Veddriq Leonardo Sabet Emas Perdana Indonesia di Olimpiade Paris 2024

Paris — Sejarah terukir manis di Le Bourget Climbing Venue, Kamis (8/8/2024) waktu setempat. Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, sukses meraih medali emas nomor speed putra Olimpiade Pa...

Veddriq Leonardo Sabet Emas Perdana Indonesia di Olimpiade Paris 2024

Paris — Sejarah terukir manis di Le Bourget Climbing Venue, Kamis (8/8/2024) waktu setempat. Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, sukses meraih medali emas nomor speed putra Olimpiade Paris 2024. Ini menjadi kepingan emas pertama bagi kontingen Merah Putih di pesta olahraga empat tahunan kali ini, sekaligus membuka keran prestasi tim Indonesia yang sejak awal diharapkan mampu bersaing di papan atas.

Veddriq, yang turun sebagai unggulan kedua, tampil memukau sejak babak kualifikasi. Ia mencatatkan waktu 4,79 detik pada putaran pertama, langsung memecahkan rekor Olimpiade yang sebelumnya dipegang oleh atlet Prancis, Bassa Mawem. Catatan itu tak hanya mengantar sang atlet lolos ke fase gugur, tapi juga menegaskan sinyal ancaman serius bagi para pesaingnya. "Saya hanya fokus menjalankan strategi. Tidak memikirkan rekor, yang penting bisa tampil konsisten," ujar Veddriq usai kualifikasi.

Detik-Detik Penentuan di Final

Panggung final mempertemukan Veddriq dengan peraih emas Kejuaraan Dunia 2023, Matteo Zurloni dari Italia. Sejak pemanasan, ketegangan begitu terasa. Kedua pemanjat sama-sama memiliki personal best di bawah 5 detik. Namun, tekanan justru lebih membebani Zurloni. Pada puncaknya, Veddriq melesat tanpa cela. Ia menyentuh tombol penanda waktu di angka 4,73 detik, sementara Zurloni justru melakukan false start yang membuatnya didiskualifikasi. Sirine tanda kemenangan berbunyi. Arena bergemuruh. Veddriq langsung mengacungkan tangan dengan bendera Merah Putih yang sudah disiapkan.

"Ini untuk Indonesia. Semua kerja keras, doa dari keluarga, pelatih, dan masyarakat, terbayar sudah," katanya dengan suara bergetar di mixed zone. Rekor Olimpiade baru itu sekaligus menjadi personal best terbaiknya sepanjang karier.

Perjalanan Panjang Menuju Puncak Olimpiade

Lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 1997, Veddriq bukanlah nama baru di dunia speed climbing. Ia mulai menekuni panjat tebing sejak usia 15 tahun, dan konsisten mengukir prestasi di berbagai kejuaraan dunia. Pada 2021, ia mencatatkan sejarah sebagai pemanjat Indonesia pertama yang menyabet gelar juara seri Piala Dunia IFSC. Setelah itu, rentetan medali emas di Asian Games 2022 Hangzhou serta berbagai edisi World Cup terus menambah koleksinya. Namun, Olimpiade tetaplah panggung berbeda.

"Olimpiade adalah mimpi semua atlet. Tekanannya berbeda. Ekspektasi besar, tapi saya mencoba menikmatinya," ujar Veddriq saat ditemui di markas FPTI, Hotel Santika Premier, Bekasi, Selasa (20/8/2024). Di sana, ia tak henti-hentinya menekankan peran pelatih Hendra Basir yang meracik program latihan intensif selama setahun terakhir. Program itu mencakup simulasi start reaction, kekuatan eksplosif, hingga pengelolaan mental di detik-detik krusial.

Dampak Emas bagi Panjat Tebing Indonesia

Raihan ini sontak membangkitkan euforia di tanah air. Presiden Joko Widodo melalui telepon langsung mengucapkan selamat dan menyebut Veddriq sebagai "pahlawan olahraga nasional". Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) juga berharap momentum ini dapat mengerek popularitas cabang olahraga yang baru dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020 itu. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menyebut medali emas Veddriq adalah hasil dari ekosistem pembinaan yang tepat. "Kami punya banyak talenta di berbagai daerah. Ini bukti bahwa atlet kita bisa bersaing di level paling elit," ujarnya.

Statistik pertandingan mencatat, penguasaan papan panjat oleh atlet Indonesia di seluruh fase sangat dominan. Dari enam kali percobaan selama kompetisi, Veddriq hanya sekali mencatat start lambat di atas 0,150 detik. Konsistensi itu yang membuatnya sulit dikejar. Ia pun menutup Olimpiade dengan rapor sempurna: tanpa kekalahan di nomor speed.

Sementara itu, Indonesia masih menyisakan peluang dari cabang bulu tangkis dan angkat besi. Namun, emas dari panjat tebing ini memberi suntikan moral berharga. Publik kini menantikan kiprah atlet lainnya, dan nama Veddriq Leonardo telah dipastikan tercetak dalam buku sejarah olahraga Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User