Witan Sulaeman Buka Keran Gol, Persija Hajar Arema 3-1 di Perebutan Peringkat Ketiga

Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi saksi pertarungan sengit perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2026. Persija Jakarta keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3-1 atas Arema F...

Witan Sulaeman Buka Keran Gol, Persija Hajar Arema 3-1 di Perebutan Peringkat Ketiga

Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi saksi pertarungan sengit perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2026. Persija Jakarta keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3-1 atas Arema FC, Kamis (6/8/2026) malam. Kemenangan ini mengantarkan Macan Kemayoran naik ke podium ketiga, sementara Arema harus puas di posisi keempat. Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal, diwarnai duel-duel keras di lini tengah dan serangan balik cepat dari kedua tim.

Babak Pertama: Gol Cepat Witan dan Respons Instan Arema

Persija langsung tancap gas sejak kick-off. Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Thomas Doll langsung menunjukkan agresivitasnya. Menit ke-12, skema serangan sayap yang dibangun Riko Simanjuntak berbuah manis. Umpan silang terukur disambut sundulan keras Witan Sulaeman yang tak mampu dihalau kiper Arema, Julian Schwarzer. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Persija. Gol ini menjadi pembuka jalan bagi Persija untuk menguasai jalannya pertandingan.

Namun, Arema FC tidak tinggal diam. Tim berjuluk Singo Edan itu merespons dengan cepat. Menit ke-27, melalui skema serangan balik, Salim Tuharea berhasil lolos dari kawalan bek Persija. Ia melepaskan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang bersarang mulus di pojok kanan gawang Andritany Ardhiyasa. Gol tersebut membuat skor menjadi 1-1 dan memicu euforia di kubu Arema. Penguasaan bola di babak pertama tercatat lebih dikuasai Persija dengan 58%, namun Arema lebih efisien dengan 3 shots on target dari 5 percobaan.

“Kami sempat kehilangan fokus setelah kebobolan, tapi saya bangga dengan karakter tim yang langsung bangkit. Gol Witan membuka ruang bagi kami untuk bermain lebih tenang,” ujar Thomas Doll dalam konferensi pers usai pertandingan.

Babak Kedua: Dominasi Persija dan Pesta Gol di Menit Akhir

Memasuki babak kedua, Persija meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Thomas Doll melakukan dua pergantian pemain sekaligus untuk menambah daya gedor. Hasilnya, menit ke-67, sundulan Gustavo Almeida memanfaatkan assist dari Witan Sulaeman kembali merobek jala Arema. Skor menjadi 2-1. Gol ini menjadi titik balik mental Arema yang mulai kehilangan koordinasi di lini belakang.

Persija terus menekan dan menciptakan peluang-peluang berbahaya. Total shots on target Persija di babak kedua mencapai 6 kali, berbanding hanya 1 dari Arema. Puncaknya, di masa injury time menit ke-90+4, Riko Simanjuntak yang menjadi momok bagi pertahanan Arema sepanjang laga, berhasil mencetak gol ketiga melalui tendangan voli setelah menerima umpan matang dari Hanif Sjahbandi. Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Persija. Statistik akhir menunjukkan Persija unggul dalam penguasaan bola (62%-38%) dan shots on target (9-4).

Analisis Taktik: Efektivitas Serangan Balik dan Lemahnya Transisi Arema

Kemenangan Persija tidak lepas dari efektivitas serangan balik yang mereka bangun. Formasi 4-3-3 dengan tiga pemain depan yang cepat, Witan Sulaeman, Gustavo Almeida, dan Riko Simanjuntak, menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Arema. Witan Sulaeman tampil luar biasa dengan satu gol dan satu assist, menjadi man of the match dengan rating 8.7 menurut data statistik. Sementara itu, Arema yang mengandalkan formasi 4-2-3-1 gagal dalam transisi bertahan. Mereka kerap kehilangan bola di area sendiri dan terlambat menutup ruang gerak pemain sayap Persija.

Kartu kuning juga mewarnai pertandingan ini. Bek Arema, Bagas Adi, menerima kartu kuning pada menit ke-55 karena pelanggaran keras terhadap Gustavo Almeida. Sementara itu, VAR sempat digunakan pada menit ke-78 untuk mengecek potensi offside dalam proses gol kedua Persija, namun setelah ditinjau, gol dinyatakan sah. Kemenangan ini menegaskan bahwa Persija memiliki kedalaman skuat yang mumpuni untuk bersaing di kompetisi level tertinggi, sementara Arema harus berbenah, terutama dalam hal disiplin taktis dan penyelesaian akhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User