli foniatri.
  5. Hari Kesembilan hingga Kedua Belas — Suara mulai kembali secara perlahan. Afgan diperbolehkan mengeluarkan suara nada rendah selama maksimal 15 menit per hari. Latihan vokal ringan dimulai dengan bantuan vocal coach pribadinya, namun masih ada kekhawatiran apakah suaranya bisa mencapai nada-nada tinggi khasnya dalam waktu kurang dari satu minggu.

Momen Haru di Panggung Retrospektif

Konser "Retrospektif: The Journey" sendiri digelar lima hari setelah suara Afgan dinyatakan pulih total oleh tim medis. Ini merupakan konser yang merangkum perjalanan karier Afgan selama 18 tahun di industri musik Indonesia, dari album debutnya Confession No.1 (2008) hingga karya-karya terbaru.

"Saya sempat berpikir ini adalah akhir dari segalanya. Dua pekan sebelum konser, suara hilang total. Saya menangis diam-diam di kamar, tidak berani memberi tahu banyak orang karena takut membuat panik," ujar Afgan dengan mata berkaca-kaca saat mengenang momen tersebut.

"Tapi justru di titik terendah itulah saya belajar bahwa suara ini bukan sekadar alat mencari nafkah. Ini adalah anugerah yang harus dijaga dengan disiplin dan rasa syukur. Pengalaman ini mengubah total cara saya memperlakukan tubuh dan suara saya." — Afgan dalam jumpa pers konser Retrospektif

Konser yang berlangsung di Indonesia Arena, GBK, tersebut tetap berjalan sukses dan dihadiri lebih dari 12.000 penonton. Ironisnya, banyak penggemar yang justru menilai penampilan vokal Afgan malam itu terdengar lebih matang dan emosional dari biasanya — seolah krisis yang dialaminya menambah kedalaman interpretasi dalam setiap lagu yang dibawakan.

Pelajaran Mahal dari Sebuah Krisis

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para musisi Tanah Air tentang pentingnya menjaga kesehatan vokal, terutama menjelang pertunjukan berskala besar. Dr. Irfan Hakim, spesialis THT yang menangani Afgan, menjelaskan bahwa kasus seperti ini sebenarnya cukup umum terjadi pada penyanyi profesional.

"Pita suara penyanyi itu seperti otot atlet. Kalau dipakai terus-menerus tanpa istirahat cukup, tanpa hidrasi optimal, dan ditambah faktor kelelahan serta stres, risikonya bisa fatal. Kejadian yang dialami Mas Afgan ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh insan musik," jelas Dr. Irfan dalam kesempatan yang sama.

Afgan sendiri kini menerapkan protokol kesehatan vokal yang jauh lebih ketat. Ia mengurangi konsumsi kafein dan makanan pedas, meningkatkan asupan air putih hingga 3 liter per hari, dan tidak lagi memaksakan latihan hingga tengah malam seperti yang biasa dilakukannya dulu.

Konser "Retrospektif: The Journey" telah dikonfirmasi akan dilanjutkan ke empat kota lain di Indonesia, termasuk Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar, dengan jadwal yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Pengalaman nyaris kehilangan suara ini justru menjadi bahan bakar baru bagi Afgan untuk terus berkarya dan menghargai setiap momen di atas panggung.

[SOCIAL_TWEET]: Dua pekan jelang konser terbesarnya, Afgan nyaris kehilangan segalanya. Suaranya hilang total — tak bisa bicara, apalagi bernyanyi. Begini kisah perjuangannya kembali ke panggung. #AfganRetrospektif #KonserAfgan #MusikIndonesia[SOCIAL_TG]: 🎤 Afgan cerita pengalaman menegangkan: suaranya hilang total 2 minggu sebelum konser Retrospektif! Dari nggak bisa ngomong sama sekali sampai akhirnya tampil memukau di depan 12.000 penonton. Ini kisahnya... 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User