Witan Sulaeman Buka Jalan, Persija Rebut Peringkat Tiga Piala Presiden 2026

Skor akhir 3-1! Persija Jakarta memastikan diri mengamankan posisi ketiga Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Arema FC dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, ...

Aug 07, 2026 - 12:25
0 0
Witan Sulaeman Buka Jalan, Persija Rebut Peringkat Tiga Piala Presiden 2026

Skor akhir 3-1! Persija Jakarta memastikan diri mengamankan posisi ketiga Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Arema FC dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Kemenangan ini tidak lepas dari aksi brilian Witan Sulaeman yang membuka jalan kemenangan Macan Kemayoran sejak babak pertama. Arema FC sempat memberikan perlawanan lewat gol Salim Tuharea, namun Persija menunjukkan kelasnya dengan tiga gol yang lahir dari skema serangan balik cepat dan pressing tinggi.

Babak Pertama: Witan Sulaeman Jadi Pembeda, Arema Sempat Samakan Kedudukan

Sejak menit awal, Persija langsung mengambil inisiatif serangan dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan Witan Sulaeman di sayap kanan. Menit ke-12, peluang pertama lahir dari tendangan bebas Riko Simanjuntak yang masih bisa ditepis kiper Arema, Teguh Amiruddin. Namun, tekanan terus berlanjut. Pada menit ke-19, Witan Sulaeman menerima umpang terobosan dari Syahrian Abimanyu, melewati bek Arema, Bagas Adi Nugroho, dan melepaskan tendangan keras ke pojok kiri gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Persija. Gol ini menjadi pembuka jalan, tetapi Arema tidak tinggal diam. Menit ke-27, Salim Tuharea memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah tendangan sudut yang dieksekusi oleh Dendi Santoso. Salim melepaskan tembakan voli yang tidak mampu dijangkau kiper Persija, Andritany Ardhiyasa. Skor imbang 1-1. Setelah gol penyama kedudukan, Arema meningkatkan intensitas serangan. Penguasaan bola di babak pertama tercatat 55% untuk Arema, sementara Persija 45%. Namun, efektivitas menjadi kunci. Menit ke-38, Witan Sulaeman kembali menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Arema. Ia melakukan solo run dari tengah lapangan, melewati dua pemain, lalu melepaskan umpan silang yang disambar oleh Marko Simic untuk mengubah skor menjadi 2-1. Hingga turun minum, Persija unggul dengan dua gol dari tiga shots on target, sementara Arema hanya satu.

Babak Kedua: Persija Kunci Kemenangan, Arema Gagal Manfaatkan Peluang

Memasuki babak kedua, pelatih Arema, I Putu Gede, melakukan dua pergantian untuk menambah daya gedor. Namun, Persija justru tampil lebih solid dengan formasi bertahan yang rapat. Menit ke-58, Witan Sulaeman hampir mencetak gol keduanya setelah menerima umpan dari Riko Simanjuntak, namun tendangannya masih melebar tipis di sisi kanan gawang. Arema mencoba menekan lewat skema sayap dengan Dendi Santoso dan Dedik Setiawan, tetapi lini belakang Persija yang dikomandoi oleh Maman Abdurrahman tampil disiplin. Menit ke-72, giliran Persija yang memperlebar keunggulan. Berawal dari serangan balik cepat, Witan Sulaeman yang berada di sisi kiri melepaskan umpan tarik ke kotak penalti. Bola jatuh ke kaki Riko Simanjuntak yang dengan tenang menaklukkan kiper Arema. Skor menjadi 3-1. Gol ini merupakan hasil dari kerja sama tim yang apik, dengan catatan assist kedua untuk Witan Sulaeman pada laga ini. Setelah gol ketiga, Arema meningkatkan tempo permainan. Menit ke-80, Salim Tuharea kembali mengancam lewat sundulan kepala setelah menerima umpan silang dari sisi kanan, namun bola masih bisa ditangkap oleh Andritany. Hingga menit ke-90, Arema tercatat melepaskan total 12 tembakan dengan 5 shots on target, sementara Persija 9 tembakan dengan 6 shots on target. Penguasaan bola akhir pertandingan menunjukkan Arema unggul 58% berbanding 42%, tetapi Persija lebih efisien dalam penyelesaian akhir. Kartu kuning dikeluarkan untuk Bagas Adi Nugroho (menit ke-44) dan Dendi Santoso (menit ke-67) dari Arema, serta Syahrian Abimanyu (menit ke-75) dari Persija. Tidak ada kartu merah dalam laga ini, dan VAR digunakan pada menit ke-85 untuk memeriksa potensi offside dalam proses gol ketiga Persija, namun keputusan akhir tetap mengesahkan gol tersebut.

Analisis Taktik dan Statistik Kunci: Efektivitas vs Dominasi

Pertandingan ini menjadi pelajaran menarik tentang bagaimana efektivitas serangan mengalahkan dominasi penguasaan bola. Persija yang tampil dengan formasi 4-3-3 memilih untuk bertahan lebih dalam setelah unggul, sementara Arema yang menggunakan formasi 4-2-3-1 terus mencoba membongkar pertahanan lawan. Statistik menunjukkan bahwa Persija mencatatkan 6 shots on target dari 9 percobaan, dengan tingkat konversi gol mencapai 33%. Sementara Arema, meski melepaskan 12 tembakan, hanya mampu mengonversi satu gol. Assist menjadi kunci kemenangan Persija: Witan Sulaeman mencatatkan dua assist, sementara Syahrian Abimanyu satu assist. Witan Sulaeman juga dinobatkan sebagai man of the match dengan kontribusi satu gol dan dua assist. Dari sisi pertahanan, Persija mencatatkan 18 sapuan dan 7 tekel sukses, sedangkan Arema hanya 12 sapuan dan 5 tekel. Kiper Persija, Andritany Ardhiyasa, melakukan 4 penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan krusial pada menit ke-83 ketika tendangan jarak dekat Dedik Setiawan berhasil ditepis. Pelatih Persija, Thomas Doll, dalam konferensi pers usai laga menyatakan, "Kami bermain cerdas. Arema menguasai bola, tapi kami punya rencana yang jelas untuk menyerang balik. Witan luar biasa hari ini, dia bekerja keras dan menciptakan banyak peluang." Sementara itu, pelatih Arema, I Putu Gede, mengakui keunggulan lawan. "Kami mendominasi, tetapi gagal memanfaatkan peluang. Gol ketiga Persija membunuh pertandingan. Ini hasil yang pahit, tapi kami harus belajar dari kesalahan ini," ujarnya. Dengan hasil ini, Persija Jakarta mengamankan peringkat ketiga Piala Presiden 2026, sementara Arema FC harus puas berada di posisi keempat. Kemenangan ini juga menjadi modal berharga bagi Persija menjelang kompetisi Liga 1 yang akan dimulai dalam waktu dekat. Para pemain tampak merayakan kemenangan dengan penuh semangat, sementara Arema meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk setelah gagal membawa pulang trofi perunggu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User