Xabi Alonso Bawa Real Madrid Hajar Barcelona 3-1 di El Clasico

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid! Santiago Bernabeu bergemuruh pada Minggu malam, 26 Oktober 2025, saat Xabi Alonso menorehkan kemenangan perdananya di El Clasico sebagai pelatih kepala Los Blancos de...

Aug 09, 2026 - 12:44
0 0
Xabi Alonso Bawa Real Madrid Hajar Barcelona 3-1 di El Clasico

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid! Santiago Bernabeu bergemuruh pada Minggu malam, 26 Oktober 2025, saat Xabi Alonso menorehkan kemenangan perdananya di El Clasico sebagai pelatih kepala Los Blancos dengan menumbangkan FC Barcelona. Kylian Mbappé membuka skor pada menit ke-23, Vinicius Junior menggandakan keunggulan pada menit ke-54, dan Jude Bellingham menutup pesta pada menit ke-78. Barcelona sempat memperkecil kedudukan lewat Robert Lewandowski pada menit ke-67, tetapi itu tidak cukup. Data pertandingan menunjukkan penguasaan bola 52 persen berbanding 48 persen untuk tuan rumah, dengan 8 shots on target dari 15 total tembakan, sementara tim tamu hanya mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan.

Alonso menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang bertransformasi menjadi 4-4-2 saat bertahan. Thibaut Courtois kembali dipercaya di bawah mistar, dilindungi kuartet lini belakang dengan Dani Carvajal dan Ferland Mendy mengisi sisi sayap. Lini tengah menjadi kunci: Aurelien Tchouameni berperan sebagai anchor, ditopang Federico Valverde dan Eduardo Camavinga yang tanpa henti menekan sejak peluit awal dibunyikan.

Babak Pertama: Pressing Tinggi Alonso Langsung Berbuah

Menit ke-23, skema yang dilatih sepanjang pekan membuahkan hasil. Camavinga memenangkan duel di tengah lapangan, bola mengalir ke Bellingham yang melepaskan umpan terobosan membelah dua bek Barcelona. Mbappé berlari memanfaatkan ruang, menaklukkan jebakan offside, lalu menyelesaikannya dengan tendangan mendatar ke sudut jauh. 1-0 untuk Madrid, dan itu adalah assist ketiga Bellingham di La Liga musim ini.

Barcelona mencoba merespons melalui Lamine Yamal di sisi kanan, tetapi pergerakannya selalu dijaga dua pemain sekaligus. Wasit sempat meninjau VAR pada menit ke-38 setelah klaim penalti atas pelanggaran terhadap Raphinha, namun keputusan tetap no penalty karena kontak dinilai terjadi di luar kotak. Hingga turun minum, Madrid mencatat 6 tembakan dengan 4 tepat sasaran, sementara Barca hanya melepaskan 3 attempts tanpa satu pun mengarah ke gawang Courtois.

Racikan Taktik Alonso: Vertikalitas dan Transisi Kilat

Ini bukan Madrid yang biasa. Alonso membawa DNA yang ia bangun di Bayer Leverkusen: build-up sabar dari belakang, lalu akselerasi vertikal begitu bola direbut. Rata-rata waktu penguasaan Madrid per serangan hanya 12 detik sebelum masuk sepertiga akhir — angka tercepat di La Liga musim ini. Tchouameni menjadi metronom dengan 91 persen akurasi umpan, sementara Valverde mencatat 11,8 kilometer jarak lari, terbanyak di antara semua pemain di lapangan.

"Kami tahu Barcelona nyaman dengan bola, jadi kami menyiapkan dua wajah: menekan tinggi saat mereka build-up, dan bertahan kompak saat mereka menguasai di area kami. Para pemain mengeksekusinya dengan sempurna," ujar Alonso dalam konferensi pers pasca-laga.

Babak Kedua: Drama VAR dan Penutup Manis Bellingham

Menit ke-54, Vinicius Junior menggandakan skor melalui aksi individu menusuk dari kiri, melewati Jules Kounde, lalu melepaskan tendangan melengkung yang gagal diantisipasi kiper. Gol itu sempat dicek VAR karena dugaan offside dalam proses serangan, tetapi tayangan ulang membuktikan posisi Vini onside sepersekian meter.

Barcelona bangkit. Lewandowski mencetak gol pada menit ke-67 memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok, membuat skor menjadi 2-1 dan laga kembali hidup. Ketegangan memuncak ketika kartu kuning diberikan kepada Kounde dan Camavinga setelah insiden dorong-dorongan di tepi lapangan pada menit ke-71. Namun Bellingham memastikan tiga poin bertahan di Bernabeu: menit ke-78, ia menyambar bola muntah hasil tembakan Mbappé yang ditepis, dan skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang.

Statistik Berbicara: Madrid Kokoh di Puncak Klasemen

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Madrid menjadi 10 laga beruntun di La Liga dan membuat mereka kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan empat poin atas Barcelona. Courtois mencatat 3 penyelamatan krusial, sementara lini belakang Madrid nyaris menjaga clean sheet keenam mereka musim ini sebelum gol Lewandowski merusaknya. Mbappé, yang musim lalu membukukan hat-trick di laga tandang melawan Barca, harus puas dengan satu gol malam ini. Di sisi lain, ini adalah kekalahan kedua Barca musim ini dengan catatan mengkhawatirkan: hanya 36 persen akurasi tembakan tepat sasaran dalam tiga laga tandang terakhir mereka.

Bagi Alonso, ini lebih dari sekadar tiga poin. Mantan gelandang yang pernah memenangi segalanya sebagai pemain di Bernabeu itu kini membuktikan bahwa ia bisa menaklukkan El Clasico dari sisi lapangan yang berbeda. La Liga musim ini baru saja menemukan narasi besarnya — dan sang arsitek berdiri di pinggir lapangan dengan jas rapi, bernama Xabi Alonso.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User