Vinicius Junior Cetak Brace, Real Madrid Hajar Benfica 3-1

Skor akhir 3-1! Real Madrid sukses membungkam tuan rumah SL Benfica dalam laga fase awal Liga Champions yang berlangsung dramatis di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Bintang Brasil, Vin...

Aug 07, 2026 - 07:49
0 0
Vinicius Junior Cetak Brace, Real Madrid Hajar Benfica 3-1

Skor akhir 3-1! Real Madrid sukses membungkam tuan rumah SL Benfica dalam laga fase awal Liga Champions yang berlangsung dramatis di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Bintang Brasil, Vinicius Junior, menjadi aktor utama kemenangan Los Blancos dengan mencetak dua gol dan satu assist. Pertandingan ini langsung memanas sejak menit pertama, dengan Benfica mencoba mengambil inisiatif serangan di hadapan pendukung sendiri.

Babak Pertama: Vinicius Junior Menggebrak dengan Gol Cepat

Menit ke-7, Vinicius Junior membuka pesta gol. Mendapat umpan terobosan dari Jude Bellingham di sisi kiri, pemain bernomor punggung 7 itu melepaskan tembakan first-time ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau kiper Benfica, Anatoliy Trubin. Gol ini merupakan gol ke-12 Vinicius di Liga Champions musim ini, mengukuhkan posisinya sebagai top skor sementara kompetisi. Real Madrid yang tampil dengan formasi 4-3-1-2 langsung menguasai tempo permainan setelah gol tersebut. Penguasaan bola di 20 menit awal mencapai 62 persen untuk tim tamu.

Benfica mencoba merespons melalui serangan balik cepat. Menit ke-23, pemain sayap mereka, Kerem Akturkoglu, melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis Thibaut Courtois. Namun, justru Real Madrid yang menggandakan keunggulan pada menit ke-31. Berawal dari skema corner, Vinicius Junior yang menjadi eksekutor memberikan umpan akurat ke arah kepala Antonio Rudiger. Bek Jerman itu melompat tinggi dan menyundul bola ke pojok kanan gawang. Skor menjadi 2-0, dan Estadio da Luz hening seketika.

Benfica tidak menyerah. Menit ke-38, mereka mendapat hadiah penalti setelah Federico Valverde dianggap melanggar Orkun Kokcu di dalam kotak terlarang. VAR sempat memeriksa insiden tersebut selama dua menit sebelum memutuskan penalti tetap berlaku. Angel Di Maria yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Babak pertama ditutup dengan Real Madrid unggul dalam penguasaan bola (58%) dan shots on target (5 banding 3).

Babak Kedua: Brace Vinicius dan Ketangguhan Lini Belakang

Memasuki babak kedua, Benfica meningkatkan intensitas serangan. Pelatih mereka, Roger Schmidt, melakukan dua pergantian pemain sekaligus pada menit ke-55 untuk menambah daya gedor. Namun, Real Madrid justru mencetak gol ketiga pada menit ke-63 melalui skema serangan balik kilat. Kylian Mbappe yang menerima bola di tengah lapangan melepaskan umpan terobosan kepada Vinicius Junior. Dengan kecepatan 34 km/jam, Vinicius melewati bek tengah Benfica dan menuntaskan peluang dengan sepakan mendatar ke sudut gawang. Gol ini sekaligus menjadi brace keduanya di Liga Champions musim ini.

Setelah gol ketiga, Real Madrid sedikit menurunkan tempo dan lebih fokus pada penguasaan bola. Formasi mereka berubah menjadi 4-4-2 dengan Rodrygo masuk menggantikan Mbappe pada menit ke-70. Benfica mencoba menekan, tetapi lini belakang Madrid yang dikomandoi Eder Militao dan Antonio Rudiger tampil solid. Sampai akhir pertandingan, Benfica tercatat melepaskan 14 tembakan dengan 5 shots on target, namun hanya satu yang berbuah gol. Sementara itu, Real Madrid melepaskan 12 tembakan dengan 7 shots on target.

Statistik akhir menunjukkan Real Madrid unggul dalam penguasaan bola (54% berbanding 46%) dan akurasi passing (89% berbanding 84%). Benfica juga harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-84 setelah Nicolas Otamendi menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras kepada Vinicius Junior. Wasit tidak ragu mengeluarkan kartu merah setelah berkonsultasi dengan VAR.

“Vinicius adalah pemain luar biasa. Dia selalu tampil di momen-momen penting dan hari ini dia menunjukkan kelas dunia. Kami sangat bangga dengan performa tim,” ujar pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, dalam konferensi pers usai pertandingan.

Analisis Taktik dan Dampak Kemenangan

Kemenangan ini mempertegas dominasi Real Madrid di Grup F. Dengan raihan 15 poin dari 5 pertandingan, Los Blancos dipastikan lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup. Sementara Benfica tertahan di posisi ketiga dengan 8 poin, dan harus menjalani playoff melawan tim peringkat kedua dari grup lain. Dari sisi taktik, Ancelotti berhasil memanfaatkan kecepatan Vinicius dan Mbappe sebagai senjata utama serangan balik. Duo ini mencatatkan total 8 dribel sukses dan 3 peluang emas yang diciptakan.

Vinicius Junior kini mengoleksi 13 gol dan 6 assist di semua kompetisi musim ini. Catatan impresifnya di Liga Champions membuatnya menjadi kandidat kuat peraih Ballon d'Or tahun ini. Sementara itu, Benfica harus berbenah, terutama dalam transisi bertahan yang kerap menjadi celah bagi lawan. Mereka kebobolan 3 gol dari serangan balik cepat, sebuah kelemahan yang akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Schmidt sebelum menghadapi laga playoff.

Pertandingan ini juga mencatatkan rekor baru: Vinicius Junior menjadi pemain Brasil dengan gol terbanyak di Liga Champions untuk Real Madrid, melewati catatan Ronaldo Nazario. Dengan performa seperti ini, tidak berlebihan jika menyebut Vinicius sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini. Los Blancos pun semakin percaya diri melangkah ke fase gugur dengan modal kemenangan meyakinkan di kandang lawan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User