Witan Sulaeman Buka Jalan, Persija Hajar Arema 3-1 di Perebutan Peringkat Ketiga
Gianyar, Bali – Skor akhir 3-1! Persija Jakarta memastikan podium ketiga Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Arema FC dalam laga sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026). Gol-gol...
Gianyar, Bali – Skor akhir 3-1! Persija Jakarta memastikan podium ketiga Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Arema FC dalam laga sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026). Gol-gol kemenangan Macan Kemayoran dicetak oleh Witan Sulaeman pada menit ke-15, Arylansyah Abdulmanan menit ke-72, dan Victor Dethan di menit ke-88. Sementara satu-satunya gol balasan Arema FC datang dari sundulan kapten mereka, Ahmad Bustomi, pada menit ke-35. Dengan hasil ini, Persija mengunci peringkat ketiga turnamen pramusim bergengsi tersebut, sementara Arema harus puas finis di posisi keempat.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persija langsung menunjukkan agresivitas tinggi. Formasi 4-3-3 yang diinstruksikan pelatih kepala mereka, Thomas Doll, membuat lini tengah Macan Kemayoran mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 58 persen sepanjang laga. Starting XI Persija menurunkan kombinasi pemain senior dan muda, dengan trio lini depan Witan Sulaeman, Riko Simanjuntak, dan Arylansyah Abdulmanan yang terus merepotkan pertahanan Arema yang memakai skema 5-4-1.
Babak Pertama: Witan Membuka Keran Gol, Arema Balas Lewat Bustomi
Menit ke-15, gol pembuka tercipta! Witan Sulaeman, winger lincah Timnas Indonesia, melepaskan tembakan kaki kiri dari sudut sempit setelah menerima assist terukur dari Riko Simanjuntak di sisi kanan. Bola meluncur deras ke tiang jauh, tak mampu dijangkau kiper Arema, Julian Schwarzer. Gol ini menjadi bukti ketajaman Witan yang musim ini sudah mencetak 7 gol di semua kompetisi. Namun, Arema tidak tinggal diam. Menit ke-35, dari sepak pojok yang dieksekusi Dendi Santoso, Ahmad Bustomi melompat tinggi dan menyundul bola ke pojok kiri gawang Andritany Ardhiyasa. Skor berubah 1-1, dan babak pertama ditutup dengan intensitas tinggi, shots on target Persija unggul 4-2 atas Arema.
Statistik mencatat Persija melepaskan total 12 tembakan dengan 6 mengarah ke gawang, sementara Arema hanya 7 percobaan dengan 3 on target. Penguasaan bola di babak pertama memang milik Persija (61 persen), tetapi efektivitas serangan balik Arema melalui Sayid Ali dan Gustavo Almeida beberapa kali mengancam. Satu peluang emas Arema terjadi pada menit ke-40 ketika tembakan Gustavo masih membentur tiang gawang. Kartu kuning pertama dikeluarkan wasit untuk bek Arema, Bagas Adi, akibat pelanggaran keras terhadap Witan di menit ke-28.
Babak Kedua: Arylansyah dan Victor Pahlawan Kemenangan
Memasuki babak kedua, pelatih Arema, Eduardo Almeida, mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan Dedik Setiawan menggantikan Jayus Hariono. Namun justru Persija yang kembali unggul. Menit ke-72, skema serangan balik cepat dimulai dari Andritany yang melempar bola ke Hanif Sjahbandi. Umpan terobosan cantik diteruskan oleh Witan kepada Arylansyah Abdulmanan yang berlari bebas di kotak penalti. Dengan tenang, Arylansyah menaklukkan Schwarzer melalui tendangan first-time ke sisi kanan gawang. Gol ini menjadi gol ketiga Arylansyah di turnamen ini, menjadikannya topskor sementara Persija dengan 3 gol.
Arema mencoba menyamakan kedudukan, tetapi lini belakang Persija yang dikomandoi Ondrej Kudela tampil disiplin. VAR sempat digunakan pada menit ke-80 ketika terjadi insiden handball di kotak penalti Persija setelah sundulan Gustavo mengenai tangan Rizky Ridho. Setelah pengecekan selama dua menit, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran karena posisi tangan dianggap wajar. Keputusan ini memicu protes keras pemain Arema, tetapi wasit tetap pada keputusannya. Puncaknya, menit ke-88, Victor Dethan yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-70, memastikan kemenangan 3-1. Memanfaatkan kemelut di depan gawang Arema setelah sepak pojok, Victor melepaskan tendangan voli dari jarak 12 meter yang tak mampu dihalau Schwarzer. Gol ini menjadi gol kedua Victor di Piala Presiden 2026.
“Kami tampil luar biasa, terutama di babak kedua. Para pemain menjalankan instruksi dengan sempurna. Kemenangan ini untuk suporter yang selalu setia. Kami finis ketiga, tapi target kami sebenarnya lebih tinggi. Namun, ini modal bagus untuk Liga 1,” ujar Thomas Doll dalam konferensi pers usai laga.
Di sisi lain, pelatih Arema, Eduardo Almeida, mengakui keunggulan lawan. “Persija lebih efektif memanfaatkan peluang. Kami punya beberapa momen, tapi gagal mencetak gol. Selamat untuk Persija. Kami akan evaluasi untuk kompetisi resmi,” katanya singkat.
Statistik Kunci dan Dampak ke Liga 1
Data akhir pertandingan menunjukkan Persija unggul dalam hampir semua aspek: penguasaan bola 58-42 persen, shots on target 7-3, dan akurasi umpan 84 persen berbanding 76 persen. Persija juga mencatatkan 9 peluang emas berbanding 4 milik Arema. Kartu kuning dikeluarkan untuk Bagas Adi (Arema), Rizky Ridho (Persija), dan Dendi Santoso (Arema). Tidak ada kartu merah dalam laga ini. Kemenangan ini juga memperpanjang catatan positif Persija yang tak terkalahkan dalam 5 laga terakhir di semua ajang, dengan clean sheet di dua pertandingan sebelumnya.
Bagi Arema, kekalahan ini menjadi tamparan setelah mereka tampil impresif di babak penyisihan. Namun, performa Gustavo Almeida yang terus merepotkan bek lawan menjadi sinyal positif. Sementara itu, Persija membuktikan kedalaman skuad mereka dengan rotasi pemain yang berjalan mulus. Witan Sulaeman yang tampil penuh 90 menit layak dinobatkan sebagai man of the match berkat satu gol dan satu assist, selain menciptakan tiga peluang emas. Dengan hasil ini, Persija membawa modal kepercayaan diri tinggi menjelang kick-off Liga 1 2026/2027 yang tinggal dua pekan lagi. Arema sendiri harus segera memperbaiki penyelesaian akhir yang menjadi momok mereka sepanjang turnamen.
Piala Presiden 2026 telah usai, dan Persija Jakarta pulang dengan kepala tegak. Peringkat ketiga mungkin bukan trofi, tetapi performa impresif melawan tim sekelas Arema FC menjadi bukti bahwa Macan Kemayoran siap bersaing di papan atas musim ini. Sorak sorai suporter di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi kebangkitan tim ibu kota.
Comments (0)