WASHINGTON — Konflik internal semakin memanas di tubuh Partai Demokrat Amerika Serikat

Tiga Kader DSA di Ujung Tanduk Beberapa politisi Kulit Hitam yang diprediksi menang pada pemilihan November mendatang justru menunjukkan sikap menentang a

WASHINGTON — Konflik internal semakin memanas di tubuh Partai Demokrat Amerika Serikat

Tiga Kader DSA di Ujung Tanduk

Beberapa politisi Kulit Hitam yang diprediksi menang pada pemilihan November mendatang justru menunjukkan sikap menentang arus. Ketiga kader DSA yang berpotensi masuk Kongres ini telah menolak untuk berkomitmen mendukung Jeffries dalam pemilihan speaker, menciptakan tensi politik yang tidak terduga di internal partai berlambang keledai itu.

Di antaranya adalah Darializa Avila Chevalier, calon anggota DPR dari daerah pemilihan New York ke-13 yang berdarah Afro-Latino. Dalam wawancara dengan Semafor, Chevalier menyatakan niatnya untuk bergabung dengan CBC sekaligus Kaukus Hispanik jika terpilih. Namun, posisinya sebagai kader DSA yang kritis terhadap kepemimpinan partai membuat langkahnya ke dalam CBC terancam tertutup.

Selain Chevalier, Chris Rabb, anggota DPR negara bagian Pennsylvania yang menjadi calon kuat untuk kursi DPR wilayah Philadelphia, juga menegaskan rencananya untuk bergabung dengan CBC. "Saya pasti berencana bergabung," ujar Rabb kepada Axios. Di barisan lain, Melat Kiros dari Colorado—salah satu politisi Kulit Hitam yang maju di daerah dengan basis pemilih Demokrat yang sangat kuat—menyatakan serupa. "Saya benar-benar berencana bergabung dengan Kaukus Kulit Hitam," kata Kiros.

Namun di balik antusiasme mereka, ketiganya menyimpan catatan merah yang sama. Ketiga calon anggota DPR yang berafiliasi dengan DSA ini menolak berkomitmen memberikan suara untuk Jeffries sebagai speaker. Kiros bahkan sebelumnya secara terbuka menyatakan kepada Axios bahwa ia "tidak akan memilih politisi Demokrat mana pun untuk posisi kepemimpinan jika mereka menerima uang dari political action committee (PAC) korporasi"—sebuah kriteria yang langsung mengenai Jeffries.

Suara-Suara Galak dari dalam Barisan CBC

Sikap menentang ketiga kader DSA itu tidak tinggal dianggap sepele oleh para senior CBC. Beberapa anggota senior Kaukus Kulit Hitam Kongres, yang berbicara dalam kondisi anonimitas untuk memberikan komentar blak-blakan mengenai rekan-rekan mereka yang akan datang, mengisyaratkan bahwa kritik terhadap kepemimpinan partai bisa menjadi masalah serius.

"Tidak mungkin dia diizinkan bergabung jika tidak mendukung Hakeem bersama dengan isu-isu lainnya," ucap seorang anggota senior CBC kepada Axios ketika ditanya mengenai kemungkinan penerimaan Chevalier.

Ketika ditanya apakah ketentuan yang sama berlaku untuk semua anggota baru, jawaban sang anggota legislatif itu singkat dan tegas: "Ya."

"Avila Chevalier sama sekali tidak akan disambut jika tidak mendukung Hakeem," kata anggota CBC lainnya. "Dalam keadaan apa pun pun seseorang tidak akan disambut dengan pelukan hangat jika mereka akan melemahkan brotha itu! Sama sekali tidak ada jalan."

Nada emosional dalam pernyataan tersebut mencerminkan loyalitas yang mendalam para anggota CBC terhadap Jeffries, yang merupakan politisi Kulit Hitam pertama yang memimpin fraksi mayoritas atau minoritas di DPR AS. Bagi banyak anggota CBC, dukungan terhadap Jeffries bukan sekadar soal taktik legislative, melainkan masalah kehormatan kolektif dan representasi komunitas Kulit Hitam di level kekuasaan tertinggi.

Aturan Tak Tertulis yang Mengancam Membenturkan Dinding

Meski tekanan politik semakin terasa nyata, seorang sumber yang akrab dengan masalah ini memberikan klarifikasi penting kepada Axios. Dukungan terhadap kepemimpinan Partai Demokrat bukanlah kriteria formal untuk keanggotaan CBC. Tidak ada pasal tertulis dalam peraturan internal yang mengharuskan calon anggota untuk menyatakan loyalitas kepada Jeffries atau para pemimpin partai lainnya.

Namun demikian, realitas di lapangan bisa jauh berbeda dari apa yang tertulis di atas kertas. "Dukungan untuk Hakeem bukan aturan tertulis, setidaknya belum," ujar sumber tersebut, namun menambahkan, "akan menjadi tantangan untuk menerima seseorang di CBC yang tidak mendukungnya untuk posisi speaker." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun tidak terkodifikasi, loyalitas kepada Jeffries telah berubah menjadi prasyarat de facto yang sulit dinegosiasikan.

Situasi ini menempatkan CBC pada posisi yang unik dan berpotensi brutal. Sebagai salah satu kelompok paling berpengaruh dalam politik Partai Demokrat—terutama dalam mobilisasi pemilih Kulit Hitam yang menjadi tulang punggung kemenangan partai di berbagai negara bagian penentu—CBC memiliki leverage politik yang signifikan. Namun, keputusan untuk menutup pintu bagi calon anggota baru yang berasal dari garis depan gerakan progresif bisa menciptakan perpecahan jangka panjang di dalam koalisi partai.

Di sisi lain, para kader DSA seperti Kiros, Rabb, dan Chevalier berada dalam dilema taktis. Bergabung dengan CBC akan memberikan mereka akses ke jaringan kekuasaan, sumber daya politik, dan platform advokasi yang tak ternilai untuk konstituen Kulit Hitam mereka. Namun, kompromi dengan menandatangani dukungan kepada Jeffries—yang mereka anggap terlalu dekat dengan kepentingan korporasi—bisa merusak kredibilitas ideologis mereka di mata basis pemilih sayap kiri yang militan.

Ketegangan antara pragmatisme politik ideologis kini mengintai setiap langkah. Bagi Jeffries sendiri, perlawanan dari internal partai—terutama dari figur-figur Kulit Hitam muda yang semakin kritis terhadap establishment—menjadi ujian kepemimpinan yang tidak bisa diabaikan. Apakah CBC akan benar-benar mengokohkan barikade dan menolak anggota baru yang tidak patuh, ataukah ruang negosiasi masih tersisa? Jawabannya akan menentukan tidak hanya komposisi anggota Kaukus Kulit Hitam Kongres periode depan, tetapi juga arah dinamika kekuasaan di dalam Partai Demokrat secara keseluruhan.