SIRKUIT SEPANG, MALAYSIA — Max Verstappen kembali menunjukkan kelasnya sebagai pebalap andalan Red Bull Racing. Pada sesi latihan bebas kedua (FP2) menjelang Formula 1 Grand Prix Malaysia 2026, Jumat (2/10/2026), pebalap asal Belanda itu langsung tancap gas sejak putaran pertama dan menutup sesi dengan catatan waktu tercepat di antara seluruh kontestan.
Dominasi Verstappen di Sesi Pembuka Sore
Begitu lampu hijau menyala di Sirkuit Sepang, Verstappen tidak membuang waktu. Menit ke-4, ia sudah melepaskan putaran terbang pertama dengan ban medium, mencatatkan waktu 1:31.842 yang langsung menempatkannya di puncak klasemen sementara sesi. Cuaca panas khas Malaysia dengan suhu aspal mendekati 52 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh tim, namun justru dimanfaatkan Verstappen untuk menguji daya tahan ban kompon lunak.
Strategi Red Bull terlihat jelas sepanjang sesi berlangsung selama 60 menit tersebut. Setelah menuntaskan empat putaran cepat dengan kompon medium, Verstappen masuk pit pada menit ke-18. Tim langsung mengganti keempat roda dengan ban soft, mempersiapkan simulasi kualifikasi yang menjadi fokus utama FP2 di akhir pekan ini.
Analisis Performa Tim dan Persaingan Papan Atas
Verstappen menuntaskan sesi dengan total 23 putaran, terbanyak di antara tiga pebalap teratas. Catatan waktu idealnya, jika seluruh sektor digabungkan, menyentuh angka 1:30.974 — sinyal bahwa RB22 masih menyimpan potensi kecepatan yang belum sepenuhnya dieksploitasi. Penguasaan sektor dua, yang didominasi tikungan cepat seperti Tikungan 5 dan 6, menjadi kekuatan utama Verstappen berkat stabilitas bagian belakang mobil yang dinilai paling seimbang di grid pada sesi kali ini.
Sementara itu, rekan setimnya di Red Bull, Yuki Tsunoda, finis di urutan ketiga dengan selisih 0,412 detik. Tsunoda mengeluhkan understeer pada tikungan lambat, khususnya di kompleks Tikungan 14-15, sehingga harus lebih agresif mengolah setir pada fase keluar tikungan. Data telemetri menunjukkan Tsunoda kehilangan rata-rata 0,146 detik per putaran pada sektor terakhir dibandingkan Verstappen.
Ancaman terdekat tetap datang dari tim rival. Pebalap tim bermesin Jerman yang finis kedua hanya tertinggal 0,187 detik, sementara wakil tim rival lainnya mengunci posisi keempat. Tiga tim berbeda menghuni lima besar, menandakan persaingan di Sepang kali ini diprediksi berlangsung ketat hingga sesi kualifikasi Sabtu nanti.
Catatan Teknis: Degradasi Ban dan Peran Cuaca Tropis
Yang menarik dari sesi FP2 kali ini adalah tingginya angka degradasi ban. Data tim menunjukkan ban kompon lunak kehilangan sekitar 0,08 detik per putaran setelah putaran ketiga, angka yang lebih tinggi dibandingkan balapan sebelumnya di Sirkuit Bahrain. Manajemen suhu ban menjadi faktor krusial mengingat aspal Sepang yang keras dan abrasif.
Verstappen beberapa kali terlihat melonggarkan ritme di putaran keluar untuk menjaga temperatur ban depan, sebuah pendekatan yang lazim diterapkan di trek berkarakter tikungan cepat seperti Sepang. Strategi dua pit stop kemungkinan besar menjadi pilihan utama untuk balapan Minggu, meskipun hal itu akan bergantung pada hasil kualifikasi dan kondisi cuaca yang diprediksi bisa berubah drastis pada sore hari.
Kepala tim Red Bull dalam keterangannya usai sesi menyebut bahwa fokus utama akhir pekan ini bukan sekadar mengejar waktu tercepat, melainkan memastikan mobil bekerja optimal di berbagai kondisi sirkuit.
"Kami masih punya pekerjaan rumah pada simulasi balapan. Kecepatan satu putaran bagus, tapi yang menentukan poin adalah 58 putaran penuh di hari Minggu," ujarnya.Pernyataan itu menegaskan bahwa Red Bull tidak ingin terlena oleh catatan waktu Verstappen di FP2.
Dengan modal kecepatan ini, Verstappen jelas menjadi kandidat terkuat untuk merebut posisi terdepan pada sesi kualifikasi. Namun, seperti yang sering terjadi di Formula 1, latihan bebas tidak selalu menjadi cerminan hasil balapan. Tekanan udara, arah angin, dan suhu lintasan yang berubah bisa membalikkan situasi dalam hitungan detik. Satu hal yang pasti: lapangan Sirkuit Sepang sudah kembali bergemuruh, dan Verstappen berada di garis terdepan untuk mengendalikan irama balapan akhir pekan ini.
Comments (0)