Witan Sulaeman Bawa Dua Anak Rayakan Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026
Skor akhir 2-0 untuk Persija Jakarta atas Arema FC pada duel perebutan tempat ketiga Piala Presiden 2026 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Namun dari seluruh momen ...
Skor akhir 2-0 untuk Persija Jakarta atas Arema FC pada duel perebutan tempat ketiga Piala Presiden 2026 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Namun dari seluruh momen yang tersaji di lapangan, satu gambar paling membekas: Witan Sulaeman berjalan memasuki rumput stadion sambil menggendong satu anak dan menggandeng satu lainnya, merayakan medali peringkat ketiga bersama keluarga kecilnya di hadapan ribuan suporter.
Menit ke-23, Witan Sulaeman membuka keunggulan Macan Kemayoran. Berawal dari serangan balik cepat, umpan terobosan gelandang tengah diteruskan sang winger dengan satu sentuhan sebelum ia melepaskan tendangan kaki kiri mendatar yang bersarang di pojok kanan bawah gawang. Stadion bergemuruh. Gol tersebut menjadi gol ketiga Witan sepanjang gelaran turnamen pramusim ini.
Keunggulan digandakan pada menit ke-67. Kali ini Witan berperan sebagai kreator: akselerasinya menusuk dari sisi kanan diakhiri umpan silang mendatar yang disambar striker Persija menjadi gol kedua. Skor 2-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Bagi Persija, hasil ini menjadi pelipur lara setelah langkah mereka terhenti di semifinal. Tim ibu kota menunjukkan mental bangkit yang patut diapresiasi, tampil menekan sejak menit awal dan tidak memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.
Babak Pertama: Dominasi Sejak Peluit Ditiup
Pelatih Persija menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-3-3, menempatkan Witan sebagai winger kanan dalam trisula lini depan. Hasilnya langsung terlihat: penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen sepanjang 45 menit pertama. Tim ibu kota mencatatkan 8 tembakan dengan 4 shots on target, sementara Arema hanya mampu melepaskan 2 percobaan tanpa satu pun yang mengarah tepat ke gawang.
Gol menit ke-23 lahir dari skema yang dilatih berulang kali: build-up dari lini belakang, transisi cepat menuju sepertiga akhir, lalu penyelesaian dingin. Witan bahkan nyaris menggandakan skor pada menit ke-38 ketika eksekusi tendangan bebasnya membentur mistar gawang.
Babak Kedua: Assist, VAR, dan Clean Sheet
Memasuki paruh kedua, Arema mencoba menekan dengan mengubah formasi menjadi 4-4-2. Namun lini pertahanan Persija tampil disiplin — hanya 2 shots on target yang dibiarkan sepanjang laga, dan keduanya mentah di tangan kiper. Satu-satunya noda bagi Persija adalah kartu kuning yang diterima bek tengah pada menit ke-74 akibat pelanggaran taktis.
Arema sempat mengira memperkecil ketertinggalan pada menit ke-81, tetapi wasit menganulir gol itu setelah tinjauan VAR menunjukkan posisi offside tipis dari penyerang mereka. Assist Witan pada menit ke-67 pun tetap menjadi pembeda. Statistik akhir mencatat Persija unggul penguasaan bola 56-44 persen, total tembakan 14 berbanding 7, serta shots on target 6-2. Clean sheet ini menjadi yang keempat bagi Persija di Piala Presiden 2026.
Witan: Bintang di Lapangan, Ayah di Luar Lapangan
Secara individual, Witan menutup turnamen dengan catatan impresif: 3 gol dan 2 assist dari 6 penampilan. Pada laga ini ia membukukan 1 gol, 1 assist, 4 umpan kunci, dan 3 dribel sukses — menjadikannya pemain dengan kontribusi tertinggi di lapangan.
Witan adalah contoh profesional sejati. Dia bermain dengan hati, dan malam ini semua orang melihat alasan dia bermain, yaitu keluarganya. Medali ini untuk seluruh skuad yang bekerja keras sejak hari pertama, ujar pelatih kepala Persija seusai pertandingan.
Seusai upacara penyerahan medali, Witan tidak langsung menuju ruang ganti. Ia memanggil dua anaknya masuk ke lapangan, menggendong si bungsu sembari menggandeng sang sulung menyusuri tepi lapangan I Wayan Dipta. Sorakan suporter yang memadati tribune mengiringi momen hangat tersebut, dan pemandangan itu dengan cepat menyebar di media sosial.
Catatan Akhir Turnamen
Bagi Persija, peringkat ketiga Piala Presiden 2026 menjadi modal berharga menuju kompetisi musim baru. Hasil di Bali menunjukkan kedalaman skuad yang semakin matang, dengan Witan Sulaeman sebagai motor serangan yang konsisten dari laga ke laga. Malam di Gianyar itu berakhir sempurna: medali melingkar di leher, dua buah hati dalam pelukan, dan senyum yang tak lepas dari wajah sang winger.
Comments (0)