Warga Temukan Bayi Perempuan dengan Mulut Diplester dan Tali Pusar Melilit di Tepi Sungai Cilegon

CILEGON — Suasana pagi di Perumahan Metro Cilegon, Banten, mendadak heboh setelah seorang warga menemukan sesosok bayi perempuan yang baru lahir tergeletak di pinggir aliran sungai. Yang lebih memi

Jul 08, 2026 - 00:14
0 0
Warga Temukan Bayi Perempuan dengan Mulut Diplester dan Tali Pusar Melilit di Tepi Sungai Cilegon

CILEGON — Suasana pagi di Perumahan Metro Cilegon, Banten, mendadak heboh setelah seorang warga menemukan sesosok bayi perempuan yang baru lahir tergeletak di pinggir aliran sungai. Yang lebih memilukan, mulut bayi tersebut dalam kondisi terplester rapat, sementara tali pusarnya masih melilit tubuh mungilnya. Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh Dewi Sita (36), warga Perum Metro Grand Cendana, pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami di lapangan, Dewi awalnya tidak menyangka akan menemukan pemandangan tersebut. Ia sedang berada di area belakang rumahnya yang berdekatan dengan aliran sungai ketika samar-samar mendengar suara tangisan. Rasa curiga yang muncul karena suara itu tidak seperti suara hewan mendorongnya untuk mencari sumber suara ke seberang aliran sungai. Betapa terkejutnya ia ketika melihat sesosok bayi perempuan dalam kondisi mengenaskan, diletakkan begitu saja di atas tanah lembap dekat air.

Kronologi dan Kondisi Bayi yang Memprihatinkan

Setelah memastikan bahwa yang dilihatnya adalah bayi manusia, Dewi tidak berani bertindak sendirian. Ia segera berlari melaporkan temuannya kepada petugas keamanan (satpam) perumahan setempat. Aparat keamanan bersama warga lainnya lantas mendatangi lokasi untuk mengevakuasi bayi malang tersebut. Kondisinya sangat memprihatinkan; mulut korban ditempeli plester perekat yang diduga sengaja dipasang untuk membungkam tangisnya. Selain itu, tali pusar yang belum dipotong tampak melilit beberapa bagian tubuhnya, menandakan bayi tersebut lahir tidak dalam perawatan medis yang layak atau lahir secara prematur di luar fasilitas kesehatan.

Warga segera membawa bayi perempuan itu ke klinik dan fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Petugas medis dengan sigap membersihkan tubuh bayi, melepas plester yang menempel di mulutnya dengan hati-hati, serta memotong tali pusar sesuai prosedur steril. Kini, sang bayi dirawat intensif oleh tim kesehatan dan pihak berwenang setempat.

"Kami sangat terkejut mendengar adanya penemuan ini. Kami langsung mendatangi TKP dan mengamankan barang bukti, termasuk potongan plester yang menempel di mulut bayi. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan bayi tersebut," ujar seorang perwakilan kepolisian setempat, sebagaimana dilansir dari laporan kami.

Pihak kepolisian dari Polres Cilegon telah turun tangan menyelidiki kasus dugaan pembuangan bayi ini. Mereka tengah memintai keterangan dari saksi-saksi, termasuk Dewi Sita dan para petugas keamanan yang pertama kali mengevakuasi korban. Hingga saat ini, polisi masih memburu orang tua biologis atau pelaku yang tega meninggalkan bayi tersebut dengan cara yang begitu keji. Motif di balik penempelan plester di mulut bayi pun masih menjadi misteri, namun tindakan itu jelas menunjukkan niat untuk menghilangkan bukti kehidupan atau mencegah tangisan bayi terdengar oleh warga.

Selain penyelidikan kriminal, aparat juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk memastikan hak dan masa depan bayi tersebut apabila identitas orang tuanya tidak kunjung ditemukan. Warga Perumahan Metro Cilegon pun digegerkan dan menyayangkan aksi tidak berperikemanusiaan di tengah lingkungan tempat tinggal mereka. Media kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan proses pemulihan sang bayi yang kini menjadi perhatian publik Cilegon.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User