906 Pemanah Muda Berlaga di Kejurnas Junior 2026

Panggung Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 resmi dibuka dengan gegap gempita. Sebanyak 906 atlet dari 29 provinsi se-Indonesia berkumpul di arena bergengsi MilkLife Archery Challenge untuk mem...

Jul 28, 2026 - 09:42
0 0
906 Pemanah Muda Berlaga di Kejurnas Junior 2026

Panggung Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 resmi dibuka dengan gegap gempita. Sebanyak 906 atlet dari 29 provinsi se-Indonesia berkumpul di arena bergengsi MilkLife Archery Challenge untuk memperebutkan gelar juara di berbagai nomor. Kolaborasi antara Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) kembali menghadirkan panggung pembuktian bagi para pemanah belia yang tak hanya menguji akurasi, tetapi juga mental juang.

Ajang yang digelar di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Jakarta, ini menjadi magnet bagi talenta-talenta muda dari Sabang hingga Merauke. Mereka datang dengan busur andalan, anak panah, dan harapan untuk menorehkan sejarah baru. Tahun ini, jumlah peserta melonjak 15 persen dibandingkan edisi sebelumnya, menandakan gairah panahan junior kian membara.

Antusiasme Melampaui Target

Ketua Panitia Pelaksana, Andi Suryanto, mengungkapkan rasa bangganya atas respons yang luar biasa. "Kami awalnya menargetkan 800 peserta, namun antusiasme dari daerah begitu tinggi sehingga akhirnya kami menerima lebih banyak pendaftar. Ini bukti bahwa pembinaan panahan di tingkat daerah sudah berjalan sangat baik," ujarnya saat konferensi pers. Dari 29 provinsi yang berpartisipasi, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur mengirimkan kontingen terbesar dengan masing-masing lebih dari 70 atlet. Bahkan, provinsi seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur yang selama ini jarang terdengar di kancah nasional turut mengirimkan wakilnya.

Ajang ini mempertandingkan tiga divisi utama: recurve, compound, dan barebow untuk kelompok U-12, U-15, dan U-18 baik putra maupun putri. Total ada 36 nomor pertandingan yang memperebutkan medali, termasuk nomor perorangan, beregu putra/putri, dan beregu campuran. Dengan format baru yang diperkenalkan tahun ini, yaitu set system 60 anak panah pada babak kualifikasi, para pemanah diuji konsistensinya dalam waktu yang lebih panjang.

Persaingan Ketat Sejak Kualifikasi

Sorak-sorai penonton sudah terdengar sejak hari pertama. Di nomor recurve U-18 putra, persaingan langsung memanas saat Muhammad Rizki dari Jawa Barat dan Bagus Pratama dari DI Yogyakarta saling menyusul perolehan poin. Rizki akhirnya mencatatkan skor 678 dari 720 poin, sementara Bagus terpaut tiga angka di bawahnya. "Angin cukup kencang, tapi saya berusaha tetap fokus pada ritme tarikan. Target saya adalah menembus final," kata Rizki seusai sesi kualifikasi.

Sementara itu, di divisi compound U-18 putri, Aulia Ramadhani asal DKI Jakarta tampil tanpa cela. Ia membukukan 695 poin, hanya satu angka dari rekor nasional junior. "Saya sudah berlatih enam jam sehari selama tiga bulan terakhir. Support dari pelatih dan keluarga sangat besar," tuturnya dengan mata berbinar. Penampilan impresif juga ditunjukkan oleh para pemanah dari Kalimantan Timur yang mendominasi papan atas di divisi barebow U-15, merebut tiga dari enam tiket semifinal.

Tidak hanya individu, nomor beregu pun menyajikan drama. Tim recurve beregu putri Jawa Tengah harus melalui babak shoot-off ketat melawan tim Bali, dengan skor akhir 5-4 setelah aduan satu anak panah penentu. Pelatih Jawa Tengah, Susilo Widodo, mengaku deg-degan. "Anak-anak menunjukkan mental baja. Mereka tidak gentar meski tekanan luar biasa," ungkapnya. Kejutan datang dari tim compound beregu putra Lampung yang secara mengejutkan mengalahkan unggulan Jawa Timur di perempat final dengan selisih dua poin.

Teknologi VAR dan Transparansi Skor

Salah satu terobosan di Kejurnas tahun ini adalah penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada beberapa lapangan utama untuk membantu juri dalam pengambilan keputusan krusial. Hal ini diterapkan menyusul beberapa insiden kontroversial di kejuaraan sebelumnya terkait penentuan nilai panah yang menempel garis. "Kami ingin memastikan setiap poin dihitung dengan akurat dan adil. VAR menjadi solusi modern yang kami hadirkan untuk meningkatkan integritas kompetisi," jelas Direktur Teknis PB Perpani, Rina Hartati.

Selain itu, sistem penilaian digital real-time membuat penonton dapat memantau skor secara langsung melalui layar besar dan aplikasi resmi. Transparansi ini mendapatkan apresiasi dari para pelatih dan orang tua atlet. Total shots on target pada hari pertama mencapai lebih dari 50.000 anak panah, yang terekam otomatis oleh sensor elektronik pada 48 bantalan target. Data statistik menunjukkan rata-rata akurasi peserta di divisi compound mencapai 9,5 poin per anak panah, sementara di recurve berada di angka 8,7 poin.

Pembinaan Berkelanjutan dan Harapan Masa Depan

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppie Djaja, menegaskan bahwa Kejurnas ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari ekosistem pembinaan atlet jangka panjang. "Kami tidak hanya mencari juara hari ini, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade. Banyak alumni Kejurnas Junior sebelumnya yang kini menghuni pelatnas," tegasnya. Ia menyebut nama seperti Diananda Choirunisa dan Arif Dwi Pangestu sebagai bukti nyata bahwa ajang ini melahirkan bintang-bintang panahan nasional.

Puncak acara akan berlangsung pada hari Minggu dengan babak final di nomor-nomor favorit. Para finalis akan bertanding di hadapan tribun yang diperkirakan dipadati lebih dari 3.000 penonton. Siapakah yang akan berdiri di podium tertinggi dan membawa pulang trofi bergengsi MilkLife Archery Challenge 2026? Kita saksikan bersama pertarungan akurasi dan mental para pemanah muda terbaik Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User